Meski Langka, Prolaps Tali Pusat Bisa Mengancam Nyawa Janin

(3)
23 Dec 2019|Azelia Trifiana
Prolaps tali pusat adalah komplikasi ketika tali pusat keluar dari serviks terlebih dahulu sebelum bayiSelama kehamilan, tali pusat menghubungkan janin dengan sang ibu yang berfungsi untuk menyalurkan nutrisi
Penghubung antara ibu hamil dan janinnya adalah tali pusat atau umbilical cord. Pada saat kehamilan maupun persalinan, ada risiko komplikasi yaitu prolaps tali pusat, ketika tali pusat bayi justru keluar lebih dulu dari bayinya. Risikonya adalah kerusakan otak hingga kematian.
Tali pusat berbentuk seperti selang yang fleksibel. Selama kehamilan, tali pusat menghubungkan janin dengan sang ibu. Nutrisi disalurkan lewat tali pusat, dan pembuangan zat sisa juga terjadi di sini.

Prolaps tali pusat

Kejadian prolaps tali pusat adalah komplikasi ketika tali pusat keluar dari serviks terlebih dahulu sebelum bayi. Hal ini bisa terjadi baik saat kehamilan maupun saat proses persalinan.Akibatnya, tali pusat akan berada di bawah tubuh bayi saat persalinan. Hal ini dapat menyebabkan proses persalinan tidak lancar. Meski demikian, prolaps tali pusat termasuk jarang terjadi. Rasionya sekitar 1 kejadian di setiap 620 persalinan.Ada beberapa penyebab terjadinya prolaps tali pusat, seperti:Beberapa penyebab terjadinya prolaps tali pusat tersebut dapat diantisipasi saat konsultasi berkala dengan dokter kandungan. Salah satunya adalah ketika tali pusat mengalami kompresi selama kehamilan.Berbeda dengan prolaps tali pusat, kompresi tali pusat atau umbilical cord compression bisa terjadi di setiap 1 dari 10 kejadian. Hal ini juga bisa disebabkan karena bayi mulai bergerak lebih aktif di rahim.Saat pemeriksaan dengan dokter kandungan, kondisi prolaps tali pusat atau kompresi tali pusat bisa dideteksi lewat USG atau alat deteksi detak jantung janin (fetal Doppler). Namun sayangnya, biasanya kondisi ini tidak dapat terdeteksi tanpa bantuan peralatan medis.

Konsekuensi terjadinya prolaps tali pusat

Apabila bayi mengalami prolaps tali pusat, maka konsekuensinya cukup berbahaya. Beberapa di antaranya adalah:
  • Terputusnya aliran oksigen ke janin
  • Kerusakan otak janin
  • Bayi lahir mati (stillbirth)
  • Detak jantung bayi melemah
  • Tekanan darah bayi menurun
  • Akumulasi karbondioksida pada darah bayi

Jika terjadi, bagaimana mengatasinya?

Ketika prolaps tali pusat maupun kompresi tali pusat terjadi, salah satu cara untuk mengatasinya disebut dengan amnioinfusion. Ini adalah proses memasukkan cairan saline bersuhu ruangan ke dalam uterus saat persalinan.Tujuannya adalah untuk meredakan tekanan yang dapat membuat tali pusat semakin terkompresi.Namun apabila kompresi tali pusat masih minor, penanganan yang dilakukan adalah memberikan tambahan oksigen kepada sang ibu untuk meningkatkan aliran darah lewat tali pusat.Pada kasus kompresi tali pusat yang lebih parah, kondisi janin harus terus-menerus dimonitor secara konstan. Hal ini penting untuk melihat adakah tanda-tanda terjadinya stres yang memerlukan tindakan darurat. Biasanya ibu akan dipasang alat berupa kardiotokografi untuk memantau denyut jantung dan pergerakan bayi.Contohnya apabila detak jantung bayi semakin lemah, maka dokter kandungan akan memutuskan melakukan tindakan C-section demi menyelamatkan bayi.

Catatan untuk ibu hamil

Meskipun kondisi kompresi atau prolaps tali pusat hanya bisa terdeteksi lewat alat pemeriksaan medis dokter kandungan, dengarkan sinyal dari tubuh Anda. Apabila benar-benar terasa tali pusat mendekati liang vagina terlebih dahulu bahkan saat Anda masih di rumah, segera panggil pertolongan medis darurat.Selama proses membawa ke rumah sakit, sebisa mungkin jangan menambah tekanan pada tali pusat. Apabila tali pusat telah keluar, perlahan tahan dengan handuk yang bersih.Sesampainya di rumah sakit, biasanya dokter kandungan akan langsung melakukan prosedur operasi Caesar sehingga proses persalinan berlangsung dengan cepat.
operasi caesarcaesarpersalinantali pusar bayitali pusat bayimasalah kehamilan
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/pregnancy-complications/umbilical-cord-prolapse/
Diakses 15 Desember 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12345-umbilical-cord-prolapse
Diakses 15 Desember 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/pregnancy-health/complications/cord-prolapse.aspx
Diakses 15 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

Nyaman dan Tenang dengan Melahirkan di Rumah, Ini Caranya

Entah direncanakan atau tidak, melahirkan sendiri atau melahirkan di rumah harus jadi salah satu skenario cadangan. Meski dilakukan sendiri di rumah, proses melahirkan harus tetap didampingi tenaga medis seperti bidan atau dokter.
20 Nov 2019|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Nyaman dan Tenang dengan Melahirkan di Rumah, Ini Caranya

Cara Tepat Memandikan Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir cukup dimandikan dengan waslap atau spons sampai tali pusarnya terlepas atau kurang lebih tiga minggu setelah lahir. Bayi tidak perlu sering dimandikan karena akan membuat kulit bayi kering.Baca selengkapnya
Cara Tepat Memandikan Bayi Baru Lahir

Bagaimana Cara Membedakan Kondisi Sakit Perut saat Hamil yang Normal dan Berbahaya?

Sakit perut saat hamil adalah kondisi yang umumnya terjadi, sehubungan dengan bertambah besarnya ukuran rahim. Sakit perut saat hamil biasanya disebabkan oleh nyeri akibat peregangan, kembung, dan sembelit. Sakit perut saat hamil juga dapat disebabkan oleh kondisi berbahaya, seperti kehamilan ektopik, terlepasnya plasenta, dan keguguran.Baca selengkapnya
Bagaimana Cara Membedakan Kondisi Sakit Perut saat Hamil yang Normal dan Berbahaya?