Meski Kurang Nyaman, Kacamata Terapi Ampuh Atasi Mata Malas

Kacamata terapi untuk mata malas akan menggunakan lensa korektif khusus
Atasi masalah mata malas dengan penggunaan kacamata terapi

Masalah mata malas biasanya dimulai sejak bayi hingga anak-anak. Karena ada salah satu mata yang tidak berfungsi dengan baik, maka anak cenderung menggunakan mata yang lebih sehat untuk melihat. Sebagai akibatnya, mata yang sakit menjadi semakin lemah. Penggunaan kacamata terapi bisa jadi salah satu solusinya.

Ada cara sederhana untuk menguji apakah anak Anda mengalami mata malas atau tidak. Coba tutup salah satu matanya secara bergantian. Apabila tidak ada keluhan, artinya mata mereka sehat-sehat saja.

Namun jika mereka terganggu dan merasa tidak nyaman atau tidak bisa melihat dengan jelas ketika salah satu mata ditutupi, bisa jadi merupakan gejala terjadinya mata malas. Segera periksakan mata anak Anda.

Kacamata terapi untuk mata malas

Kacamata terapi untuk mata malas akan menggunakan lensa korektif khusus. Kacamata ini harus digunakan secara teratur dan diperiksa perkembangannya. 

Sebenarnya, kacamata terapi bisa diterapkan untuk mengatasi mata malas baik bagi orang dewasa maupun anak-anak.

Meski demikian, terkadang meminta anak-anak untuk mau menggunakan kacamata terapi bisa jadi gampang-gampang susah. Mereka telah terbiasa melihat dengan mengandalkan mata yang sehat. Memakai kacamata terapi bisa jadi membuat mereka merasa kurang nyaman.

Biasanya pada anak-anak, dokter akan merekomendasikan menggunakan kacamata terapi hingga usia 10-12 tahun. Di usia tersebut, perkembangan mata telah mencapai tahap sempurna.

Bagaimana dengan orang dewasa?

Studi klinis menyebutkan bahwa semakin dini mata malas terdeteksi, akan semakin besar kemungkinan untuk menyembuhkannya.

Usia yang menjadi ambang kritis untuk intervensi kasus mata malas adalah 8 tahun.

Meski demikian, teknologi untuk mengatasi mata malas telah jauh berkembang. Ada banyak program komputer yang dapat menstimulus sensitivitas mata malas lewat terapi demi terapi.

Tapi lagi-lagi, semakin awal deteksi mata malas pada anak, tentu jauh lebih baik. Mata anak perlu diperiksakan sejak usia 6 bulan dan diulangi pada usia 3 tahun. 

Terkait dengan mata juling

Mata juling atau strabismus adalah salah satu penyebab mata malas. Ketika seorang anak mengalami strabismus, dia cenderung melihat dengan bergantung pada mata yang sehat.

Akibatnya, mata yang ototnya kurang kuat akan semakin jarang digunakan. Di sinilah awal terjadinya mata malas. 

Lebih jauh lagi, otak akan semakin jarang menangkap sinyal dari mata yang lemah. Oleh sebab itu, penanganan harus dilakukan sesegera mungkin sebelum sistem saraf benar-benar menutup akses sinyal visual di mata malas.

Komunikasi mata dan otak

Salah satu cara yang digunakan untuk mengatasi mata malas adalah menggunakan penutup mata atau eye patches di bagian mata yang sehat. Dengan cara ini, mau tidak mau otak akan bergantung pada mata malas.

Penutup mata dipasang selama 2 hingga 8 jam setiap harinya. Tentu saja, proses terapi ini tidak akan menyenangkan. 

Itu sebabnya, kacamata terapi dipilih sebagai cara untuk mengatasi mata malas dengan cara yang lebih nyaman.

Ingat, mata malas atau ambliopia tidak akan hilang dengan sendirinya. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin anak terancam masalah penglihatan permanen. 

Menangani masalah mata malas bisa menjadi harapan untuk masa depan dan cita-cita mereka.

Optometrists Network. https://www.strabismus.org/amblyopia_lazy_eye.html
Diakses pada 26 Mei 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/lazy-eye/treatment/
Diakses pada 26 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/children/news/20151116/high-tech-glasses-instead-of-eye-patch-for-lazy-eye#1
Diakses pada 26 Mei 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/amblyopia.htm
Diakses pada 26 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed