Meski Ketakutan, Ini Alasan Mengapa Orang Suka Cerita Horor

(0)
18 Oct 2020|Azelia Trifiana
Mendengarkan cerita horor memberikan sensasi tersendiriMendengarkan kisah horor memberikan sensasi tersendiri
Pernahkah Anda memiliki teman atau kenalan yang sebenarnya penakut tapi sangat suka mendengar cerita horor? Atau mungkin Anda salah satunya?Baik itu orang yang melabeli dirinya penakut maupun pemberani, mendengarkan cerita horor akan menimbulkan sensasi tersendiri. Apa sebabnya?Ini terjadi karena saat merasa takut, tubuh melepaskan zat kimia yang mendatangkan rasa senang di saat yang tepat.Semua respons saat merasa takut ini dikendalikan oleh sistem saraf simpatik. Ketika mendengar cerita horor baik dalam bentuk audio, teks, maupun visual, akan muncul rasa antusias, bahagia, hingga terkejut. 

Alasan cerita horor disukai

Tubuh memiliki mekanismenya sendiri saat menghadapi berbagai kondisi, termasuk ketika merasa takut. Mendengarkan cerita horor akan membuat seseorang merasa lebih bersemangat, sebabnya adalah:

1. Respons sistem saraf simpatik

Sistem saraf simpatik manusia terletak di pangkal sumsum tulang belakang. Tugas dari saraf simpatik ini untuk mempercepat kinerja organ-organ tubuh. Setiap orang memiliki respons sistem saraf simpatik yang berbeda.Lebih jauh lagi, ini pula yang menjadi alasan mengapa seseorang lebih suka sensasi dari cerita horor hingga yang sensitif dan rentan stres ketika mendengar cerita yang sama. Fungsi neurotransmitter di otak terkait dopamin yang diproduksi dan diserap berbeda-beda pada setiap orang.

2. Kinerja lobus frontal otak

Lobus frontal atau otak bagian depan juga berperan saat seseorang mendengarkan cerita horor. Ini adalah bagian otak yang mengendalikan respons primitif, apakah situasi sedang aman atau tidak.Ketika sedang menghadapi situasi yang dirasa mengancam seperti ketika mendengarkan cerita horor, tubuh akan masuk ke mode fight or flight. Pada fase inilah otak bagian depan menenangkan bahwa situasi masih aman. Dengan demikian, akan muncul ketenangan sehingga rasa takut pun bisa dinikmati.

3. Kepribadian seseorang

Karakter atau kepribadian seseorang juga merupakan faktor yang menentukan bagaimana mereka menikmati cerita horor dan menyeramkan. Ada dimensi temperamental yang suka mencari tantangan. Orang dengan karakter semacam ini menyukai cerita horor karena mendatangkan sensasi tersendiri.Sementara di sisi lain, ada juga spektrum orang yang lebih sensitif, malu, dan takut pada hal-hal yang menyeramkan. Jangankan mendengarkan atau melihat cerita horor, hanya sekilas melihat gambar horor saja bisa menimbulkan reaksi lebih ekstrem.

4. Pengalaman hidup

trauma
Pengalaman masa lalu dapat memengaruhi cara menikmati horor
Seseorang tumbuh dengan berbagai pengalaman hidup yang dihadapinya. Hal ini juga berperan dalam cara mereka merespons cerita horor. Apabila seseorang pernah merasa trauma, ini dapat mengubah perspektifnya terhadap hal yang menyeramkan.Jika ada pengalaman terkait cerita horor yang cenderung traumatis, orang ini akan menjadi mudah cemas, tegang, dan juga sensitif. Ketika dihadapkan pada pengalaman mendengarkan atau melihat cerita horor, belum tentu mereka bisa menikmati seperti orang lain yang tidak memiliki trauma apapun.

5. Bermain dengan emosi “gelap”

Cerita horor memberi kesempatan bagi seseorang untuk bermain dengan sisi emosi yang lebih gelap. Lewat cerita semacam ini, manusia belajar bagaimana merespons rasa takut, cemas, hingga kengerian dengan tepatTak hanya itu, lewat cerita horor pula seseorang bisa belajar tentang nilai moral dan aspek eksistensi yang lebih gelap.

6. Menepis hal yang tabu

Tidak ada batasan bagi cerita horor terkait tema yang diangkat. Entah itu tentang pembantaian, dunia lain, hingga kanibalisme sekalipun. Cerita horor dapat menepis hal-hal yang masyarakat anggap tabu menjadi lebih nyata. Bahkan, bukan tidak mungkin cerita horor merefleksi apa yang terjadi di kehidupan nyata.Menariknya, hal ini memberi ruang bagi seseorang untuk “mendengarkan” dirinya sendiri. Saat menonton atau membaca cerita horor, seseorang bisa bercakap-cakap dengan dirinya sendiri tentang hal yang mungkin tidak mudah diangkat sebagai topik pembicaraan saat berkumpul dengan orang lain.Menikmati cerita horor atau bahkan menunjukkan “ketagihan” dengan cerita semacam ini bukanlah hal yang aneh. Tak ada yang perlu dikhawatirkan dari orang yang menyukai hal menyeramkan alias fear seekers.

Catatan dari Sehatq

Bahkan menariknya, rasa takut bisa menjadi cara terkoneksi dengan orang lain. Saat mendengarkan atau melihat cerita horor bersama-sama, akan ada rasa terhubung atau lebih dekat dengan orang yang ada di sekitar.Namun apabila pecinta cerita horor ini juga menunjukkan gejala jenis-jenis gangguan psikologis, hal ini perlu dikhawatirkan. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang ketertarikan pada cerita horor yang berkaitan dengan masalah mental, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health-news/why-we-like-to-be-scared
Diakses pada 1 Oktober 2020
Bustle. https://www.bustle.com/p/why-do-you-love-horror-even-though-it-freaks-you-out-heres-what-the-experts-say-19272346
Diakses pada 1 Oktober 2020
Live Science. https://www.livescience.com/why-some-people-love-being-scared.html
Diakses pada 1 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait