Meski Enak, Ada Bahaya Makan Sosis yang Perlu Diwaspadai

0,0
06 Jul 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Makan sosis dalam jumlah besar bisa berbahayaMakan sosis secara berlebihan bisa memicu gangguan kesehatan
Banyak orang menyukai sosis. Meski rasanya enak, sebaiknya Anda jangan makan sosis terlalu sering. Sosis adalah makanan olahan yang dibuat dari campuran daging giling dengan lemak, garam, beragam bumbu, pengawet, dan terkadang diberikan bahan-bahan tambahan, misalnya biji-bijian atau remah roti.Sosis bisa dibuat dari daging apa saja, tetapi yang paling umum adalah daging sapi, babi, atau ayam. Ada sejumlah varian sosis yang dijual di pasaran, yaitu sosis yang dimasak terlebih dahulu atau sosis siap makan yang bisa langsung dikonsumsi.

Kandungan gizi sosis

Berikut adalah berbagai kandungan nutrisi yang ada dalam seporsi sosis (75 gram).
  • Kalori 304
  • Total lemak 28 gram
  • Kolesterol 62 mg
  • Natrium 617 mg
  • Kalium 176 mg
  • Protein 12 gram
  • Vitamin A 1,7 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Vitamin C 0,9 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Kalsium 0,9 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian
  • Zat besi 6.4 persen dari angka kecukupan gizi (AKG) harian.

Alasan sosis tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan

Makan sosis dalam jumlah yang wajar tentunya tidak dilarang. Namun, jika makanan ini dikonsumsi terlalu sering atau secara berlebihan, Anda dapat mengalami sejumlah masalah kesehatan.Dilansir dari penelitian yang dilakukan University of Zurich, konsumsi daging olahan (seperti sosis) setiap hari, meskipun dalam jumlah kecil, berpotensi meningkatkan risiko kematian.Studi yang dilakukan di Eropa tersebut mengungkapkan bahwa risiko kematian meningkat sekitar 18 persen untuk setiap konsumsi 50 gram daging olahan per hari.Tingginya konsumsi daging olahan juga diperkirakan menjadi penyebab sekitar tiga persen kematian dini. Di samping itu, makan sosis secara berlebihan kerap dikaitkan dengan berbagai risiko gangguan kesehatan.

Bahaya terlalu banyak makan sosis

Berikut adalah sejumlah bahaya makan sosis secara berlebihan yang perlu Anda waspadai.

1. Risiko kanker

Sosis termasuk ke dalam jenis daging olahan. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker dari WHO memasukkan daging olahan sebagai karsinogen, yaitu sesuatu yang dapat menyebabkan kanker.Selain itu, hasil studi terkait yang dipublikasikan dalam International Journal of Epidemology menunjukkan:
  • Makan sosis atau daging olahan sebanyak 76 gram setiap hari memiliki risiko 20 persen lebih tinggi terkena kanker kolorektal daripada mereka yang hanya makan 21 gram daging.
  • Untuk setiap porsi 25 gram daging olahan setiap hari, risiko kanker kolorektal meningkat 19 persen.

2. Tinggi lemak jenuh

Bahaya makan sosis juga disebabkan kandungannya yang cenderung tinggi lemak jenuh. Lemak ini dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL). Tingginya kadar LDL telah dikaitkan dengan berbagai risiko penyakit, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, dan stroke.

3. Kelebihan natrium

Bahaya sosis lainnya datang dari kandungan natriumnya yang tinggi. Terlalu banyak konsumsi makanan bernatrium tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, di antaranya:
  • Meningkatkan tekanan darah, yakni kondisi yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke.
  • Semakin banyak asupan garam, semakin banyak kalsium yang hilang dalam tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kekurangan kalsium dalam darah, yang dapat berujung pada osteoporosis.
  • Mengiritasi lapisan lambung dari waktu ke waktu sehingga meningkatkan risiko kanker lambung, khususnya jika disertai dengan bakteri H. pylori.

4. Tinggi kalori

Sosis termasuk makanan tinggi kalori. Makan sosis terlalu banyak, terutama jika tidak disertai gaya hidup aktif, berpotensi menyebabkan penambahan berat badan dan meningkatkan risiko obesitas. Kelebihan berat badan kerap dikaitkan dengan berbagai penyakit kronis yang berbahaya.

5. Mengandung nitrat dan nitrit

Bahaya makan sosis juga muncul dari berbagai senyawa kimia berbahaya yang bersifat karsinogen. Nitrat dan nitrit merupakan senyawa kimia yang sering ditambahkan sebagai pengawet pada daging olahan seperti sosis.Saat masuk ke dalam tubuh, nitrat dan nitrit dapat berubah menjadi senyawa yang dapat berperan dalam peningkatan risiko kanker.Selain itu, daging olahan juga mengandung senyawa karsinogenik lainnya, seperti polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH) dan zat besi heme, yang dapat mendukung pembentukan senyawa karsinogenik di dalam tubuh.Untuk menghindari bahaya sosis, sebaiknya konsumsi daging olahan ini sewajarnya saja. Imbangi dengan makanan lain yang kaya gizi dan tinggi serat, serta gaya hidup aktif dan sehat.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
makanan tidak sehatpola hidup sehat
Science Daily. https://www.sciencedaily.com/releases/2013/03/130307124804.htm
Diakses 23 Juni 2021
Livestrong. https://www.livestrong.com/article/13726766-sausage-nutrition/
Diakses 23 Juni 2021
Nutritionix. https://www.nutritionix.com/food/beef-sausage
Diakses 23 Juni 2021
The Spruce Eats. https://www.thespruceeats.com/history-of-sausage-1807660
Diakses 23 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait