Infeksi yang dipicu oleh jamur Candida auris bisa menyebabkan kematian
Jamur Candida auris menyebar dengan cepat karena dapat bertahan pada permukaan kulit dan barang-barang

Selama ini masyarakat selalu berlindung di balik canggihnya perkembangan industri obat dalam menangani dan membasmi berbagai jenis infeksi bakteri, virus, parasit, dan jamur yang siap menyerang tubuh. Namun, apa yang terjadi jika salah satu organisme tersebut berhasil menyerang tubuh dan kebal terhadap obat-obatan yang biasanya manjur untuk menanggulanginya? Salah satu organisme yang kebal terhadap obat-obatan adalah jamur yang bernama Candida auris atau C.auris

Kemunculan jamur Candida auris

Jamur yang awalnya ditemukan menginfeksi manusia pada tahun 2009 di Jepang ini kembali naik pamor setelah ditemukan di lebih dari 30 negara dan menimbulkan keresahan global. Candida auris sebenarnya tidak mampu untuk hidup dalam tubuh manusia karena suhu tubuh manusia tidak ideal bagi pertumbuhan Candida auris. Namun, jamur ini diperkirakan mampu beradaptasi dengan suhu yang lebih panas akibat dari perubahan iklim yang makin panas.

Jamur Candida auris adalah jamur yang kebal terhadap obat antijamur yang biasanya dapat digunakan dan tersedia di pasaran. Umumnya Candida auris hanya kebal terhadap satu atau dua jenis obat antijamur saja. Namun, sekarang telah ditemukan beberapa jenis Candida auris yang bisa bertahan terhadap ketiga jenis obat antijamur yang beredar di pasaran.

Candida auris dapat menular dengan cepat karena bisa bertahan di kulit dan permukaan barang-barang, khususnya di rumah sakit atau pusat kesehatan lainnya. Tidak hanya penularannya yang cepat dan ketahanannya terhadap obat antijamur, Candida auris sulit untuk dideteksi menggunakan metode laboratorium umumnya dan infeksinya rentan untuk salah didiagnosis.

Candida auris dapat memunculkan berbagai penyakit serius pada penderitanya dan pada kasus tertentu bisa menyebar di tubuh penderita melalui pembuluh darah. Infeksi yang bisa terjadi adalah infeksi pada luka, infeksi telinga, dan infeksi pembuluh darah. 

Infeksi-infeksi yang dipicu oleh Candida auris bisa menyebabkan kematian. Tingkat kematian akibat infeksi Candida auris berkisar antara 30 sampai 60 persen, tetapi perlu diketahui bahwa sebelum terinfeksi Candida auris, penderita biasanya sudah terjangkit penyakit serius lainnya.

Siapa saja yang rentan terinfeksi jamur Candida auris?

Infeksi jamur Candida auris umumnya menjangkiti orang-orang yang sudah dari awal dirawat di rumah sakit dan memerlukan bantuan untuk menyokong kehidupannya, seperti saluran untuk makan, kateter, saluran untuk bernapas, dan sebagainya.

Namun, bagi penderita diabetes, orang yang sedang dalam terapi antimikroba atau antibiotik, dan orang yang baru saja menjalani bedah juga rentan terserang jamur Candida aurisSampai saat ini, masih dilakukan riset untuk mengetahui apa saja yang membuat seseorang menjadi lebih rentan terhadap infeksi jamur Candida auris.

Gejala infeksi jamur Candida auris

Gejala dari infeksi Candida auris terkadang tidak terlihat karena biasanya penderitanya sudah dirawat di rumah sakit karena mengalami penyakit kronis lainnya. Namun, gejala umum yang biasa muncul adalah:

  • Sepsis 
  • Demam dan menggigil sementara sedang menjalani medikasi antimikroba
  • Gejala tidak kunjung membaik meskipun sudah diberikan penanganan untuk antijamur

Tes laboratorium dengan alat-alat yang memadai diperlukan untuk mendeteksi infeksi jamur Candida auris. Deteksi infeksi jamur Candida auris dapat dilihat dari darah atau cairan tubuh penderita.

Namun, tes laboratorium harus menggunakan alat-alat khusus karena Candida auris bisa salah dideteksi dan dapat tertukar dengan jenis jamur lainnya, yaitu jamur Candida haemulonii.

Apakah infeksi jamur Candida auris dapat dicegah dan ditanggulangi?

Kebanyakan infeksi jamur Candida auris dapat diatasi dengan jenis antijamur echinocandin. Namun beberapa jamur Candida auris ditemukan kebal terhadap ketiga jenis obat antijamur.

Dalam keadaan demikian, pengobatan infeksi Candida auris mungkin bisa dilangsungkan dengan pemberian obat antijamur dalam dosis tinggi. Penanganan infeksi jamur Candida auris perlu dilakukan oleh dokter yang sudah berpengalaman dalam menangani kasus infeksi jamur Candida auris.

Pencegahan infeksi jamur Candida auris sementara ini dicegah dalam ranah pusat kesehatan dengan cara membersihkan barang-barang di rumah sakit dan pusat kesehatan lainnya dengan menggunakan desinfektan yang berstandar rumah sakit.

Catatan dari SehatQ

Candida auris mungkin telah berhasil mengembangkan kekebalan terhadap satu atau bahkan ketiga jenis antijamur yang umumnya digunakan, tetapi saat ini peneliti sedang mencoba untuk mencari alternatif pengobatan infeksi jamur Candida auris.

Sebuah penelitian pada tikus menunjukkan bahwa obat antijamur yang sedang dikembangkan menunjukkan hasil yang baik pada tikus. Namun, riset lebih lanjut mengenai obat ini masih diperlukan sebelum dilakukan uji coba pada manusia.

American Society for Microbiology. https://aac.asm.org/content/62/3/e02319-17.full
Diakses pada 26 Juli 2019

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/candida-auris/index.html
Diakses pada 26 Juli 2019

CDC. https://www.cdc.gov/drugresistance/solutions-initiative/stories/cdc-response-to-global-threat.html
Diakses pada 26 Juli 2019

CDC. https://www.cdc.gov/fungal/candida-auris/candida-auris-qanda.html
Diakses pada 26 Juli 2019

CNN. https://edition.cnn.com/2019/07/23/health/superbug-candida-auris-climate-crisis-study/index.html?utm_term=link&utm_source=twCNNi&utm_content=2019-07-24T11%3A08%3A52&utm_medium=social
Diakses pada 26 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health-news/everything-you-need-to-know-about-the-new-deadly-drug-resistant-fungus
Diakses pada 26 Juli 2019

MedicineNet. https://www.medicinenet.com/candida_auris_c_auris/article.htm#candida_auris_c_auris_facts
Diakses pada 26 Juli 2019

Artikel Terkait