Tips Merawat Orang Tua Sakit Agar Cepat Pulih


Merawat orang tua sakit bisa jadi tantangan. Nafsu makan yang menurun, suasana hati yang sulit ditebak membuat proses penyembuhan bisa terhambat. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merawat lansia adalah memberikan makanan dengan nutrisi yang dibutuhkkan, dan paling penting memahami penyakitnya.

(0)
cara merawat orang tua atau lansia yang sakit di rumahMerawat orang tua yang sakit membutuhkan kesabaran dan pemahaman akan kondisi kesehatannya
Penuaan merupakan proses alamiah yang terjadi pada setiap manusia. Ketika menua, berbagai tubuh akan lebih rentan terserang penyakit. Hal ini pula yang menyebabkan proses penyembuhan menjadi lebih lama ketika orang tua sakit. Agar membantu proses pemulihan, ada beberapa tips cara merawat orang tua yang sedang sakit, mulai dari pemilihan makanan untuk lansia, susu, hingga kebutuhan nutrisinya.

Cara merawat orang tua sakit untuk membantu proses penyembuhan 

Sebagai seorang anak atau mungkin caregiver, merawat orang tua sakit tentu bukanlah hal yang mudah. Rasa sedih yang muncul melihatnya sakit membuat Anda ikut merasakannya.Meski demikian, Anda tak bisa terus berdiam diri. Ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk merawat lansia sakit, agar proses pemulihannya berlangsung lebih cepat.

1. Memahami kondisi lansia

orang tua sakit pahami kondisinya
Agar dapat merawat orang tua yang sakit dengan baik, penting memahami kondisi kesehatan yang dialami
Memahami kondisi dan penyakit yang dialami lansia merupakan langkah awal dalam merawat orang tua yang sakit. Mengetahui dan paham sakit yang dialami lansia, membantu Anda atau caregiver untuk mengetahui pantangan dan anjuran yang perlu dilakukan lansia. Ini termasuk makanan yang tepat untuk lansia yang sakit, aktivitas yang diizinkan, hingga obat-obatan yang perlu dikonsumsi.Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter yang menangani orang tua Anda. Jangan lupa untuk selalu terbuka dengan orang tua terhadap pengobatan dan perawatan yang akan dilakukan. Sampaikanlah segala rencana pengobatan dengan hati-hati. Hal ini akan membuat lansia lebih kooperatif dan membuat proses pemulihan menjadi lebih mudah. 

2. Memastikan jadwal makannya teratur

Tidak sakit saja, lansia kadang mengalami penurunan nafsu makan. Ditambah sakit, makan bisa jadi hal yang menantang ketika merawat orang tua sakit.Meski demikian, penting bagi Anda untuk tetap menjaga rutinitas makan lansia secara teratur agar nutrisinya tetap tercukupi. Asupan yang terpenuhi dapat membantu tubuh mendapatkan nutrisi untuk perbaikan sel-sel tubuh. Dengan begitu, orang tua Anda bisa pulih lebih cepat.Untuk menyiasati lansia yang susah makan, Anda bisa menyiasatinya dengan memberikan porsi makan lebih kecil, tapi lebih sering. Hal ini cukup efektif dibandingkan dengan memberikan makanan dengan porsi orang dewasa tiga kali sehari. Penyajian makan yang menarik dan menyajikan makanan kesukaan lansia juga dapat membangkitkan mood dan selera makan mereka. 

3. Memastikan nutrisi dan kalori tercukupi

nutrisi penting dalam proses penyembuhan lansia sakit
Makanan bergizi penting untuk proses penyembuhan lansia yang sakit
Dalam masa pemulihan, makanan sangat penting untuk mempercepat penyembuhan. Makanan dengan gizi seimbang dapat memberikan energi dan nutrisi bagi fisik dan mental lansia.Pastikan makanan untuk lansia yang sedang sakit mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang seimbang.Beberapa nutrisi untuk lansia yang sebaiknya ada dalam makanan, antara lain vitamin A, vitamin B12, vitamin D, vitamin C, dan zinc.Semuanya penting bagi proses penyembuhan, seperti misalnya penyembuhan luka akibat sakit kulit lansia, membutuhkan peran vitamin C.Selain dari suplemen, ada baiknya Anda memberikan makanan yang kaya akan kandungan vitamin tersebut. Penyerapan vitamin dari makanan pada lansia cenderung lebih baik ketimbang dari suplemen. Pilihlah buah-buahan atau makanan segar lainnya untuk memastikan orang tua Anda mendapatkan asupan vitamin yang optimal.Untuk kebutuhan kalori, para ahli menganjurkan untuk sebanyak 25-35 kkal per kilogram berat badan lansia. Jadi, apabila orang tua Anda memiliki berat 65 kg, kebutuhan kalorinya adalah sekitar 2.275 kkal. 

4. Memastikan cairan tubuh tercukupi

Tubuh membutuhkan cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi dan ginjal dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Jika tidak ada larangan dari dokter, lansia sebaiknya mengonsumsi 2-3 liter per hari dalam berbagai bentuk, seperti air minum, sup, buah, atau teh herbal. Meski demikian, beberapa lansia yang memiliki penyakit ginjal atau yang lainnya mungkin membutuhkan jumlah yang berbeda. Sebaiknya Anda juga berkonsultasi dengan dokter terkait kebutuhan asupan cairan yang dibutuhkan oleh orang tua Anda. 

5. Konsumsi susu untuk lansia 

Susu dapat menjadi alternatif makanan sekaligus minuman dalam masa pemulihan bagi lansia yang sakit. Susu yang tepat untuk lansia adalah susu yang rendah atau bahkan tanpa lemak, yang mengandung tinggi vitamin D. Untuk menambah nutrisi, Anda bisa memberikan susu murni atau susu protein tinggi di sela waktu makan atau menambahkannya pada makanan kesukaan lansia, seperti puding. 

6. Istirahat yang cukup 

istirahat membantu proses pemulihan lansia
Pastikan orang tua yang sakit mendapat cukup istirahat
Gangguan tidur pada lansia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Padahal, istirahat atau tidur yang cukup menjadi kunci dalam proses penyembuhan. Ketika tidur, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi sitokin, yakni sejenis protein yang dapat membantu proses penyembuhan penyakit. Itu sebabnya, pastikan orang tua Anda tidur minimal 7-8 jam per malamnya, demi mempercepat proses kesembuhan. 

7. Curahkan perhatian dan kasih sayang 

Mencurahkan perhatian dan kasih sayang yang tulus dan penuh kesabaran membuat lansia merasa nyaman dalam menjalani perawatan. Hal ini dapat meningkatkan mood lansia yang juga dapat berperan dalam proses penyembuhan. 

Catatan dari SehatQ

Sakit merupakan kondisi umum yang dialami lansia sebagai respons dari penurunan fungsi fisiologis tubuh akibat penuaan. Proses pemulihan pada lansia memang membutuhkan perawatan khusus dan kesabaran bagi Anda yang merawatnya. Selain memahami beberapa cara merawat orang tua sakit di atas, penting bagi Anda untuk memperhatikan asupan makanannya. Makanan yang bisa diberikan untuk lansia yang sakit, antara lain daging sapi, ayam, hewan bercangkang (kaya akan zinc), serta susu, tuna, dan salmon yang kaya vitamin D.Jangan lupa untuk selalu konsultasi dengan dokter geriatri, bila perlu, terkait perkembangan kondisi kesehatan orang tua Anda. Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasinya di App Store dan Google Play sekarang juga!
nutrisi lansiagangguan lansialansiakesehatan lansia
Health in Aging. https://www.healthinaging.org/tools-and-tips/caregiver-guide-helping-recovery-illness
Diakses pada 27 Mei 2021
Web MD. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/eating-illness-caregivers
Diakses pada 27 Mei 2021
European Review of Aging and Physical Activity. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4890499/
Diakses pada 27 Mei 2021
Aged Care Weekly. https://www.agedcareweekly.com.au/milk-for-elderly-what-are-the-benefits/
Diakses pada 27 Mei 2021
Precision Nutrition. https://www.precisionnutrition.com/nutrition-for-seniors
Diakses pada 27 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait