Merasa Takut dalam Kesendirian? Bisa Jadi Itu Autophobia


Autophobia adalah rasa takut terhadap kesendirian atau cemas untuk merasa kesepian. Fobia ini membuat seseorang senantiasa membutuhkan orang lain untuk merasa aman.

0,0
25 Nov 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Autophobia adalah rasa takut terhadap kesendirian dan merasa ngeri jika ia tengah sendirian
Fobia merupakan ketakutan yang berlebihan dan tidak rasional terhadap suatu objek atau kondisi tertentu. Anda mungkin pernah mendengar ada orang yang memiliki fobia terhadap laba-laba, tempat tinggi, hingga ruangan sempit. Bagaimana dengan fobia terhadap kesendirian? Ya, beberapa mengalami fobia terhadap kesendirian yang disebut dengan autophobia atau monophobia. Apa gejala autophobia? 

Mengenal autophobia atau fobia takut sendiri

Autophobia adalah rasa takut terhadap kesendirian atau cemas untuk merasa kesepian. Autophobia membuat seseorang merasakan kecemasan yang parah saat sendiri walau berada di tempat yang nyaman seperti di rumah. Seseorang dengan fobia kesendirian akan membutuhkan kehadiran orang lain untuk merasa aman. Autophobia, atau disebut juga dengan monophobia, eremophobia, dan isolophobia, bukanlah gangguan psikologis resmi dan tidak tercantum dalam manual Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders edisi ke-5. Ketakutan ini jatuh dalam kategori yang disebut fobia spesifik – merujuk pada rasa takut atau cemas terhadap situasi atau objek yang spesifik.Namun, walau bukan gangguan mental resmi, tekanan dan rasa cemas akibat autophobia dapat berefek negatif terhadap kehidupan penderitanya. Autophobia pun dapat memicu gejala psikis maupun fisik yang tentu membutuhkan penanganan. 

Ragam gejala autophobia

Penderita autophobia akan merasa cemas dan nyeri dada ketika membayangkan akan ditinggal sendirian
Autophobia dapat menimbulkan gejala fisik seperti nyeri dada
Autophobia atau monophobia dapat menimbulkan gejala tertentu, termasuk:
  • Takut berlebihan saat sendirian
  • Mengalami ketakutan saat membayangkan apa yang bisa terjadi jika ia sendirian
  • Mengalami gejala fisik seperti tubuh gemetar, berkeringat, nyeri dada, pusing, jantung berdebar-debar, napas sangat cepat, dan mual saat sendirian atau dalam situasi di mana ia akan sendirian
  • Merasa ngeri saat sendirian atau dalam situasi di mana ia akan sendirian
  • Keinginan yang luar biasa untuk melarikan diri saat sendirian
  • Merasa cemas saat mengantisipasi kesepian
Orang dengan autophobia seringkali tidak mencari bantuan profesional untuk menangani kondisinya. Pasalnya, ia menganggap bahwa ketakutan yang dialami tidak berdasar sehingga mungkin malu untuk mengakui masalahnya dan mendiskusikan gejala yang ia alami. Apabila Anda merasakan gejala autophobia di atas, terlebih jika sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, mencari bantuan ahli sangat dianjurkan.

Apa sebenarnya penyebab autophobia?

Layaknya fobia spesifik lain, penyebab dari autophobia atau monophobia belum diketahui dengan pasti. Namun, diyakini bahwa fobia takut sendiri ini berkaitan dengan trauma atau pengalaman negatif saat sendirian di masa lalu.Fobia seringkali mulai timbul di diri seseorang saat ia masih kanak-kanak. Orang dengan fobia biasanya juga tidak bisa mengingat dengan pasti sumber dari ketakutan tersebut. Autophobia mungkin berkaitan dengan pengalaman masa kecil yang membuatnya merasa ditinggalkan, seperti akibat perceraian atau anggota keluarga yang meninggal dunia.

Penanganan untuk autophobia

Penanganan utama untuk orang dengan autophobia adalah psikoterapi, seperti terapi eksposur dan terapi perilaku kognitif. Beberapa kasus autophobia atau monophobia juga mungkin memerlukan obat-obatan.

1. Terapi eksposur

Terapi eksposur bertujuan untuk mengatasi perilaku seseorang yang cenderung menghindari sumber fobianya. Pada terapi ini, dokter akan berusaha memberi paparan sumber fobia penderita autophobia, diawali dengan situasi terkontrol dan dilanjutkan dengan situasi di kehidupan nyata. Harapannya, penderitanya mampu menghadapi kesendirian di masa mendatang. 

2. Terapi perilaku kognitif

Pada terapi perilaku kognitif, konselor akan berusaha memaparkan pasien terhadap fobianya. Teknik lain akan dilakukan untuk membantu pasien mengendalikan ketakutannya saat sendiri. Selain itu, pola pikir pasien terkait fobianya juga akan berusaha dipahami oleh konselor. Hasil yang diharapkan dari terapi perilaku kognitif adalah rasa percaya diri pasien untuk menghadapi autophobia-nya. Dengan begitu, gejala yang dirasakan pasien pun diharapkan dapat berkurang.

3. Obat-obatan

Beberapa kasus autophobia akan memerlukan obat-obatan untuk meredakan gejala yang dirasakan pasien. Obat-obatan biasanya diresepkan di awal penanganan untuk penggunaan jangka pendek. Beberapa obat yang akan diresepkan dokter, yaitu:
  • Beta-blocker, yaitu obat yang membantu menghambat stimulasi adrenalin di dalam tubuh. Adrenalin merupakan senyawa yang muncul saat seseorang merasa cemas.
  • Obat penenang, seperti benzodiazepin. Benzodiazepin membantu pasien lebih rileks namun penggunaannya harus sangat hati-hati karena dapat menyebabkan ketergantungan.

Catatan dari SehatQ

Autophobia adalah rasa takut terhadap kesendirian dan merasa ngeri jika ia tengah sendirian. Untuk tips lain terkait autophobia, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ tersedia gratis di Appstore dan Playstore yang setia dampingi hidup sehat Anda.
gangguan kecemasanfobiakeringat dingin
Dual Diagnosis. https://dualdiagnosis.org/substance-abuse-among-suffering-phobias/autophobia
Diakses pada 10 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/autophobia
Diakses pada 10 November 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319816
Diakses pada 10 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait