Merasa Sering Terlambat? Anda Mungkin Seorang Tidsoptimist

(0)
18 Jun 2021|Nenti Resna
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Seorang tidsoptimist tidak bisa memperkirakan waktu dengan baikSeorang tidsoptimist sering datang terlambat karena tidak bisa mengatur waktunya
Tidsoptimist adalah sebuah istilah dari Bahasa Swedia yang berarti “optimisme waktu”. Istilah ini digunakan pada seseorang yang memiliki kebiasaan selalu terlambat karena merasa memiliki banyak waktu dibandingkan keadaan sebenarnya.Jika Anda sering datang terlambat ke kantor, bersikap terlalu santai, menyerahkan tugas tidak tepat waktu, dan membuat orang lain menunggu lama dari waktu yang dijanjikan, Anda mungkin adalah seorang tidsoptimist.

Penyebab seseorang menjadi tidsoptimist

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab seseorang memiliki sikap tidsoptimist.

1. Tidak bisa memperhitungkan waktu dengan baik

Seorang tidsoptimist biasanya selalu terlambat karena tidak dapat memperhitungkan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan dengan tepat.Ketidakmampuan ini dapat membuat Anda kerap menunda-nunda pekerjaan karena berpikir masih ada cukup waktu untuk mengerjakannya di lain waktu.Anda juga mungkin berpikir bahwa semua pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat, tapi kenyataannya memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.

2. Tidak mampu mengatur prioritas

Tidsoptimist juga dapat berkaitan dengan ketidakmampuan mengatur prioritas, di mana seseorang menghabiskan banyak waktu untuk melakukan hal yang disukai dan menunda pekerjaan yang lebih penting. Misalnya, lebih memilih menghabiskan waktu di media sosial ketimbang mengerjakan pekerjaannya.Sikap ini muncul karena Anda yakin masih punya banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan sehingga menjadi terlalu santai dan mengerjakan hal-hal lain yang bukan prioritas.

3. Ingin melakukan banyak hal dalam waktu terbatas

Tidsoptimist juga dapat terjadi karena Anda ingin melakukan banyak hal, tanpa memperhitungkan kecukupan waktu untuk melakukan semuanya. Kondisi ini dapat membuat Anda kesulitan saat berusaha memenuhi semua komitmen yang telah disetujui.Anda mungkin harus pontang-panting dari satu tempat ke tempat lainnya dan mengerjakan banyak hal dalam waktu yang terbatas.Pada akhirnya, sikap ini membuat Anda selalu datang terlambat dari jadwal, selalu merasa terburu-buru, memberikan hasil pekerjaan yang tidak maksimal, bahkan mungkin mengalami kerepotan lain yang tidak seharusnya terjadi.

4. Budaya cramming

Ada pula yang mengganggap bahwa tidsopitimist berkaitan dengan kebiasaan cramming, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai ‘sistem kebut semalam’ (SKS) yang lekat dengan anak sekolah dan mahasiswa.Ini adalah kondisi di mana seseorang menjejalkan semua tugas mendekati batas waktu dan dikerjakan dalam waktu yang singkat. Contoh lainnya adalah baru belajar setelah mendekati waktu tes atau ujian.

Tanda-tanda tidsoptimist yang bisa dikenali

Berikut adalah tanda-tanda yang menunjukkan seseorang memiliki perilaku tidsoptimist.
  • Selalu merasa punya banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu
  • Selalu terlambat menghadiri pertemuan
  • Menunda-nunda pekerjaan
  • Mengambil pekerjaan atau aktivitas sosial terlalu banyak
  • Kesulitan berprestasi
  • Peningkatan stres, kecemasan, dan kelelahan.
Tidsoptimist dapat menjadi penyebab seseorang tidak berprestasi atau bahkan mengalami kegagalan. Keterbatasan waktu dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan dapat menghasilkan hasil yang tidak sesuai harapan.Kondisi tersebut dapat menyebabkan stres, kecemasan, kelelahan berlebihan, bahkan frustrasi. Sehingga, Anda tidak dapat meningkatkan kinerja akademis atau prestasi di bidang pekerjaan lain yang Anda tekuni.

Cara mengatasi tidsoptimist

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi perilaku tidsoptimist.
  • Belajarlah mengatur waktu. Salah satu cara terbaik adalah dengan memetakan aktivitas harian yang harus Anda lakukan.
  • Catat dan perhatikan berapa banyak waktu yang Anda butuhkan untuk menyelesaikan setiap tugas dan aktivitas. Hal ini bermanfaat untuk membantu Anda saat membuat perencanaan waktu untuk menyelesaikan setiap tugas dan membantu menyesuaikan diri dengan jangka waktu.
  • Belajar menyicil pekerjaan, misalnya dengan mempelajari setiap bab secara bertahap daripada mencoba menghafal seluruh buku dalam rentang waktu lama. Anda juga dapat menyicil pekerjaan dari waktu ke waktu.
  • Hilangkan persepsi bahwa Anda memiliki banyak waktu dengan berorientasi pada tujuan. Misalnya, jika ingin berselancar di sosial media, persiapkan otak Anda untuk menyelesaikan tugas terlebih dahulu. Selain mendorong produktivitas, Anda juga bisa merasa mendapatkan penghargaan dan bebas dari rasa bersalah.
Yang paling penting, Ikuti rencana harian yang telah Anda tetapkan dengan penuh komitmen untuk menghilangkan tidsoptimist. Jika Anda tidak dapat melakukannya sendirian, mintalah bantuan orang terdekat untuk mengingatkan Anda supaya tetap berkomitmen dengan jadwal yang telah ditetapkan.Apabila Anda memiliki pertanyaan seputar masalah kesehatan, Anda bisa bertanya langsung dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
kesehatan mentalanak sekolah
Career in Audit. https://www.careersinaudit.com/article/tidsoptimism-charm-or-offensive-/
Diakses 4 Juni 2021
Sunstar Phillipines. https://www.sunstar.com.ph/article/1774556
Diakses 4 Juni 2021
Mocomi. https://mocomi.com/tidsoptimist/
Diakses 4 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait