logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Mental

Ciri-ciri Orang Perfeksionis dan Dampaknya bagi Diri Sendiri

open-summary

Ciri-ciri orang perfeksionis bisa membawa orang dalam kecemasan berlebih. Mereka pun jadi sering menunda-nunda pekerjaan karena ingin sempurna.


close-summary

3

(1)

14 Apr 2022

| Ade Irawan

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Ciri orang perfeksionis

Ingin sempurna di tempat kerja bisa sebabkan stres

Table of Content

  • Ciri orang perfeksionis
  • Dampak buruk orang perfeksionis
  • Cara mengatasi sifat perfeksionis
  • Catatan dari SehatQ

Mencari kesempurnaan dalam segala detail merupakan hal penting yang harus dikerjakan oleh orang perfeksionis. Sayangnya, standar tinggi tersebut sering membuat para perfeksionis menyebabkan stres sampai perasaan tidak menyenangkan lainnya. CIri orang perfeksionis ini akan mudah didapatkan di lingkungan pekerjaan.

Advertisement

Menjadi orang perfeksionis sebenarnya baik untuk memacu diri agar selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Namun, menilai sesuatu harus selalu tanpa cela adalah sebuah kesalahan yang bisa sangat mengganggu. Anda bisa saja dibenci oleh lingkungan sosial karena masalah ini. Lebih buruknya lagi, Anda malah membenci diri sendiri karena tidak bisa seperti apa yang diinginkan.

Ciri orang perfeksionis

Penyebab seseorang menjadi perfeksionis sangatlah tidak jelas, tapi ada pendapat menilai bahwa ini terjadi karena sebuah kebiasaan. Orang perfeksionis memiliki kepercayaan bahwa mereka lebih berharga karena semua yang telah dicapai. Pendidikan akademis di sekolah atau perguruan tinggi juga sedikit-banyak mengubah orang menjadi sangat perfeksionis. Mereka menantang diri sendiri untuk menjadi sempurna demi tujuan pribadi.

Punya tujuan yang tinggi layaknya seorang perfeksionis sebenarnya bagus untuk Anda. Namun, hal tersebut akan membuat Anda menjadi lebih tersiksa karena selalu tidak pernah puas dengan hasil kerja sendiri maupun orang lain. Temukan ciri-ciri perfeksionis di bawah ini:

1. Senang menjadi sempurna

Menjadi yang terbaik dengan sebuah kecacatan tidak ada dalam kamus mereka yang punya sifat perfeksionis. Semua harus dilakukan dengan sempurna bahkan melebihi target yang diset sejak awal. Saat orang lain merasa cukup senang dengan pencapaian yang mendekati target, orang perfeksionis menganggap itu sebagai sebuah kegagalan.

2. Sangat kritis dengan berbagai hal

Alih-alih melihat sebuah pencapaian, orang perfeksionis cenderung berfokus pada kekurangan dan ketidaksempurnaan. Mereka pun mungkin tidak bisa memberikan selamat untuk orang lain yang berprestasi. Malah, orang perfeksionis cenderung menghukum diri sendiri atau menyalahkan mereka yang melakukan kesalahan.

3. Punya standar yang terlampau tinggi

Saking tingginya, pencapaian tersebut menjadi sangat tidak mungkin dilakukan. Target tersebut sengaja dibuat dari awal untuk memacu para perfeksionis dan orang-orang di sekitarnya berbuat lebih banyak. Karena mustahil dicapai, tentunya seluruh pekerjaan pun tidak akan selesai sesuai dengan ekspektasi.

Tidak jarang, mereka akan merasa tertekan saat ada sesuatu yang tidak terpenuhi. Mereka akan terus berkutat pada pikiran dan perasaan negatif ketika sesuatu tidak tercapai.

4. Kurang bisa menerima kritik

Kritik dari orang lain sebenarnya berguna untuk memperbaiki diri di masa depan. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk orang perfeksionis. Karena kegagalan merupakan sebuah mimpi buruk, orang perfeksionis cenderung tidak bisa menerima kritik dan menjaga pendapat mereka saat gagal.

Di sisi lain, perfeksionis sangat kritis dengan dirinya sendiri. Mereka juga akan sangat menderita jika harga dirinya direndahkan akibat sebuah kegagalan. Hal ini pun bisa membuat si perfeksionis merasa terisolasi dari dunia sosial karena membuat orang lain menjauhinya.

5. Sulit mempercayai orang lain

Orang perfeksionis akan sulit untuk mendelegasikan pekerjaan kepada orang lain. Hal ini karena mereka menganggap orang lain tidak bisa mengerjakan pekerjaan sebaik dirinya.

Biarpun akhirnya diberikan, Anda mungkin akan memberikan penilaian buruk tentang segala hal yang dilakukan orang lain. Hal ini disebabkan standar tinggi yang dipatok untuk orang lain.

6. Suka menunda pekerjaan

Mereka yang punya sifat perfeksionis sering menunda-nunda pekerjaan. Mereka akan mengatur banyak hal supaya mendapatkan hasil yang terbaik. Menunda pekerjaan ini juga dimaksudkan untuk menilai hasil yang akan dicapai nantinya.

7. Mengontrol banyak hal

Ciri orang perfeksionis lainnya adalah mengontrol banyak hal. Mereka mau semuanya sempurna hingga harus terjun langsung ke dalam pekerjaannya. Jika memang dikerjakan oleh orang lain, pekerjaan itu akan langsung diperhatikan olehnya.

Baca juga: Tips Hidup Sehat di Kantor supaya Tetap Bugar dan Bebas dari Stres

Dampak buruk orang perfeksionis

Menjadi sempurna punya dampak buruk untuk Anda dan lingkungan sekitar. Berikut efek buruk yang bisa ditimbulkan dari memiliki sifat perfeksionis:

1. Cemas dan khawatir berlebihan

Saat seseorang perfeksionis ingin mencapai tujuannya, mereka akan bekerja lebih keras. Sayangnya, ini akan menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang tidak perlu. Anda bisa akan merasa selalu tidak puas sehingga jadi tidak bisa santai sama sekali. Sebuah studi menyebutkan, 70% remaja yang meninggal akibat bunuh diri disebabkan oleh kebiasaan menaruh ekspektasi tinggi.

2. Depresi

Perfeksionis akan melihat sesuatu pada diri mereka sendiri. Kalau hal tersebut tidak ada atau tidak bisa dilakukan, mereka akan cenderung menghukum diri sendiri. Banyak dari para perfeksionis mengalami gangguan makan, depresi, hingga kematian saat usia muda.

3. Hubungan sosial yang merenggang

Mengharapkan seseorang untuk menjadi sempurna juga bisa memperburuk hubungan Anda dengan orang lain. Tidak ada orang yang akan senang berteman dengan seseorang yang selalu memaksa orang lain untuk menjadi lebih baik.

4. Tidak pernah merasa puas

Meminta orang lain untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan yang Anda mau merupakan efek terburuk dari menjadi perfeksionis. Anda jadi tidak bisa menilai sesuatu secara objektif dan melihat semuanya serbakekurangan. Mereka pun selalu menerapkan standar tinggi dan tidak pernah puas.

5. Lebih rentan jatuh sakit

Terbukti dari studi terhadap 450 orang berusia lanjut di atas 65 tahun selama lebih dari 6 tahun, ada hubungan antara perfeksionisme dengan risiko jatuh sakit. Bahkan pada orang berusia lanjut, hal ini pun berkaitan dengan risiko kematian.

Partisipan yang memiliki tingkat perfeksionisme tinggi berisiko 51% lebih tinggi meninggal dunia dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu perfeksionis. Pemicu utamanya adalah stres dan cemas berlebih yang cukup parah.

6. Rentan salah paham

Ketika mendengarkan masukan dari orang lain atau rekan kerja, ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman. Alasannya karena saran baik yang membangun sekalipun bisa dianggap sebagai kritik yang destruktif. Adanya masukan atau kritik seakan membuktikan bahwa mereka lemah untuk mengerjakan perkerjaan darinya.

Dalam jangka panjang, frekuensi kesalahpahaman ini bisa membuat orang perfeksionis sukar memiliki teman dekat. Orang lebih memilih menghindari mereka karena tidak mau terlibat dalam konflik.

7. Rentan ingin bunuh diri

Tidak menutup kemungkinan, terbersit suicidal thought ketika merasa gagal. Ada rasa tidak siap apabila situasi tidak berjalan dengan sempurna. Ini sangat berkaitan dengan masalah depresi dan kecemasan berlebih. Apabila tidak mendapat ruang untuk mengatasi perasaan luar biasa ini, bunuh diri bisa saja dianggap sebagai solusi.

Baca juga: Dampak Buruk Berdebat di Media Sosial untuk Kesehatan

Cara mengatasi sifat perfeksionis

Memacu diri untuk terus berkembang sebenarnya baik sekaligus menyiksa kesehatan mental jika dilakukan secara berlebihan. Berikut cara untuk membantu Anda tidak menjadi orang perfeksionis yang berlebihan:

  • Membuat target jangka pendek yang realistis untuk dicapai
  • Mengerjakan sesuatu sedikit demi sedikit
  • Hanya mengerjakan satu aktivitas dalam satu waktu
  • Mengakui semua kesalahan yang dibuat
  • Bersiap menghadapi kegagalan dan pahami itu adalah sebuah hal yang normal
  • Lebih terbuka untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis

Jika dibutuhkan, Anda bisa melakukan terapi untuk menghilangkan rasa menyalahkan diri sendiri saat mengalami kegagalan.

Baca juga: Cara Mengatasi Cemas di Kantor

Catatan dari SehatQ

Orang perfeksionis selalu membuat target pencapaian yang terlampau tinggi bahkan sangat sulit untuk direalisasikan. Saat tidak bisa meraihnya, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari sifat perfeksionis adalah kehidupan sosial yang buruk hingga depresi.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dampak buruk dari menjadi orang perfeksionis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

stresgangguan mentalgangguan psikologis

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved