Merasa Jadi Orang Perfeksionis? Kenali Ciri-ciri dan Dampaknya bagi Diri Sendiri


Orang perfeksionis adalah mereka yang selalu memacu diri untuk bekerja dan tampil lebih baik. Sayangnya, hal tersebut malah akan memberikan dampak negatif.

(0)
15 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Orang perfeksionis rentan mengalami stres dan cemas ketika hasil pekerjaan tidak sempurnaSaat hasil pekerjaan tidak sesempurna yang diharapkan, orang pefeksionis cenderung merasa stres
Mencari kesempurnaan dalam segala detail merupakan hal penting yang harus dikerjakan oleh orang perfeksionis. Sayangnya, standar tinggi tersebut sering membuat para perfeksionis mengalami stres sampai perasaan tidak menyenangkan lainnya.Menjadi orang perfeksionis sebenarnya baik untuk memacu diri agar selalu lebih baik dari waktu ke waktu. Namun, menilai sesuatu harus selalu tanpa cela adalah sebuah kesalahan yang bisa sangat mengganggu. Anda bisa saja dibenci oleh lingkungan sosial karena masalah ini. Lebih buruknya lagi, Anda malah membenci diri sendiri karena tidak bisa seperti apa yang diinginkan.

Sifat dan ciri orang perfeksionis

Penyebab seseorang menjadi perfeksionis sangatlah tidak jelas, tapi ada pendapat menilai bahwa ini terjadi karena sebuah kebiasaan. Orang perfeksionis percaya bahwa mereka lebih berharga karena semua yang telah dicapai. Pendidikan akademis di sekolah atau perguruan tinggi juga sedikit-banyak mengubah orang menjadi sangat perfeksionis. Mereka menantang diri sendiri untuk menjadi sempurna demi tujuan pribadi.Punya tujuan yang tinggi layaknya seorang perfeksionis sebenarnya bagus untuk Anda. Namun, hal tersebut akan membuat Anda menjadi lebih tersiksa karena selalu tidak pernah puas dengan hasil kerja sendiri maupun orang lain. Temukan ciri-ciri perfeksionis di bawah ini:

1. Jadi sempurna atau tidak sama sekali

Menjadi yang terbaik dengan sebuah kecacatan tidak ada dalam kamus orang perfeksionis. Semua harus dilakukan dengan sempurna bahkan melebihi target yang diset sejak awal. Saat orang lain merasa cukup senang dengan pencapaian yang mendekati target, orang perfeksionis menganggap itu sebagai sebuah kegagalan.

2. Sangat kritis dengan berbagai hal

Alih-alih melihat sebuah pencapaian, orang perfeksionis cenderung berfokus pada kekurangan dan ketidaksempurnaan. Mereka pun mungkin tidak bisa memberikan selamat untuk orang lain yang berprestasi. Malah, orang perfeksionis cenderung menghukum diri sendiri atau menyalahkan mereka yang melakukan kesalahan.

3. Punya standar yang terlampau tinggi

Saking tingginya, pencapaian tersebut menjadi sangat tidak mungkin dilakukan. Target tersebut sengaja dibuat dari awal untuk memacu para perfeksionis dan orang-orang di sekitarnya berbuat lebih banyak. Karena mustahil dicapai, tentunya seluruh pekerjaan pun tidak akan selesai sesuai dengan ekspektasi.Tidak jarang, mereka akan merasa tertekan saat ada sesuatu yang tidak terpenuhi. Mereka akan terus berkutat pada pikiran dan perasaan negatif ketika sesuatu tidak tercapai.

4. Kurang bisa menerima kritik

Kritik dari orang lain sebenarnya berguna untuk memperbaiki diri di masa depan. Sayangnya, hal tersebut tidak berlaku untuk orang perfeksionis. Karena kegagalan merupakan sebuah mimpi buruk, orang perfeksionis cenderung tidak bisa menerima kritik dan menjaga pendapat mereka saat gagal.Di sisi lain, perfeksionis sangat kritis dengan dirinya sendiri. Mereka juga akan sangat menderita jika harga dirinya direndahkan akibat sebuah kegagalan. Hal ini pun bisa membuat si perfeksionis merasa terisolasi dari dunia sosial karena membuat orang lain menjauhinya.

Efek buruk dari menjadi orang perfeksionis

Menjadi sempurna punya dampak buruk untuk Anda dan lingkungan sekitar. Berikut efek buruk yang bisa ditimbulkan dari memiliki sifat perfeksionis:
  • Cemas dan khawatir berlebihan

Saat seseorang perfeksionis ingin mencapai tujuannya, mereka akan bekerja lebih keras. Sayangnya, ini akan menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang tidak perlu. Anda bisa akan merasa selalu tidak puas sehingga jadi tidak bisa santai sama sekali. Sebuah studi menyebutkan, 70% remaja yang meninggal akibat bunuh diri disebabkan oleh kebiasaan menaruh ekspektasi tinggi.
  • Depresi

Perfeksionis akan melihat sesuatu pada diri mereka sendiri. Kalau hal tersebut tidak ada atau tidak bisa dilakukan, mereka akan cenderung menghukum diri sendiri. Banyak dari para perfeksionis mengalami gangguan makan, depresi, hingga kematian saat usia muda.
  • Hubungan sosial yang merenggang

Mengharapkan seseorang untuk menjadi sempurna juga bisa memperburuk hubungan Anda dengan orang lain. Tidak ada orang yang akan senang berteman dengan seseorang yang selalu memaksa orang lain untuk menjadi lebih baik.
  • Tidak pernah merasa puas

Meminta orang lain untuk berpikir dan bertindak sesuai dengan yang Anda mau merupakan efek terburuk dari menjadi perfeksionis. Anda jadi tidak bisa menilai sesuatu secara objektif dan melihat semuanya serba kekurangan.

Cara agar tidak menjadi orang perfeksionis

Memacu diri untuk terus berkembang sebenarnya baik sekaligus menyiksa kesehatan mental jika dilakukan secara berlebihan. Berikut cara untuk membantu Anda tidak menjadi orang perfeksionis yang berlebihan:
  • Membuat target jangka pendek yang realistis untuk dicapai
  • Mengerjakan sesuatu sedikit demi sedikit
  • Hanya mengerjakan satu aktivitas dalam satu waktu
  • Mengakui semua kesalahan yang dibuat
  • Bersiap menghadapi kegagalan dan pahami itu adalah sebuah hal yang normal
  • Lebih terbuka untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis
Jika dibutuhkan, Anda bisa melakukan terapi untuk menghilangkan rasa menyalahkan diri sendiri saat mengalami kegagalan.

Catatan dari SehatQ

Orang perfeksionis selalu membuat target pencapaian yang terlampau tinggi bahkan sangat sulit untuk direalisasikan. Saat tidak bisa meraihnya, mereka cenderung menyalahkan diri sendiri. Dampak negatif yang bisa ditimbulkan dari sifat perfeksionis adalah kehidupan sosial yang buruk hingga depresi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar dampak buruk dari menjadi orang perfeksionis, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
stresgangguan mentalgangguan psikologis
Healthline. https://www.healthline.com/health/perfectionism#prevention
Diakses pada 1 Maret 2021
Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/signs-you-may-be-a-perfectionist-3145233
Diakses pada 1 Maret 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323323#What-exactly-is-perfectionism
Diakses pada 1 Maret 2021
National Center of Biotechnology Information https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23889574/
Diakses pada 1 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait