Bisakah Menyusui Membuat Mata Bayi Kuning? Ketahui Faktanya!

Mata bayi kuning disebabkan adanya kadar bilirubin dalam darah yang tinggi
Mata bayi kuning dapat mengindikasikan adanya kelainan

Mata bayi kuning merupakan kondisi yang sering dialami pada bayi baru lahir. Selain mata, kulit juga akan tampak kuning. Hal ini disebabkan adanya kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari hasil pemecahan sel darah merah.

Penyakit kuning atau jaundice pada bayi dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi juga mampu bertahan dalam waktu lama. Kondisi ini sering dialami pada bayi yang menyusui. Dua penyakit kuning yang berkaitan dengan menyusui, yaitu breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice.

Breastmilk jaundice

Breastmilk jaundice atau penyakit kuning karena air susu ibu (ASI) memiliki gejala mata bayi kuning dan kuning pada tubuh bayi akan bertahan setelah jaundice fisiologis menghilang. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi sehat, cukup bulan, dan mendapatkan ASI. Breastmilk jaundice terjadi setelah tiga minggu setelah lahir.

Penyebab terjadinya penyakit kuning pada breastmilk jaundice tidak diketahui pasti. Hal ini diduga karena adanya substansi dalam ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Breastmilk jaundice lebih sering dialami oleh anak yang memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.

Bayi kuning karena breastmilk jaundice tidak perlu berhenti mengonsumsi ASI. Kondisi ini tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ASI yang dihasilkan ibu. Sambil menyusui, secara perlahan-lahan akan terjadi penurunan pada kadar bilirubin bayi.

Mata bayi kuning akibat breastmilk jaundice dapat bertahan hingga 14 hari. Kondisi kuning pada bayi juga bisa menetap hingga usia 3-12 minggu. Keadaan ini tidak berbahaya selama kadar bilirubin terkontrol dan bayi tetap mendapat asupan nutrisi yang memadai.

Kasus breastmilk jaundice yang sesungguhnya jarang terjadi. Pada bayi yang tampak kuning, dokter akan memastikan bahwa bayi memperoleh pasokan ASI yang mencukupi. Apabila ASI tercukupi tetapi bayi tetap mengalami kuning, keadaan ini mungkin disebabkan karena breastmilk jaundice.

Breastfeeding jaundice

Mata bayi kuning akibat breastfeeding jaundice seringkali disamakan dengan breastmilk jaundice. Padahal, keduanya disebabkan oleh hal yang berbeda. Penyakit kuning dari breastfeeding jaundice timbul karena kurangnya konsumsi susu pada bayi.

Konsumsi susu berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus pada bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk dalam tubuh. Apabila tidak terjadi pergerakan usus, bilirubin yang menumpuk akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah. Selain itu, kondisi ini juga menghambat pengeluaran mekonium yang memiliki kandungan bilirubin tinggi.

Breastfeeding jaundice umumnya terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir, pada umumnya 3-4 hari setelah lahir berbeda dengan kondisi breastmilk jaundice yang terjadi lebih lama. Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila bayi memperoleh cukup asupan ASI.

Bayi dengan breastfeeding jaundice dianjurkan untuk tetap memperoleh ASI. Pemberian ASI yang semakin sering mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu dan juga meningkatkan asupan kalori pada bayi. Selain itu, ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Hal ini tentunya berperan untuk mengurangi kondisi kulit dan mata bayi kuning.

[[artikel-terkait]]

Perawatan pada breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice

Pada kadar bilirubin bayi di bawah 20 mg/dL, langkah-langkah berikut dapat dilakukan pada bayi sehat dan cukup bulan:

  1. Meningkatkan asupan ASI menjadi lebih sering, sebanyak 8-12 kali per hari. Peningkatan asupan akan meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran bilirubin.
  2. Pastikan bayi dapat mengisap ASI dengan baik saat menyusui. Hal ini menjaga agar bayi dapat memperoleh asupan ASI yang dibutuhkannya.
  3. Konsultasikan pada dokter Anda apakah bayi membutuhkan suplemen untuk meningkatan asupan nutrisi. Pada kadar bilirubin melebihi 15-20 mg/dL, mungkin perlu dilakukan fototerapi pada bayi Anda.

Apabila terjadi kuning pada bayi Anda, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya agar mendapat penanganan yang tepat.

Artikel Terkait

Banner Telemed