Bayi Kuning Karena ASI Apakah Berbahaya? Ketahui Faktanya!

0,0
30 May 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi kuning karena ASI bisa disebabkan karena kadar bilirubin tinggi akibat kurang asupan susuBayi kuning karena ASI dapat ditandai dengan mata bayi kuning
Bayi kuning karena ASI adalah kondisi yang umum dialami bayi baru lahir. Hal ini disebabkan adanya kadar bilirubin dalam darah yang tinggi. Bilirubin merupakan pigmen berwarna kuning yang dihasilkan dari hasil pemecahan sel darah merah.
Penyakit kuning atau jaundice pada bayi dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari, tetapi juga mampu bertahan dalam waktu lama. Kondisi ini sering dialami pada bayi yang menyusui. Dua penyakit kuning yang berkaitan dengan menyusui, yaitu breastmilk jaundice dan breastfeeding jaundice.

Penyebab bayi kuning

Penyakit kuning fisiologis adalah jenis penyakit kuning yang normal terjadi pada bayi. Dikutip dari American Pregnancy, kondisi ini diketahui dapat mempengaruhi hingga 60% bayi cukup bulan di minggu pertama kelahiran.Bayi kuning adalah gangguan darah yang disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin. Bilirubin adalah zat yang dibuat oleh pemecahan normal sel darah merah yang seharusnya dibuang oleh hati. Penyakit kuning akan berkembang ketika hati bayi tidak cukup efisien untuk mengeluarkan bilirubin dari aliran darah.Begitu bayi mulai dewasa dan jumlah sel darah merahnya berkurang, penyakit kuning akan menghilang dengan sendirinya. Ini biasanya terjadi sekitar 1-2 minggu setelah lahir.

Bayi kuning karena ASI (breastmilk jaundice)

Breastmilk jaundice atau bayi kuning karena ASI memiliki gejala mata bayi kuning dan kuning pada tubuh bayi akan bertahan setelah jaundice fisiologis menghilang. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi sehat, cukup bulan, dan mendapatkan ASI. Breastmilk jaundice terjadi setelah tiga minggu setelah lahir.Penyebab terjadinya penyakit kuning pada breastmilk jaundice tidak diketahui pasti. Hal ini diduga karena adanya substansi dalam ASI yang menghambat pemecahan bilirubin. Breastmilk jaundice lebih sering dialami oleh anak yang memiliki riwayat keluarga dengan keluhan serupa.Bayi kuning karena breastmilk jaundice tidak perlu berhenti mengonsumsi ASI. Kondisi ini tidak mengindikasikan adanya kelainan pada ASI yang dihasilkan ibu. Sambil menyusui, secara perlahan-lahan akan terjadi penurunan pada kadar bilirubin bayi.Mata bayi kuning akibat breastmilk jaundice dapat bertahan hingga 14 hari. Kondisi kuning pada bayi juga bisa menetap hingga usia 3-12 minggu. Keadaan ini tidak berbahaya selama kadar bilirubin terkontrol dan bayi tetap mendapat asupan nutrisi yang memadai.Kasus breastmilk jaundice yang sesungguhnya jarang terjadi. Pada bayi yang tampak kuning, dokter akan memastikan bahwa bayi memperoleh pasokan ASI yang mencukupi. Apabila ASI tercukupi tetapi bayi tetap mengalami kuning, keadaan ini mungkin disebabkan karena breastmilk jaundice.

Bayi kuning karena kurang ASI (Breastfeeding jaundice)

Mata bayi kuning akibat breastfeeding jaundice seringkali disamakan dengan breastmilk jaundice. Padahal, keduanya disebabkan oleh hal yang berbeda. Penyakit kuning dari breastfeeding jaundice timbul karena kurangnya konsumsi susu pada bayi.Konsumsi susu berperan penting dalam meningkatkan pergerakan usus pada bayi sehingga membantu mengeluarkan bilirubin yang menumpuk dalam tubuh. Apabila tidak terjadi pergerakan usus, bilirubin yang menumpuk akan diserap kembali ke dalam sirkulasi darah. Selain itu, kondisi ini juga menghambat pengeluaran mekonium yang memiliki kandungan bilirubin tinggi.Breastfeeding jaundice umumnya terjadi pada minggu pertama sejak bayi lahir, pada umumnya 3-4 hari setelah lahir berbeda dengan kondisi breastmilk jaundice yang terjadi lebih lama. Kondisi ini akan menghilang dengan sendirinya apabila bayi memperoleh cukup asupan ASI.Bayi dengan breastfeeding jaundice dianjurkan untuk tetap memperoleh ASI. Pemberian ASI yang semakin sering mampu meningkatkan produksi ASI pada ibu dan juga meningkatkan asupan kalori pada bayi. Selain itu, ASI bisa mencegah bayi mengalami dehidrasi. Hal ini tentunya berperan untuk mengurangi kondisi kulit dan mata bayi kuning.[[artikel-terkait]]

Cara mengatasi bayi kuning karena ASI

Pada kadar bilirubin bayi di bawah 20 mg/dL, langkah-langkah berikut dapat dilakukan pada bayi sehat dan cukup bulan untuk mengatasi bayi kuning karena ASI:
  1. Meningkatkan asupan ASI menjadi lebih sering, sebanyak 8-12 kali per hari. Peningkatan asupan akan meningkatkan pergerakan usus dan pengeluaran bilirubin.
  2. Pastikan bayi dapat mengisap ASI dengan baik saat menyusui. Hal ini menjaga agar bayi dapat memperoleh asupan ASI yang dibutuhkannya.
  3. Konsultasikan pada dokter Anda apakah bayi membutuhkan suplemen untuk meningkatan asupan nutrisi. Pada kadar bilirubin melebihi 15-20 mg/dL, mungkin perlu dilakukan fototerapi pada bayi Anda.
Kondisi ini terjadi pada 50-70% bayi baru lahir dan tidak ada cara untuk mencegahnya. Namun, Anda bisa mencegahnya menjadi serius dengan memastikan bayi mendapatkan cukup asupan ASI selama minggu pertama kelahirannya. Apabila Anda menemukan gejala bayi kuning karena ASI, segera berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisinya agar mendapat penanganan yang tepat. Anda bisa konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
penyakit kuning
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait