Dengan mengonsumsi sekitar 1.500-1.800 kalori, proses menyusui bisa membantu penurunan berat badan
Pemberian ASI eksklusif pada bayi dapat membuat berat badan Anda turun.

Pertambahan berat badan ketika hamil tentu membuat Anda tak sabar untuk segera diet setelah melahirkan. Jangan terburu-buru! Tahukah Anda bahwa menyusui bikin kurus? Ya, Anda tak salah baca. Jika Anda memberikan ASI eksklusif pada bayi, tubuh Anda akan membakar kalori lebih banyak.

Memberi ASI memang tak hanya bermanfaat bagi bayi, tapi juga bagi ibu menyusui. Manfaat ASI bagi bayi adalah memberikan nutrisi yang penting sekaligus membentuk imunitas tubuh sehingga bayi tidak rentan terserang penyakit seperti flu dan masalah pencernaan.

Di sisi lain, proses menyusui ternyata bermanfaat juga untuk ibu, yaitu membangun kedekatan dengan bayi sekaligus membantu menurunkan berat badan. 

Menyusui Bikin Kurus

Idealnya setelah bayi lahir, Anda akan kehilangan sekitar 4-5,5 kg. Angka ini adalah kombinasi berat bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Kemudian, beberapa hari pascapersalinan, Anda mungkin akan kehilangan sekitar 2 kg yang merupakan berat air. 

Jika Anda memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif pada bayi, Anda akan mencapai berat badan sebelum hamil dengan lebih mudah. Hormon yang dikeluarkan saat Anda menyusui menyebabkan kontraksi otot di rahim. 

Jadi, setiap kali Anda menyusui bayi, rahim Anda berkontraksi dan perlahan mengecil. Sekitar enam minggu setelah melahirkan, rahim Anda akan kembali ke ukuran sebelum melahirkan dan perut Anda terlihat lebih langsing.

Tak hanya itu saja. Menyusui juga menghabiskan kalori. Dibutuhkan sekitar 500 kalori tambahan per hari untuk memproduksi ASI. Anda mendapatkan kalori tersebut dari makanan yang Anda makan dan cadangan lemak yang telah ditimbun di tubuh ketika hamil. 

Konsumsi Kalori Ekstra Saat Menyusui

Berdasarkan data American Pregnancy Association, ibu menyusui kehilangan 425-700 kalori pada ASI setiap harinya. Ini artinya, ibu menyusui harus menambah ekstra kalori hingga 400-500 kalori setiap harinya, sehingga total kalori harian menjadi 3.000 kalori.

Dengan mengonsumsi sekitar 1.500-1.800 kalori, proses menyusui bisa membantu penurunan berat badan dengan lebih cepat (sekitar 0,5 kilogram per minggu) sekaligus memberikan asupan energi yang cukup.

Namun, ekstra kalori ini tidak boleh datang dari makanan tidak sehat. Ibu menyusui dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bernutrisi seperti pisang, yogurt, atau selai kacang.

Langsing Karena Menyusui, Mungkinkah?

Para ahli setuju bahwa menyusui ada manfaatnya untuk penurunan berat badan. Meski demikian, belum ada studi konklusif tentang dampak penurunan berat badan setelah melahirkan hanya dari menyusui.

Studi menunjukkan bahwa wanita yang menyusui secara eksklusif cenderung akan kehilangan berat selama 3-6 bulan setelah melahirkan, dibandingkan ibu yang memberikan susu formula bagi bayi. Ibu menyusui disarankan untuk menjalankan gaya hidup sehat dan olahraga supaya hasil penurunan berat badan semakin efektif.

Studi yang sama juga merekomendasikan konsumsi hanya 100 kalori ekstra untuk ibu menyusui, yang mengeluh kesulitan menurunkan berat badan, atau malah mengalami kenaikan berat badan dua bulan setelah melahirkan. Idealnya, Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui diet sehat dan olahraga yang tepat.

Diet Sehat Ibu Menyusui

Wanita menyusui harus mengonsumsi makanan yang sehat, terlepas dari keinginan ingin menurunkan berat badan atau tidak. Gizi yang seimbang akan memberikan nutrisi terbaik untuk ibu dan anak, sehingga bisa tumbuh berkembang secara sehat dan kuat.

Menurut American Pregnancy Association, wanita menyusui juga harus rajin minum air hingga 2 liter per hari. Jika urine terlihat kuning, maka tingkatkan konsumsi cairan dengan cara minum 1 gelas air setiap menyusui.

The Mayo Clinic juga menyarankan ibu menyusui menghindari jus dan minuman padat gula saat menyusui karena bisa menimbulkan risiko kenaikan berat badan. Hindari juga kafein dalam takaran berlebih karena bisa memengaruhi frekuensi buang air kecil dan tubuh menjadi kering. Kafein juga mengganggu pola tidur bayi dan ibu menyusui. Batasi kafein hingga sekitar 0,75 liter maksimal atau 3 gelas setiap harinya.

Pilihlah makanan yang kaya protein, zat besi, dan kalsium untuk menstimulasi produksi ASI, seperti

  • Biji-bijian utuh
  • Buah-buahan kering
  • Sayuran hijau, tapi hindari kubis dan bunga kol (karena memproduksi gas dalam tubuh)
  • Telur
  • Buah-buahan jenis sitrus
  • Daging
  • Ikan dan makanan laut yang rendah kandungan merkuri
  • Susu
  • Kacang-kacangan

Namun, ibu menyusui harus tetap memperhatikan reaksi bayi terhadap ASI, terutama pada jenis makanan baru. Sebab, dikhawatirkan ada reaksi alergi terhadap konsumsi diet ibu menyusui. Segera hubungi dokter jika bayi rewel, mengalami gatal, diare, atau sembelit pada setelah menyusui.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/breast-feeding-calories#1
Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed