Menyimak Fungsi Obat Antikolinergik dan Efek Sampingnya

(0)
15 Oct 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Antikolinergik adalah obat-obatan yang mencegah aktivitas asetilkolin agar tidak memicu pergerakan otot secara tak sadar di paru-paru, saluran pencernaan, hingga saluran kemihObat antikolinergik dapat mengatasi berbagai kondisi medis seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
Asetilkolin merupakan neurotansmitter yang berperan penting bagi tubuh. Sebagai neurotransmitter, asetilkolin terlibat dalam penyampaian sinyal pesan antarsel saraf. Namun, adakalanya aktivitas asetilkolin perlu dihambat dengan obat yang disebut obat antikolinergik. Ketahui lebih lanjut mengenai obat antikolinergik.

Mengenal apa itu antikolinergik dan cara kerjanya

Antikolinergik adalah obat-obatan yang diresepkan dokter untuk menghambat aktivitas neurotransmitter asetilkolin. Asetilkolin berperan dalam transfer sinyal antarsel yang memengaruhi kontraksi otot di dalam tubuh. Antikolinergik menghambat asetilkolin agar tidak berikatan dengan reseptornya di sel-sel saraf di bagian tubuh tertentu. Secara awam, obat-obatan ini mencegah aktivitas asetilkolin agar tidak memicu pergerakan otot secara tak sadar di paru-paru, saluran pencernaan, hingga saluran kemih. Efek antikolinergik tersebut membuatnya bermanfaat dalam menangani banyak kondisi medis, mulai dari masalah aktivitas kandung kemih, keracunan, serta masalah pergerakan otot yang berkaitan dengan penyakit Parkinson. Obat-obatan antikolinergik juga diberikan pada pasien untuk mengiringi proses anestesi sebelum operasi.

Contoh obat-obatan antikolinergik

Ada banyak jenis obat yang masuk dalam kategori antikolinergik. Beberapa contoh obat antikolinergik, termasuk:
  • Atropine
  • Benztropine mesylate 
  • Clidinium
  • Cyclopentolate
  • Darifenacin 
  • Dicyclomine
  • Fesoterodine 
  • Flavoxate

Penyakit yang bisa diatasi dengan antikolinergik

Obat antikolinergik bisa mengatasi mabuk perjalanan
Pusing dan mabuk perjalanan dapat diatasi dengan obat antikolinergik
Obat antikolinergik dapat mengatasi berbagai kondisi medis, misalnya:
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Aktivitas kandung kemih yang terlalu aktif dan kondisi sulitnya menahan buang air kecil (inkontinensia urine)
  • Gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare
  • Asma
  • Pusing dan mabuk perjalanan
  • Keracunan yang disebabkan oleh organofosfat atau muskarin. Racun ini ditemukan pada beberapa insektisida dan jamur beracun.
  • Gejala penyakit Parkinson, seperti gerakan otot abnormal yang tidak dapat dikendalikan
Selain untuk penyakit di atas, dokter biasanya juga akan meresepkan antikolinergik sebagai pengiring anestesi operasi untuk merilekskan otot pasien. Obat ini membantu detak jantung tetap normal, menenangkan tubuh pasien, dan mengurangi produksi air liur.Dalam penggunaan off-label, antikolinergik juga terkadang diberikan dokter untuk mengatasi keringat berlebih. 

Efek samping obat antikolinergik

Seperti banyak obat lain, antikolinergik dapat menimbulkan beragam efek samping. Efek samping antikolinergik yang umum terjadi yaitu:
  • Mulut kering
  • Penglihatan kabur
  • Sembelit
  • Rasa kantuk
  • Efek menenangkan yang berlebihan
  • Halusinasi
  • Gangguan pada ingatan
  • Kesulitan buang air kecil
  • Kebingungan
  • Delirium atau penurunan kesadaran yang parah
  • Menurunnya produksi keringat
  • Menurunnya produksi air liur

Peringatan dalam penggunaan obat antikolinergik

Selain efek samping di atas, ada pula beberapa peringatan dalam penggunaan antikolinergik. Peringatan tersebut yaitu:

1. Suhu tubuh meningkat secara drastis

Efek antikolinergik dapat menurunkan produksi keringat. Apabila tak terkendali, konsumsi obat ini berisiko memicu peningkatan suhu tubuh – dan terkadang bisa bersifat drastis memicu heat stroke. Apabila dokter meresepkan salah satu obat antikolinergik, pasien harus berhati-hati mengalami peningkatan suhu tubuh saat berolahraga, mandi air hangat, atau saat cuaca panas.

2. Overdosis dan interaksi dengan alkohol

Mengonsumsi antikolinergik sembarangan dan berlebihan dapat memicu overdosis, kehilangan kesadaran, bahkan kematian. Risiko peringatan ini bisa juga terjadi apabila Anda mengiringi penggunaan antikolinergik bersama dengan alkohol.Beberapa tanda overdosis antikolinergik yaitu:
  • Pusing
  • Rasa kantuk yang parah
  • Demam
  • Halusinasi berat
  • Kebingungan
  • Kesulitan bernapas
  • Koordinasi tubuh memburuk dan bicara yang tidak jelas
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Kulit kemerahan dan menjadi hangat
Hubungi dokter dengan segera apabila Anda atau orang terdekat mengonsumsi terlalu banyak obat antikolinergik.

Siapa saja yang tidak bisa mengonsumsi antikolinergik?

Obat antikolinergik tidak bisa dikonsumsi oleh penderita glaukoma
Lansia yang mengalami glaukoma tidak bisa mengonsumsi antikolinergik
Antikolinergik dapat bermanfaat untuk mengatasi banyak kondisi medis. Namun, kelompok lanjut usia tidak dapat mengonsumsi obat-obatan ini. Penggunaan antikolinergik pada orang di atas 65 tahun dapat memicu kebingungan, hilang ingatan, dan perburukan fungsi mental. Orang dengan penyakit berikut ini juga tidak bisa mengonsumsi antikolinergik:
  • Myasthenia gravis
  • Hipertiroidisme
  • Glaukoma
  • Pembesaran prostat
  • Hipertensi
  • Penyumbatan pada saluran kemih
  • Detak jantung meningkat atau takikardia
  • Gagal jantung
  • Mulut kering yang parah
  • Hernia hiatus
  • Sembelit yang parah
  • Penyakit pada hati
  • Down syndrome 
Karena obat ini tidak dapat dikonsumsi sembarangan, Anda harus menyampaikan dengan jujur terkait kondisi medis yang dialami serta obat yang tengah Anda konsumsi. 

Catatan dari SehatQ

Antikolinergik adalah obat-obatan yang dapat mengatasi berbagai kondisi medis dengan menghambat aktivitas neurotransmitter asetilkolin. Untuk mendapatkan informasi lain terkait obat-obatan, Anda bisa menanyakan ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Aplikasi SehatQ bisa diunduh di Appstore dan Playstore yang setia memberikan informasi kesehatan terpercaya.
masalah ototantikolinergiksistem saraf
Drugs. https://www.drugs.com/article/anticholinergic-drugs-elderly.html
Diakses pada 2 Oktober 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/anticholinergics
Diakses pada 2 Oktober 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323514
Diakses pada 2 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait