Menyibak Sehat Tidaknya Minyak Kelapa Sawit untuk Memasak Makanan

(0)
28 Aug 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Minyak kelapa sawit merupakan minyak yang diolah dari daging buah kelapa sawitMinyak goreng yang berasa dari buah kelapa sawit dianggap sebagai minyak yang cukup murah bila dibandingkan minyak lain
Minyak kelapa sawit menjadi bahan masak yang sangat dekat dengan keseharian kita.  Minyak kelapa sawit sering menjadi primadona karena mudah didapat serta harganya relatif murah. Menjadi minyak untuk menggoreng yang terkenal, Anda pun mungkin bertanya-tanya efek minyak kelapa sawit terhadap kesehatan. Simak pembahasan terkait minyak kontroversial ini selengkapnya.   

Minyak kelapa sawit dan penggunaannya

Minyak kelapa sawit merupakan minyak yang diolah dari daging buah kelapa sawit. Sumber utama minyak ini yakni kelapa sawit spesies Elaeis guineensis, yang berasal dari daratan Afrika bagian barat dan barat daya. Kelapa sawit kemudian juga merambah Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang menjadi salah satu produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia.  Minyak kelapa sawit merupakan minyak yang cukup ‘murah’ dibandingkan minyak lain. Tak heran, minyak  ini populer digunakan untuk memasak dan ditambahkan ke produk siap makan maupun makanan olahan. Minyak ini juga sering digunakan untuk menumis maupun menggoreng karena cenderung memiliki stabilitas yang baik pada suhu tinggi.Minyak kelapa sawit memiliki rasa yang gurih dan dapat diterima lidah. Selain untuk menggoreng, minyak kelapa sawit terkadang ditambahkan ke makanan olahan, seperti selai kacang, sereal, dan margarin.

Kandungan minyak kelapa sawit

Minyak kelapa sawit sering digunakan sebagai minyak goreng
Minyak kelapa sawit sering digunakan untuk menumis maupun menggoreng
Berikut ini profil nutrisi minyak kelapa sawit untuk setiap satu sendok makan:
  • Kalori: 114
  • Lemak: 14 gram
  • Lemak jenuh: 7 gram
  • Lemak tak jenuh tunggal: 5 gram
  • Lemak tak jenuh ganda: 1,5 gram
  • Vitamin E: 11% dari angka kecukupan gizi harian
Semua kalori minyak kelapa sawit berasal dari lemak. Lemak tersebut tersusun atas 50% asam lemak jenuh, 40% lemak tak jenuh tunggal, dan 10% asam lemak tak jenuh ganda. Jenis asam lemak jenuh dalam minyak kelapa sawit adalah asam palmitat, asam oleat, serta sedikit asam linoleat dan asam stearat

Kaitan minyak sawit dengan risiko kesehatan

Penggunaan minyak kelapa sawit sering dikaitkan dengan risiko kesehatan yang mungkin timbul, misalnya:

1. Minyak kelapa sawit dan kesehatan jantung

Riset terkait efek minyak kelapa sawit terhadap kesehatan jantung cenderung bercampur. Beberapa studi menemukan minyak ini dapat melindungi jantung, namun studi-studi lain melaporkan temuan sebaliknya.Misalnya, sebuah riset yang mengkaji 51 studi menemukan bahwa kolesterol total dan kolesterol jahat atau LDL mengalami penurunan pada orang yang mengikuti pola diet dengan minyak kelapa sawit – dibandingkan dengan orang yang mengonsumsi lemak trans dan asam laurat.Beberapa riset lain juga menemukan hal serupa bahwa minyak kelapa sawit berpotensi untuk menurunkan kolesterol jahat atau LDL dan kolesterol total.Namun sebaliknya, beberapa studi mendapatkan temuan yang berlawanan. Misalnya, dalam sebuah riset yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition, ditemukan bahwa kadar LDL atau kolesterol jahat meningkat setelah mengonsumsi minyak kelapa sawit. Karena temuan yang berlawanan di atas, kita disarankan agar mengonsumsi minyak kelapa sawit secara wajar dan tak berlebihan. Hindari pula pemakaian berulang minyak kelapa sawit yang telah dipanaskan. Sebuah riset menemukan bahwa pemakaian berulang dapat menurunkan efek antioksidannya dan memicu penyakit jantung akibat penimbunan plak di pembuluh darah.

2. Minyak kelapa sawit dan kanker

Kontroversi minyak kelapa sawit lainnya yakni dikaitkan dengan risiko kanker. Menurut European Food Safety Authority (EFSA), minyak kelapa sawit dapat menyebabkan kanker saat diproses pada suhu tinggi. Pengolahan minyak sawit dapat membentuk senyawa yang disebut glycidyl fatty acid esters (GEs). Saat dicerna tubuh, GE dapat pecah dan melepaskan senyawa lain yang disebut glycidol. Dalam studi pada hewan, glycidol memiliki efek karsinogenik dan berisiko memicu kanker pada manusia. Studi lanjutan diperlukan untuk menguatkan temuan ini. Bagaimanapun, bijak dalam mengonsumsi minyak kelapa sawit tetap perlu dipertimbangkan.

Potensi manfaat minyak kelapa sawit untuk kesehatan otak

Di samping risiko kesehatan di atas, minyak kelapa sawit juga dikaitkan dengan pemeliharaan kesehatan otak. Pasalnya, minyak kelapa sawit merupakan sumber tocotrienol, bentuk vitamin E yang memiliki efek antioksidan untuk kesehatan otak. Tocotrienol dalam kelapa sawit berpotensi untuk melindungi jenis asam lemak tak jenuh ganda di dalam otak. Bentuk vitamin E ini juga berpotensi untuk memperlambat perkembangan demensia, menurunkan risiko stroke, dan mencegah pertumbuhan lesi otak.

Catatan dari SehatQ

Minyak kelapa sawit amat dekat dengan ritual memasak makanan sehari-hari. Namun, karena beberapa riset mengaitkan minyak ini dengan kanker dan masalah jantung, menggunakannya dengan bijak tetap disarankan.
makanan sehatnutrisimakanan tidak sehatkolesterol
Healthline. https://www.healthline.com/health/palm-oil-cancer
Diakses pada 14 Agustus 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/palm-oil
Diakses pada 14 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24717342
Diakses pada 14 Agustus 2020
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16825681
Diakses pada 14 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait