Mengidap Fibroid Rahim? Tenang, Begini Cara Menyembuhkan Fibroid Rahim!

Mayoritas wanita baru mengetahui mengidap fibroid rahim alias mioma secara tidak sengaja namun mioma dapat disembuhkan dengan obat maupun operasi
Fibroid rahim alias mioma bisa disembuhkan dengan obat maupun operasi

Tidak semua penyakit menunjukkan gejala yang jelas. Terkadang, beberapa penyakit sudah bersemayam di tubuh Anda, hanya saja Anda tidak menyadarinya. Salah satu penyakit seperti ini adalah fibroid rahim alias mioma.

Tumor jinak ini memiliki ukuran maupun jumlah yang berbeda-beda di setiap penderita. Ukurannya bisa sangat kecil hingga sulit tampak sampai sangat besar dan membuat rahim membengkak. Secara jumlah, fibroid yang mendiami rahim pun bisa hanya satu maupun lebih.

[[artikel-terkait]]

Faktanya, mayoritas wanita baru mengetahui dirinya mengidap mioma secara tidak sengaja. Misalnya ketika melakukan pemeriksaan USG rahim untuk program hamil. Nah, seperti apakah gejala dan penanganannya?

Apa Saja Gejala Fibroid Rahim?

Kebanyakan kaum hawa yang mengalami fibroid pada rahim tidak merasakan gejala apa-apa. Rata-rata, hanya satu dari tiga wanita yang merasakan gejalanya.

Sekilas, gejala mioma mirip dengan penyakit lainnya yang dianggap sepele. Contohnya, menstruasi dengan jumlah darah sangat banyak (menorrhagia), nyeri haid yang parah, sakit perut, susah buang air besar, sering buang air kecil, rasa sakit saat berhubungan intim, dan sakit punggung bagian bawah.

Gejala-gejala fibroid pada rahim di atas mungkin hanya dianggap sebagai gangguan ringan akibat pengaruh perubahan hormon maupun gangguan pencernaan semata. Padahal, kenyataannya bisa saja berbeda.

Karena itu, konsultasikan kondisi Anda ke dokter jika mengalami gejala yang mencurigakan atau berkelanjutan. Terutama bila rasa sakit juga muncul ketika Anda berhubungan intim.

Apakah Fibroid Rahim bisa Disembuhkan?

Sekalipun Anda mengetahui bahwa di dalam rahim Anda terdapat mioma, Anda mungkin saja tidak perlu menjalani pengobatan yang khusus. Fibroid bisa menyusut dan hilang sendiri saat penderitanya sudah mengalami menopause.

Namun bila mioma menyebabkan gejala yang sangat mengganggu, dokter bisa memberikan perawata medis tertentu. Sederat rangkaian perawatan fibroid rahim dapat berupa:

1. Dengan obat-obatan

Untuk mengurangi gejala yang mendera Anda, dokter mungkin akan meresepkan jenis-jenis obat berikut:

  • Gonadotropin-releasing hormone agonist (GnRHa) yang berfungsi menekan produksi hormon estrogen dan progesteron, sehingga memperkecil mioma tanpa mengganggu kondisi kesuburan Anda. Efek samping obat ini dapat menimulkan gejala mirip menopauses, yakni tidak datang bulan, vagina kering, hingga meningkatkan risiko osteoporosis. GnRHa hanya boleh digunakan dalam jangka pendek dan di bawah pengawasan dokter.
  • Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), seperti asam mefenamat dan ibuprofen. Obat penghilang rasa sakit ini akan mengurangi nyeri haid yang dialami oleh penderita. Tapi OAINS tidak akan memengaruhi volume darah haid maupun kondisi kesuburan Anda.
  • Pil KB. Tujuan pemberian alat kontrasepsi ini ialah untuk membantu meringankan rasa sakit maupun perdarahan menstruasi.
  • Levonorgestrel intrauterine system (LNG-IUS). Alat yang mirip KB spiral ini ditempatkan di dalam rahim dan bisa melepaskan hormon levonorgestrel untuk menekan penebalan dinding rahim agar volume darah haid berkurang. Namun obat ini memiliki efek samping berupa menstruasi yang tidak beraturan hingga enam bulan ke depan, sakit kepala, payudara yang sensitif, hingga jerawat.

2. Dengan operasi

Jika semua obat-obatan di atas tidak efektif dalam menangani fibroid rahim yang Anda alami, dokter mungkin akan menyarankan tindakan operasi di bawah ini:

  • Operasi ini hanya akan mengangkat fibroid dari dinding rahim, sehingga Anda masih memiliki kesempatan untuk hamil.
  • Histerektomi, yaitu operasi pengangkatan rahim sebagian atau seluruhnya. Operasi ini disarankan jika Anda memiliki mioma yang sangat besar atau menyebabkan volume perdarahan haid yang parah. Pengangkatan rahim sepenuhnya akan membuat fibroid tidak datang lagi, tapi Anda juga tidak akan tidak bisa hamil.
  • Ablasi endometrial. Alat khusus akan dimasukkan ke rahim Anda menghancurkan jaringan dinding rahim bagian dalam. Tujuannya untuk mengurangi darah haid yang berlebihan maupun menghentikan perdarahan yang abnormal.
  • Embolisasi fibroid rahim, yaitu proses penyuntikan cairan kimia melalui kateter ke dalam aliran darah yang menuju mioma agar ukurannya menyusut. Meski dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan hampir 90% gejala dari mioma, prosedur ini dilarang bagi wanita hamil maupun yang masih ingin memiliki keturunan.
  • Ablasi dengan laser. Sesuai namanya, prosedur ini menggunakan sinar laser untuk mengecilkan ukuran mioma.

Setiap pengobatan memiliki syarat yang harus dipenuhi dan efek samping tersendiri. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter yang kompeten guna mendiskusikan cara mengobati fibroid rahim yang sesuai dengan kondisi maupun keinginan Anda.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/uterine-fibroids/symptoms-causes/syc-20354288
Diakses pada 21 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151405.php
Diakses pada 21 Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed