Menurut Dokter Spesialis Anak, Ini Manfaat Imunisasi untuk Si Kecil

Imunisasi anak itu sangat penting dan vital terhadap kesehatan anak
Imunisasi anak itu penting dan tidak boleh dilewatkan

Adinda Nanda, usia 2 tahun, sejak 3 hari yang lalu dirawat di ruang anak rumah sakit karena mengalami sesak napas disertai batuk dan suhu badan yang cukup tinggi.

Dari hasil pemeriksaan dokter, Nanda menderita penyakit pneumonia atau infeksi paru yang disebabkan penyakit campak. Usut punya usut, ternyata, Nanda belum pernah mendapat vaksin campak pada waktu bayi.

Dari kejadian di atas, dapat diilustrasikan betapa pentingnya imunisasi pada anak. Perlindungan terhadap berbagai penyakit berbahaya, merupakan salah satu manfaat imunisasi yang perlu didapatkan anak.

Manfaat imunisasi untuk kesehatan buah hati

Manfaat imunisasi yang utama adalah agar anak mendapatkan kekebalan yang alami sehingga bisa terhindar dari penyakit-penyakit tertentu.

Sebagai contoh, imunisasi DPT dapat membuat anak terhindar dari penyakit difteri, pertusis (batuk 100 hari), serta tetanus. Dengan imunisasi, anak juga akan terhindar dari komplikasi penyakit-penyakit tersebut yang berbahaya.

Ada dua jenis imunisasi yang dapat diberikan pada anak, yaitu imunisasi aktif dan imunisasi pasif. Pada imunisasi aktif, vaksin yang diberikan akan mengandung kuman, bakteri, maupun virus yang telah dilemahkan. Hal ini akan memicu terbentuknya kekebalan di tubuh.

Sedangkan pada imunisasi pasif, vaksin yang diberikan sudah berisi zat yang mengandung kekebalan, sehingga tubuh tidak perlu berproses menghasilkan zat tersebut.

Di Indonesia sendiri, saat ini vaksin yang beredar sudah sangat beragam. Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin untuk imunisasi terbagi menjadi dua, yaitu imunisasi yang diwajibkan dan imunisasi yang dianjurkan.

Imunisasi yang diwajibkan, antara lain:

Sedangkan vaksin yang dianjurkan meliputi HIB, MMR, IPD, dan masih banyak yang lainnya.

Apakah manfaat imunisasi pasti bisa didapatkan secara optimal?

Keberhasilan suatu vaksin tergantung dari banyak hal, seperti:

  • Kualitas vaksin
  • Jumlah dan dosis vaksin
  • Ketepatan waktu pemberian
  • Cara penyimpanan vaksin.

Sebagai contoh, apabila seorang anak ingin terhindar darai penyakit Hepatitis B, maka anak tersebut harus mendapatkan imunisasi sebanyak tiga kali, yaitu pada usia 0, 1, serta 6 bulan.

Mengapa harus tiga kali? Ketentuan ini ada alasannya. Sebuah hasil penelitian menerangkan bahwa vaksin tersebut akan efektif bila diberikan sebanyak tiga kali, dibandingkan hanya satu atau dua kali.

Jadwal imunisasi yang telah dibuat oleh dokter/tenaga medis lainnya, sebaiknya diikuti oleh ibu/orangtua pasien, sehingga keterlambatan imunisasi bisa dihindari.

Mengingat semakin banyak dan bervariasinya penyakit yang menyerang anak, maka imunisasi merupakan salah satu jawabannya. Dengan imunisasi, tentunya diharapkan banyak penyakit dapat dicegah sehingga seorang anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Fakta lain seputar manfaat imunisasi yang perlu diketahui

Bagi orangtua yang menolak anaknya untuk di imunisasi, muncul pendapat bahwa anaknya terlihat sehat-sehat saja sehingga tidak perlu perlindungan dari vaksin. Namun, tahukah Anda, bahwa bayi bisa terlindung dari berbagai penyakit karena bawaan antibodi atau kekebalan tubuh dari ibunya.

Hanya saja, kekebalan ini lama-kelamaan akan berkurang pada tahun pertama kehidupannya. Tidak hanya itu, berikut ini fakta lain seputar manfaat vaksin yang perlu Anda ketahui:

  • Menurunkan angka kematian anak

Sebelum vaksin ditemukan, banyak anak yang harus meregang nyawa akibat penyakit-penyakit, seperti campak, polio, dan batuk rejan. Saat ini, berkat adanya vaksin, penyakit tersebut bisa dicegah dan angka kematian pun turun drastis.

  • Imunisasi juga bisa melindungi lingkungan sekitar

Tidak hanya melindungi diri sendiri, imunisasi juga penting untuk melindungi lingkungan sekitar. Sebagai contoh, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk bisa di imunisasi karena usianya yang masih terlalu muda atau karena penyakit tertentu seperti kanker.

Sehingga, jika anak-anak yang bisa diimunisasi menerima dosisnya secara tepat, maka risiko anak lain yang tidak bisa diimunisasi tertular penyakit bisa berkurang.

  • Mencegah keluarnya biaya pengobatan

Imunisasi bisa mencegah si kecil terkena berbagai macam penyakit berbahaya. Apabila penyakit tersebut sampai menyerang, tentu biaya yang dikeluarkan tidak akan sedikit. Selain itu, orangtua juga akan merasa lebih aman karena anak sudah memiliki pelindung di dalam tubuhnya.

Menilik manfaat imunisasi pada anak di atas, Anda sebaiknya tidak lagi ragu untuk membawa si kecil menerima imunisasi wajib maupun imunisasi yang dianjurkan. Segera hubungi fasilitas kesehatan yang Anda percaya, dan mulai berikan perlindungan untuk si kecil.

Penulis:
dr. Agus Darajat, Sp.A, M.Kes
Dokter Spesialis Anak
RS Azra Bogor

RS Azra Bogor

CDC. https://www.cdc.gov/vaccines/vac-gen/howvpd.htm
Diakses pada 30 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed