Mau Menurunkan Berat Badan dengan Makan Enak? Diet DEBM Jawabannya

Diet DEBM tetap memperbolehkan Anda mengonsumsi berbagai makanan enak
Beberapa makanan yang bisa dikonsumsi dalam diet debm

Saat dituntut untuk menurunkan berat badan, Anda mungkin membayangkan akan mengalami kelaparan. Padahal, ada cara mengurangi bobot tubuh yang tetap memperbolehkan Anda makan enak yang dinamakan diet DEBM.

Diet DEBM merupakan akronim dari diet enak bahagia menyenangkan. Penggagasnya adalah orang Indonesia bernama Robert Hendrik Liembodo yang mengaku menemukan pola makan ini saat harus menurunkan berat badannya sendiri, yang pada Februari 2017 mencapai 107 kilogram.

Setelah menjalani diet DEBM, berat badannya turun menjadi 75 kg pada November 2018. Ia juga mengaku merasakan nilai plus setelah menjalani diet ini, yakni penyakit asma yang dideritanya sudah tidak pernah kambuh lagi.

Apa yang dimaksud dengan diet DEBM?

Diet DEBM memang sangat populer pada 2018 lalu sehingga akhirnya ditulis menjadi sebuah buku. Pasalnya, diet ini cukup berbeda dibanding diet pada umumnya karena masih memperbolehkan Anda makan enak.

Dalam menu diet DEBM, Anda boleh mengonsumsi protein dan sumber lemak yang mengandung garam bahkan penyedap rasa (MSG). Sebaliknya, pengikut diet DEBM sebisa mungkin menghindari konsumsi karbohidrat dan makanan yang mengandung gula.

Prinsip dasar penyusunan menu diet DEBM mirip dengan diet rendah kalori pada umumnya. Diet rendah karbohidrat adalah pola makan yang membatasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat (misalnya pada makanan manis, pasta, dan roti), dan sebaliknya memperbanyak konsumsi makanan yang kaya protein dan lemak serta sayuran menyehatkan.

Bila Anda mengikuti pola diet ini, makanan yang harus Anda hindari, antara lain:

  • Nasi
  • Makanan yang terasa manis
  • Umbi-umbian
  • Mie dan pasta
  • Semua makanan yang terbuat dari tepung
  • Buah yang dianggap mengandung gula terlalu tinggi.

Satu-satunya jenis karbohidrat yang aman dikonsumsi hanyalah makanan dengan indeks glikemik rendah. Sumber karbohidrat yang dianjurkan untuk pengikut diet DEBM adalah karbohidrat dari sayur-mayur, seperti wotel, buncis, dan sayuran hijau lainnya.

Sebaliknya, Anda bebas mengonsumsi jenis protein dan sumber lemak, seperti ikan, ayam, daging, telur, bahkan jeroan. Dalam diet rendah karbohidrat, protein yang dapat dikonsumsi memang tidak terbatas, tapi ada beberapa protein yang direkomendasikan dalam menu diet DEBM, antara lain:

  • Daging, terutama dari hewan yang makan rumput, seperti sapi, kambing, babi, dan ayam.
  • Ikan, terutama yang berasal dari alam bebas, misalnya salmon liar.
  • Telur, terutama yang sudah diperkaya dengan omega-3.

Yang membuat diet DEBM menjadi enak dan menyenangkan adalah pengolahan sumber protein ini tidak dibatasi. Protein boleh dimasak dengan cara dibakar, direbus, hingga digoreng. Namun, Anda tetap tidak boleh menambahkan gula, kecap, madu, dan bahan pemanis lainnya.

Diet DEBM dilihat dengan kacamata kesehatan

Penurunan berat badan yang dialami oleh para penganut diet DEBM bisa dijelaskan secara medis. Ketika Anda membatasi atau tidak lagi mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, maka tubuh akan beralih menggunakan glukosa dan glikogen dari hati dan otot untuk menggantikan peran karbo dalam menghasilkan energi.

Untuk melepaskan 1 gram glikogen saja dibutuhkan 3 gram air dari dalam tubuh. Dengan kata lain, saat Anda mengalami penurunan berat badan yang drastis setelah menjalani diet DEBM, maka bobot yang berkurang sebetulnya adalah air tubuh, bukan lemak.

Nah, ketika kadar karbohidrat di dalam tubuh benar-benar menipis, maka tubuh mulai akan membakar lemak sebagai sumber energi. Perubahan metabolisme ini membuat kadar keton dalam tubuh meningkat.

Bagi sebagian orang, terutama penderita diabetes, perubahan metabolisme ini mungkin berbahaya. Sedangkan bagi orang yang merasa tidak memiliki masalah kesehatan sebelumnya pun, tubuh akan memperlihatkan gejala tertentu ketika kekurangan karbohidrat dalam jangka pendek, misalnya:

  • Mual
  • Pusing
  • Konstipasi
  • Lelah berlebihan (letargi)
  • Dehidrasi
  • Napas bau
  • Kehilangan nafsu makan.

Dari segi medis, diet DEBM sebaiknya tidak dilakukan dalam jangka panjang. Pasalnya, Anda bisa mengalami masalah-masalah kesehatan, seperti:

  • Berat badan rentan mengalami kenaikan kembali
  • Sembelit
  • Kolesterol tinggi, perut buncit, dan obesitas karena diet DEBM tidak membatasi konsumsi protein dan lemak, serta bahan tambahan, seperti MSG dan sodium. Konsumsi MSG dan sodium juga dapat mengakibatkan gangguan jantung hingga kanker
  • Gangguan fungsi ginjal
  • Osteoporosis.

Akan lebih baik jika Anda berkonsultasi ke dokter atau ahli gizi sebelum menjalani diet DEBM. Mereka akan memberikan saran yang tepat mengenai boleh atau tidaknya Anda menjalani diet ini berdasarkan kondisi kesehatan Anda.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/low-carb-diet-meal-plan-and-menu
Diakses pada 31 Desember 2019

Better Health Australia. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/weight-loss-and-carbohydrates
Diakses pada 31 Desember 2019

Tempo. https://gaya.tempo.co/read/1150460/diet-enak-bahagia-menyenangkan-sedang-populer-bagaimana-caranya/full&view=ok
Diakses pada 31 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed