Menungging Agar Posisi Kepala Bayi di Bawah, Efektifkah?

(0)
03 Aug 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Salah satu cara agar posisi kepala bayi di bawah untuk persalinan adalah dengan ECVPosisi kepala bayi dapat diubah melalui beberapa tindakan
Anda mungkin sudah mendengar anjuran dari bidan atau dokter kandungan agar kepala janin berada di bawah jika ingin dilahirkan secara normal alias melalui vagina. Lalu, bagaimana caranya agar posisi kepala bayi di bawah, terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan hingga menjelang persalinan?Pertama-tama, perlu dipahami bahwa posisi janin atau bayi di dalam kandungan Anda bisa berubah-ubah selama masa kehamilan. Di trimester kedua misalnya, posisi kepala janin bisa saja berada di atas (sungsang atau breech) maupun melintang (transverse lie).Namun di usia kehamilan 33-36 minggu, bayi biasanya mulai bersiap untuk dilahirkan sehingga posisi kepalanya berada di bawah. Idealnya, kepala di bawah juga dibarengi dengan sikap wajah janin yang menghadap ke punggung ibu (anterior), tapi kadang kala wajahnya justru menghadap perut (posterior).

Apa itu posisi anterior dan posterior?

Biasanya, ibu hamil hanya melakukan langkah-langkah agar kepala bayi di bawah, namun kurang paham tentang pose anterior atau posterior. Agar Anda tidak bingung, berikut penjelasan mengenai kedua posisi tersebut.
  • Posisi anterior

Kepala bayi sudah berada di bawah dan bagian dagu janin menempel di dadanya. Sementara itu, wajah bayi dalam kandungan akan menghadap ke punggung ibu, sementara bagian punggung bayi sejajar dengan perut ibu.Posisi ini biasanya menetap ketika usia kandungan ibu sudah mencapai 36 minggu atau saat ruang gerak dalam rahim ibu sudah sangat terbatas sehingga calon bayi tidak bisa lagi berubah pose. Posisi anterior mengindikasikan bayi sudah siap dilahirkan dengan proses yang relatif lancar.Posisi anterior memungkinkan bayi untuk menggunakan bagian terkecil kepalanya untuk merangsek ke leher rahim sehingga ikut membuka jalan lahir. Rasa sakit yang ibu rasakan selama menjalani proses persalinan Si Kecil pun akan minimal.
  • Posisi posterior

Posisi posterior menggambarkan kepala bayi berada di dekat jalan lahir, namun wajahnya menghadap perut ibu hamil, bukan punggung. Kondisi ini bisa terjadi pada sepertiga bayi yang siap dilahirkan melalui persalinan normal, terutama di fase pertama persalinan (pembukaan 1-3).Kebanyakan bayi akan berputar ke posisi anterior seiring membukanya jalan lahir sehingga ibu tetap dapat melanjutkan persalinan tanpa kendala. Hanya saja, tidak sedikit bayi yang tetap berada pada pose posterior hingga dilahirkan sehingga meninggalkan rasa sakit punggung yang hebat pada ibu jelang persalinan.Untuk mengurangi rasa sakit ini, dokter bisa memberikan epidural agar persalinan normal bisa dilanjutkan dan ibu bisa mengejan dengan baik. Bila tidak memungkinkan juga, Anda mungkin akan dirujuk untuk melahirkan lewat bedah caesar.

Efektifkah gerakan menungging agar posisi kepala bayi di bawah?

Agar posisi kepala bayi di bawah, beberapa bidan atau dokter masih merekomendasikan ibu hamil untuk melakukan gerakan optimal fetal positioning (OFP) alias menungging. Gerakan ini dilakukan dengan posisi bersujud, kepala menempel di tanah, tangan di samping kuping, dan bokong diangkat setinggi-tingginya. Posisi itu harus ditahan selama setidaknya 10 menit dan dilakukan sebanyak 2 kali sehari.Banyak ibu hamil yang mengaku terbantu dengan gerakan ini, tapi bukti ilmiah yang menyatakan OFP memang dapat memutar posisi bayi dari sungsang ke anterior/posterior masih belum ditemukan. Kendati demikian, gerakan ini tetap aman dilakukan oleh ibu hamil untuk meredakan nyeri punggung yang biasa terjadi di awal fase persalinan.

Cara yang benar agar posisi kepala bayi di bawah

Jika posisi kepala janin masih berada di atas (sungsang) saat usia kehamilan sudah mencapai 36 minggu, dokter atau bidan mungkin akan mempertimbangkan untuk melakukan external cephalic version (ECV). ECV adalah gerakan tertentu yang hanya boleh dilakukan oleh tenaga profesional karena bertujuan mengubah posisi bayi secara manual.Dalam prosedur ini, jari ibu hamil akan ditusuk dengan jarum terlebih dahulu untuk melemaskan rahim. Setelah itu, dokter menekan perut ibu untuk mengubah posisi janin dari sungsang menjadi miring dan kemudian kepalanya berada di bawah.Butuh sekitar 3 jam bagi dokter untuk melakukan prosedur ini, termasuk melakukan pemeriksaan janin melalui alat CTG untuk memastikan bayi dalam keadaan sehat sebelum dan setelah prosedur. Bila janin gagal diputar, prosedur ini bisa diulang kembali.Bagi beberapa ibu hamil, cara agar posisi kepala bayi di bawah ini bisa terasa tidak nyaman. Sebagian ibu hamil pun tidak boleh melakukan ECV, terutama bila memiliki kondisi seperti:
  • Hamil 2 janin atau lebih
  • Memiliki komplikasi kehamilan
  • Pernah melakukan operasi caesar sebelumnya
  • Pernah mengalami pendarahan vagina
  • Plasenta previa
  • Air ketuban terlalu sedikit
  • Masalah kesehatan lain, seperti tekanan darah tinggi atau diabetes
ECV juga tidak direkomendasikan jika bayi Anda memiliki masalah dalam perkembangannya. Bila posisi kepala bayi tidak bisa di bawah atau dokter menilai persalinan normal terlalu berisiko untuk Anda maupun bayi, tidak ada jalan lain kecuali melahirkan bayi dengan operasi caesar.
posisi janin
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323099
Diakses pada 20 Juli 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/baby-positions-in-womb
Diakses pada 20 Juli 2020
Pregnancy Birth Baby. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/external-cephalic-version-ecv
Diakses pada 20 Juli 2020
Tommys Organisation. https://www.tommys.org/pregnancy/labour-birth/baby-best-position-birth
Diakses pada 20 Juli 2020
Baby Centre UK. https://www.babycentre.co.uk/a544493/getting-your-baby-into-position-for-birth
Diakses pada 20 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait