8 Menu Diet Sehat untuk Lansia yang Menderita Sakit Leher

Spondilosis servikal bisa bantu diredakan menggunakan menu diet sehat seperti ikan dan sayur
Konsumsi ikan serta sayur bisa jadi pilihan menu diet sehat untuk lansia yang mengalami sakit leher

Mengonsumsi menu diet sehat, memang bisa memberikan keuntungan jangka panjang bagi tubuh. Tidak hanya soal berat badan, makanan bergizi seimbang, juga bisa membantu para lansia yang menderita sakit leher, merasa lebih baik.

Sakit leher pada lansia bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Salah satu yang paling sering menjadi penyebabnya adalah spoindilosis servikal, yang juga disebut cervical ostheoarthritis atau arthritis leher.

Menu diet sehat memang bukanlah jalan untuk menyembuhkannya. Namun, beberapa jenis makanan dipercaya memiliki kandungan yang bisa meringankan gejala berupa nyeri maupun otot yang tegang.

Sakit leher pada lansia bisa tandakan spondilosis servikal

Spondilosis servikal terjadi saat tulang rawan dan tulang leher yang sudah lama digunakan, lama-kelamaan mengalami keausan. Tulang yang sudah ‘tua’ tersebut, akan mengecil dan menimbulkan bagian-bagian tajam di tepinya.

Kondisi ini merupakan salah satu kelainan yang paling sering diderita lansia. Bahkan, sekitar 85% penderita spondilosis adalah lansia berusia di atas 60 tahun.

Sakit leher pada lansia bisa menandakan gejala spondilosis servikal. Hanya saja, gejala penyakit ini tidak hanya rasa nyeri di leher. Orang yang mengalami spondilosis servikal ini juga umumnya akan merasakan:

  • Rasa nyeri di bahu, yang bisa menyebar ke tangan.
  • Rasa nyeri semakin menjadi saat berdiri, duduk, bersin, batuk, dan menengadahkan kepala.
  • Otot terasa lemas.
  • Leher terasa kaku.
  • Sakit kepala bagian belakang.
  • Kesemutan di bahu dan tangan.

Apabila mengalami kondisi serupa dengan gejala-gejala tersebut, maka sudah saatnya Anda mulai memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi. Mulailah untuk mengubah pola makan dengan mengonsumsi menu diet sehat, yang sesuai dengan kondisi Anda.

[[artikel-terkait]]

Menu diet sehat, bagi lansia yang sakit leher

Kalsium, fosfor, dan vitamin D memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sistem pergerakan tubuh. Kurangnya asupan ketiga bahan tersebut, dapat membuat tulang menjadi lebih rapuh.

Maka dari itu, mengonsumsi menu diet sehat, merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan tulang, termasuk sendi di leher dan tulang belakang. Berikut ini jenis asupan yang dipercaya dapat membantu penderita sakit leher.

1. Bawang putih

Bawang putih dipercaya memiliki kandungan bahan antiradang yang dapat membantu meredakan gejala nyeri sendi, termasuk di leher. Kandungan yang terdapat di dalam bawang putih, juga dapat meningkatkan fungsi sel imun , sehingga mampu membantu menguatkan daya tahan tubuh.

2. Minyak zaitun

Extra virgin olive oil mengandung oleocanthal dalam jumlah yang cukup tinggi. Oleocanthal merupakan suatu zat dengan susunan bahan yang menyerupai jenis obat pereda nyeri.

3. Ikan

Jenis ikan dengan banyak kandungan minyak seperti sarden, salmon, tuna, dan ikan kembung, juga memiliki asam lemak omega 3 yang baik untuk penderita sakit leher.

Asam lemak ini merupakan bahan bersifat antiinflamsi atau antiperadangan, membuatnya baik dijadikan menu diet sehat untuk kondisi osteoarthritis. Anda disarankan mengonsumsi ikan jenis ini, setidaknya satu porsi per minggu.

4. Brokoli

Brokoli mengandung suatu komponen yang dinamakan sulforaphane. Komponen ini, dipercaya dapat membantu memperlambat perkembangan kondisi osteoarthritis.

Sayuran ini juga kaya akan kandungan vitamin K dan vitamin C. Tidak ketinggalan, brokoli juga mengandung cukup banyak kalsium. Sehingga tidak heran jika sayuran yang satu ini merupakan salah satu pilihan dalam menu diet sehat.

5. Sayur berdaun hijau

Sayuran berdaun hijau, mengandung banyak vitamin D, antioksidan, serta bahan lain yang bisa membantu menekan stres.

Vitamin D merupakan komponen penting untuk proses penyerapan kalsium oleh tubuh, dan dapat membantu meningkatkan sistem imun, sehingga tubuh lebih mudah dalam melawan infeksi.

6. Kacang

Kacang-kacangan, baik untuk kesehatan jantung dan mengandung banyak kalsium, magnesium, zinc, vitamin E, dan serat. Kacang-kacangan juga mengandung asam alfa-linolenat, yang dapat meningkatkan fungsi sistem imun.

7. Teh hijau

Polifenol dan antioksidan yang terdapat dalam teh hijau, dipercaya dapat membantu meredakan peradangan di otot maupun tulang, serta memperlambat kerusakan tulang rawan (kartilago).

8. Susu dan olahannya

Susu, keju, dan yogurt kaya akan kandungan vitamin D serta kalsium. Kedua bahan ini dapat meningkatkan kekuatan tulang, sehingga bisa meredakan rasa nyeri di sendi. Susu juga mengandung protein yang dapat membantu pembentukan otot.

Perlu diingat, lansia sebaiknya memilih susu yang rendah lemak. Pasalnya susu mengandung lemak jenuh, yang berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah dan penyakit jantung.

Asupan yang harus dihindari penderita sakit leher

Tubuh lansia penderita spondilosis servikal, berada pada fase inflamasi atau peradangan. Berbeda dari menu diet sehat di atas yang bisa membantu meredakan gejala, beberapa jenis makanan justru bisa memperparah kondisi tersebut.

Sehingga, lansia yang sedang sakit leher, lebih baik menghindari asupan dengan kandungan bahan-bahan di bawah ini.

1. Gula

Konsumsi gula berlebih bisa memicu pelepasan suatu zat, yang merupakan pemicu terjadinya inflamasi atau peradangan di tubuh. Gula yang ditambahkan pada minuman kemasan seperti soda, kopi dan jus buah, dipercaya dapat memperparah kondisi peradangan yang terjadi.

2. Lemak jenuh

Makanan yang kaya akan kandungan lemak jenuh seperti pizza dan daging merah, bisa menyebabkan terjadinya peradangan pada jaringan lemak. Lemak jenuh juga dapat meningkatkan risiko pemicu sakit leher, seperti obesitas dan penyakit jantung.

3. Karbohidrat sederhana

Karbohidrat sederhana seperti yang terdapat pada roti tawar, nasi putih, dan keripik kentang, dipercaya dapat memicu terjadinya peradangan di tubuh.

Mengonsumsi menu diet sehat, tentu lebih baik jika terus dilakukan, meski sakit leher yang dialami telah mereda. Dengan begitu, tidak hanya kesehatan leher, namun kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa tetap terjaga.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cervical-spondylosis/symptoms-causes/syc-20370787
Diakses pada 11 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/cervical-spondylosis
Diakses pada 11 Juli 2019

Open Access Scientific Report. https://www.omicsonline.org/scientific-reports/srep193.php
Diakses pada 11 Juli 2019

Medical News Report. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322603.php
Diakses pada 11 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/10-foods-for-arthritis
Diakses pada 11 Juli 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed