Menstruasi Lama? Ini 10 Alasan Penyebabnya, Kanker Salah Satunya!

Menstruasi lama bisa disebabkan oleh pemasangan alat KB spiral
Menstruasi lama bisa disebabkan berbagai hal, dari gangguan hormon hingga penyakit tertentu.

Durasi menstruasi bisa berbeda-beda di setiap wanita. Normalnya, wanita akan mengalami datang bulan selama tiga hingga tujuh hari.

Namun tidak sedikit wanita yang mengalami menstruasi lama dengan perdarahan haid yang berat, hingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini disebut juga sebagai menorrhagia dan terkadang bisa saja menandakan adanya gangguan kesehatan pada diri kaum hawa.

Mengapa Anda bisa mengalami menstruasi lama?

Banyak faktor yang bisa membuat Anda mengalami menstruasi lama. Beberapa di antaranya ialah:

  1. Ketidakseimbangan hormon. Tidak seimbangnya kadar hormon estrogen dan progesteron dapat memicu penebalan di dinding rahim. Penebalan ini kemudian dapat menyebabkan volume darah berlebih ketika haid.
  2. Pemasangan alat KB spiral atau IUD. Selain hormon, ini termasuk penyebab menstruasi lama yang paling sering ditemui. Durasi menstruasi yang lama terutama terjadi pada haid pertama setelah pemasangan IUD. Meski tergolong normal, Anda sebaiknya kembali ke dokter jika kondisi ini berlangsung dalam tiga siklus haid berturut-turut. Pasalnya, itu bisa jadi tanda adanya pergeseran IUD atau mungkin tubuh Anda tidak cocok dengan jenis kontrasepsi tersebut.
  3. Konsumsi obat yang mengandung hormon. Apapun yang memengaruhi kinerja hormon estrogen dan progresteron dalam tubuh Anda, dapat mengakibatkan menstruasi lama. Termasuk obat-obatan untuk kontrasepsi.
  4. Sindrom polikistik ovarium (polycystic ovary syndrome/PCOS). Kondisi ini juga biasanya ditandai dengan menstruasi yang lama, migrain, pertumbuhan rambut yang berlebih, dan pertambahan berat badan.
  5. Masalah pada kelenjar tiroid. Hormon tiroid berfungsi mengatur beragam kinerja tubuh, termasuk produksi hormon. Bila kelenjar ini mengalami gangguan, durasi haid yang lama dengan volume darah berlebihan mungkin saja terjadi dan disertai kondisi tubuh yang cepat lelah.
  6. Polip dan fibroid rahim. Benjolan pada rahim umumnya tidak memiliki gejala, namun bisa diketahui dengan pemeriksaan rahim seperti USG. Polip dan fibroid pada rahim dapat mengakibatkan perdarahan yang lebih banyak dari biasanya saat haid, yang juga memengaruhi durasi menstruasi.
  7. Peristiwa tragis ini bisa saja terjadi tanpa disadari. Misalnya ketika Anda belum menyadari bahwa Anda tengah mengandung. Salah satu tandanya adalah keluar darah atau flek dalam jangka waktu panjang.
  8. Kanker serviks. Ketika Anda mengalami menstruasi yang tidak beraturan maupun menorrhagia, lakukan tes Pap smear dan pemeriksaan HPV guna mengetahui ada atau tidaknya sel kanker maupun virus yang memengaruhi kondisi tersebut.
  9. Jelang menopause. Pola menstruasi bisa berubah seiring bertambahnya usia Anda. Menopause sendiri biasanya dimulai ketika Anda memasuki usia 50 tahun, tapi gejala menopause dini bisa saja terlihat sejak Anda menginjak 35 tahun.
  10. Kelainan proses pembekuan darah. Jika Anda mengalami masa menstruasi lama, tapi tidak memiliki kondisi di atas, mungkin ini saatnya Anda melakukan tes darah. Kelainan darah, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand, juga bisa memengaruhi kondisi menstruasi Anda.

Kapan harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Jika menstruasi Anda berlangsung lebih dari 10 hari dan kondisi ini berlangsung konstan dalam tiga bulan berturut-turut, langsung konsultasikan ke dokter agar bisa diperiksa. Demikian pula dengan siklus haid yang terasa janggal.

Dengan mengetahui penyebabnya secara pasti, menstruasi lama bisa diatasi dengan tepat agar tidak mengganggu rutinitas Anda. Seandainya ada gangguan tertentu yang menjadi pemicunya, langkah penanganan pun bisa segera dilakukan.

Women’s Health. https://www.womenshealthmag.com/health/a19992907/long-periods/
Diakses pada 21 Mei 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menorrhagia/symptoms-causes/syc-20352829
Diakses pada 21 Mei 2019

Health Line. https://www.healthline.com/symptom/menstrual-irregularity
Diakses pada 21 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed