Menjemur Bayi Baru Lahir, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Orangtua


Menjemur bayi akan memberikan manfaat jika dilakukan dengan tepat. Perhatikan cara menjemur yang aman dan kapan waktu yang tepat untuk menjemur agar manfaatnya bisa dirasakan.

(0)
16 Oct 2019|Azelia Trifiana
Sambil menjemur bayi, Anda bisa menciptakan bonding dengan mengajaknya berbicara tentang hal apapunMenjemur bayi di pagi hari sebaiknya dilakukan sebelum pukul 10 pagi
Sinar matahari bisa jadi kawan, bisa jadi lawan, terutama jika urusannya adalah kulit lembut pada bayi baru lahir. Jika Anda ingin menjemur bayi, pastikan hanya melakukannya secara singkat di jam-jam tertentu saja.Waktu berjemur yang baik untuk bayi adalah saat pagi hari pukul 7-10 pagi. Lewat dari waktu itu, sinar matahari akan terlalu kuat dan justru berisiko menimbulkan iritasi pada kulit bayi.

Cara menjemur bayi yang aman dan tepat

Wajar jika orangtua baru bingung mana yang benar dan mana yang salah ketika mengurus buah hati mereka, termasuk tentang bagaimana cara menjemur si Kecil.Agar manfaat menjemur bisa dirasakan maksimal tanpa menimbulkan efek tidak baik, berikut 10 tips aman menjemur bayi yang bisa Anda ikuti:

1. Pilih waktu berjemur yang baik untuk bayi

Seperti yang telah disebutkan di atas, waktu berjemur yang baik untuk bayi adalah pukul 7-10 pagi. Ini adalah saat sinar matahari masih cukup “ramah” bagi kulit bayi.Para pakar kesehatan termasuk Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tetap merekomendasikan Anda untuk menjemur bayi pada pagi hari, yakni mulai dari matahari terbit hingga pukul 10 pagi. Bila mau, Anda juga bisa mengulang jemur bayi setelah jam 16. Sebaliknya, IDAI melarang jemur bayi pada pukul 10-16 karena radiasi matahari pada jam tersebut sangat tinggi. Kulit bayi masih sangat sensitif sehingga terlalu banyak terpapar sinar UV justru akan meningkatkan risikonya terkena kanker kulit di kemudian hari.

2. Perhatikan durasi menjemur

Berapa lama bayi dijemur? Tak perlu berlama-lama, menjemur bayi hanya perlu dilakukan selama 15 menit saja. Pastikan juga dalam waktu 15 menit itu, area kulit yang terpapar sudah merata.

3. Hindari melihat matahari langsung

Orang dewasa saja diimbau tidak melihat matahari dengan mata telanjang, apalagi anak bayi. Lindungi area mata dan kepala mereka dengan kacamata, kain, atau topi lembut.Pastikan juga mata bayi tidak menghadap langsung ke matahari. Mata bayi berusia di bawah 6 bulan belum bisa menyaring sinar UV secara langsung. Artinya, sinar UV bisa tepat mengenai retina bahkan menyebabkan kerusakan.

4. Cari lokasi yang tepat

Mencari lokasi untuk menjemur bayi juga gampang-gampang susah. Anda bisa menjemurnya di depan rumah jika memang arah sinar mataharinya tepat. Namun jika di depan rumah dirasa terlalu berpolusi, Anda bisa juga mencari lokasi di dalam rumah yang terkena cahaya matahari.

5. Gunakan pelindung dari serangga

Saat dijemur, bayi tidak mengenakan baju. Biasanya, hanya topi dan popok saja. Namun ingat, gunakan pelindung dari serangga untuk menghindari gigitan serangga. Anda bisa menempelkan stiker pengusir serangga di bagian topi atau di baju Anda.

6. Perhatikan cara menjemur bayi prematur yang baik

Khusus bagi bayi prematur, sebaiknya jangan membiarkan mereka terpapar sinar matahari secara langsung pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Bayi prematur membutuhkan temperatur tubuh yang stabil karena belum mampu menyesuaikan dengan sendirinya.

7. Beri pijatan lembut

Anda bisa juga memanfaatkan waktu 15 menit menjemur bayi untuk memberi pijatan lembut ke bagian-bagian tubuh tertentu. Gunakan baby oil yang terbukti aman dan aplikasikan secara perlahan. Cara ini akan membuat bayi merasa lebih nyaman.

8. Bangun koneksi dengan bayi

Bayi baru lahir belum bisa melihat dengan jelas. Meski demikian, mereka bisa mendengar suara dari orang-orang di sekitarnya. Anda bisa mengajak mereka berbicara sembari membangun koneksi tentang hal apapun.

9. Lindungi kulit dari paparan sinar matahari langsung

Saat berjemur, Anda tidak perlu membuka pakaian bayi karena bisa berisiko membuat kulit bayi terbakar. Pakaian apa pun akan tetap dapat menyerap sinar matahari yang diperlukan.Jika bayi Anda sudah berusia 6 bulan, Anda bisa memberikan tabir surya khusus bayi agar terlindung dari bahaya sinar ultraviolet. Selain itu, jangan jemur bayi di bawah sinar matahari langsung untuk menghindari kulit terbakar.

10. Periksa reaksi kulit

Terakhir dan tak kalah penting, periksa bagaimana reaksi kulit buah hati Anda setiap kali usai berjemur. Jika tidak ada reaksi apapun, maka menjemur bayi bisa menjadi agenda pagi hari Anda. Namun apabila muncul ruam atau kulit seperti terbakar, sebaiknya cari tahu pemicunya dengan berkonsultasi pada dokter.

Manfaat menjemur bayi

Saat berjemur, manfaat sinar matahari pagi untuk bayi begitu banyak. Bukan hanya baik untuk kesehatan tubuh, menjemur juga bisa meningkatkan kekebalan tubuh bayi baru lahir.Adapun manfaat menjemur bayi adalah seperti berikut:

1. Sumber vitamin D

Salah satu manfaat sinar matahari pagi untuk bayi adalah menjadi sumber vitamin D. Vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Tak hanya itu, cukupnya vitamin D dari sinar matahari, dan juga makanan membantu optimalisasi sistem kekebalan tubuh.

2. Level serotonin meningkat

Sinar matahari juga dapat meningkatkan level serotonin pada bayi Anda. Hormon serotonin juga disebut dengan happy hormone yang membuat bayi lebih tenang dan tidur nyenyak.

3. Sistem saraf sehat

Vitamin D juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem saraf.

4. Meningkatkan kadar insulin

Sinar matahari yang kaya akan vitamin D juga membantu tubuh menjaga kadar insulin. Hal ini penting untuk pertumbuhan bayi hingga beberapa tahun ke depan.

5. Menurunkan kadar bilirubin

Penanganan bayi kuning yang utama memang dengan fototerapi. Namun bagi bayi yang kadar bilirubinnya tidak terlalu tinggi, dokter biasanya menyarankan orangtua untuk menjemur bayi selama 15-20 menit setiap pagi.Hal yang perlu diperhatikan adalah menjemur bukan berarti solusi atas masalah bayi kuning karena tingginya level bilirubin. Jika kadar bilirubin nilainya cukup tinggi atau meningkat dengan cepat, perlu ada penanganan lebih lanjut seperti fototerapi untuk membantu bayi menurunkan level bilirubin dalam tubuhnya.

6. Membuat bayi tidak gampang rewel

Manfaat menjemur bayi lainnya adalah meningkatkan produksi hormon serotonin. Hormon serotonin adalah hormon yang kerap dijuluki sebagai "hormon bahagia" yang bisa membuat bayi cenderung tidak rewel dan pencernaan lebih lancar.

7. Membentuk pola tidur bayi

Bayi baru lahir biasanya masih sering terjaga sepanjang malam dan tertidur di pagi atau siang hari. Hal ini dikarenakan hormon serotonin dan melatonin dalam tubuhnya belum terlalu seimbang. Nah, jemur bayi dipercaya dapat memengaruhi level hormon keduanya sehingga membentuk pola tidur bayi yang baik.Ketika dijemur, kadar melatonin akan menurun, sedangkan serotonin bertambah. Hal ini diharapkan dapat membuat bayi lebih mudah terjaga di pagi hari dan tertidur di malam hari seperti pola tidur manusia pada umumnya.Jadi, sudah tahu trik yang tepat untuk menjemur bayi Anda setiap pagi? Jangan lupa atur alarm agar tidak terlalu lama. Satu lagi, pastikan Anda melindungi mata dan kepala bayi dari sinar matahari secara langsung.
vitamin dbilirubinbayi baru lahir
First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/7-amazing-benefits-of-sunlight-for-newborn-babies/
Diakses 8 Oktober 2019
Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/blog/sun-safe-babies/
Diakses 8 Oktober 2019
What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/gentle-care-for-newborn-skin.aspx
Diakses 8 Oktober 2019
IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/menjemur-bayi-dengan-tepat Diakses 26 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait