Sambil menjemur bayi, Anda bisa menciptakan bonding dengan mengajaknya berbicara tentang hal apapun
Menjemur bayi di pagi hari sebaiknya dilakukan sebelum pukul 9 pagi

Sinar matahari bisa jadi kawan, bisa jadi lawan, terutama jika urusannya adalah kulit lembut bayi mungil yang baru menghirup udara dunia selama beberapa jam saja. Jika Anda ingin menjemur bayi, pastikan hanya melakukannya secara singkat di jam-jam tertentu saja.

Waktu terbaik untuk menjemur bayi adalah saat pagi hari pukul 7-9 pagi. Lewat dari waktu itu, sinar matahari akan terlalu kuat dan justru berisiko menimbulkan iritasi pada kulit bayi.

9 Tips aman menjemur bayi

Wajar jika orangtua baru bingung mana yang benar dan mana yang salah ketika mengurus buah hati mereka. Ada begitu banyak saran dari kanan kiri tentang apa yang tepat dan apa yang tidak.

Setidaknya, berikut ini 9 tips aman menjemur bayi Anda:

1. Pilih waktu yang tepat

Seperti yang disinggung di atas, waktu yang tepat untuk menjemur bayi adalah pukul 7-9 pagi. Ini adalah saat sinar matahari masih cukup “ramah” bagi kulit bayi. Lebih siang dari itu, jangan coba-coba menjemur bayi karena sinar matahari justru menjadi berbahaya.

2. Durasi menjemur

Tak perlu berlama-lama, menjemur bayi hanya perlu dilakukan selama 15 menit saja. Pastikan juga dalam waktu 15 menit itu, area kulit yang terpapar sudah merata.

3. Hindari melihat matahari langsung

Orang dewasa saja diimbau tidak melihat matahari dengan mata telanjang, apalagi anak bayi. Lindungi area mata dan kepala mereka dengan kacamata, kain, atau topi lembut.

Pastikan juga mata bayi tidak menghadap langsung ke matahari. Mata bayi berusia di bawah 6 bulan belum bisa menyaring sinar UV secara langsung. Artinya, sinar UV bisa tepat mengenai retina bahkan menyebabkan kerusakan.

4. Cari lokasi yang tepat

Mencari lokasi untuk menjemur bayi juga gampang-gampang susah. Anda bisa menjemurnya di depan rumah jika memang arah sinar mataharinya tepat. Namun jika di depan rumah dirasa terlalu berpolusi, Anda bisa juga mencari lokasi di dalam rumah yang terkena cahaya matahari.

5. Gunakan pelindung dari serangga

Saat dijemur, bayi tidak mengenakan baju. Biasanya, hanya topi dan popok saja. Namun ingat, gunakan pelindung dari serangga untuk menghindari gigitan serangga. Anda bisa menempelkan stiker pengusir serangga di bagian topi atau di baju Anda.

6. Menjemur bayi prematur

Khusus bagi bayi prematur, sebaiknya jangan membiarkan mereka terpapar sinar matahari secara langsung pada minggu-minggu pertama kelahirannya. Bayi prematur membutuhkan temperatur tubuh yang stabil karena belum mampu menyesuaikan dengan sendirinya.

7. Beri pijatan lembut

Anda bisa juga memanfaatkan waktu 15 menit menjemur bayi untuk memberi pijatan lembut ke bagian-bagian tubuh tertentu. Gunakan baby oil yang terbukti aman dan aplikasikan secara perlahan. Cara ini akan membuat bayi merasa lebih nyaman.

8. Bangun koneksi dengan bayi

Bayi baru lahir belum bisa melihat dengan jelas. Meski demikian, mereka bisa mendengar suara dari orang-orang di sekitarnya. Anda bisa mengajak mereka berbicara sembari membangun koneksi tentang hal apapun.

9. Periksa reaksi kulit

Terakhir dan tak kalah penting, periksa bagaimana reaksi kulit buah hati Anda setiap kali usai berjemur. Jika tidak ada reaksi apapun, maka menjemur bayi bisa menjadi agenda pagi hari Anda. Namun apabila muncul ruam atau kulit seperti terbakar, sebaiknya cari tahu pemicunya dengan berkonsultasi pada dokter.

Manfaat menjemur bayi

Selain tips menjemur bayi di atas, tentu setiap orangtua punya pertimbangan apa yang paling baik untuk buah hati mereka. Lakukan apa yang dirasa baik dan sesuai dengan insting setiap orangtua.

Namun ingat, menjemur bayi bukan berarti solusi atas masalah bayi kuning karena tingginya level bilirubin.

Jika kadar bilirubin nilainya cukup tinggi atau meningkat dengan cepat, perlu ada penanganan lain seperti fototerapi untuk membantu bayi menurunkan level bilirubin dalam tubuhnya.

Lebih jauh lagi, manfaat menjemur bayi adalah:

  • Sumber vitamin D

    Vitamin D merupakan vitamin yang sangat penting dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Tak hanya itu, cukupnya vitamin D dari sinar matahari – dan juga makanan tentu saja – membantu optimalisasi sistem kekebalan tubuh.
  • Level serotonin meningkat

    Sinar matahari juga dapat meningkatkan level serotonin pada bayi Anda. Hormon serotonin juga disebut dengan happy hormone yang membuat bayi lebih tenang dan tidur nyenyak.
  • Sistem saraf sehat

Vitamin D juga berperan dalam menjaga kesehatan sistem saraf

  • Meningkatkan kadar insulin

Sinar matahari yang kaya akan vitamin D juga membantu tubuh menjaga kadar insulin. Hal ini penting untuk pertumbuhan bayi hingga beberapa tahun ke depan.

Jadi, sudah tahu trik yang tepat untuk menjemur bayi Anda setiap pagi? Jangan lupa atur alarm agar tidak terlalu lama. Satu lagi, pastikan Anda melindungi mata dan kepala bayi dari sinar matahari secara langsung.

First Cry Parenting. https://parenting.firstcry.com/articles/7-amazing-benefits-of-sunlight-for-newborn-babies/
Diakses 8 Oktober 2019

Skin Cancer Foundation. https://www.skincancer.org/blog/sun-safe-babies/
Diakses 8 Oktober 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/gentle-care-for-newborn-skin.aspx
Diakses 8 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed