logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

5 Manfaat dan Cara Menjemur Bayi yang Benar, Orangtua Perlu Tahu!

open-summary

Menjemur bayi baru lahir umum dilakukan para orangtua. Namun, tahukah Anda jika sebaiknya tidak menjemurnya langsung di bawah sinar matahari? Ketahui cara menjemur bayi yang benar dalam artikel ini.


close-summary

4.2

(5)

26 Jan 2022

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

cara menjemur bayi yang benar

Orangtua perlu mengetahui bagaimana cara menjemur bayi yang benar!

Table of Content

  • Manfaat menjemur bayi
  • Kapan dan berapa lama menjemur bayi yang tepat?
  • Cara menjemur bayi yang aman dan benar

Menjemur bayi di bawah sinar matahari merupakan salah satu aktivitas rutin yang dilakukan orangtua baru karena banyak manfaatnya untuk kesehatan di Kecil.

Advertisement

Namun, cara menjemur bayi baru lahir tidak bisa sembarangan. Anda juga perlu tahu bagaimana kapan waktu yang tepat untuk jemur bayi supaya aman.

Mengetahui cara dan waktu menjemur bayi yang tepat berguna untuk menghindari kemungkinan terjadinya kerusakan kulit dalam jangka panjang. Untuk itu, simak penjelasannya dalam artikel ini.

Manfaat menjemur bayi

Mengutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, sejak pertengahan abad ke-19, sinar matahari memiliki efek terapeutik untuk kelainan tulang karena kekurangan vitamin D, kalsium, dan fosfat.

Walaupun ada pula bahaya yang bisa ditimbulkan, tidak dipungkiri bahwa paparan sinar UVB dari matahari juga penting untuk membantu memproduksi vitamin D.

Sebelum mengetahui cara menjemur bayi yang benar, berikut adalah beberapa manfaat menjemur bayi yang perlu diketahui orangtua.

1. Mendapatkan vitamin D

Ini adalah manfaat terbesar dari menjemur bayi. Pasalnya, tubuh kita mendapatkan asupan vitamin D paling banyak dari sinar matahari.

Vitamin D dapat membantu tubuh menyerap kalsium yang bermanfaat untuk memperkuat tulang dan gigi. Selain itu, vitamin D juga dapat membantu agar sistem imun bayi bekerja secara efisien, agar tidak mudah terserang penyakit.

2. Menjaga kadar insulin

Kandungan vitamin D dari sinar matahari juga diklaim dapat membantu menjaga kadar hormon insulin pada bayi. Hormon ini bermanfaat untuk mengubah asupan glukosa menjadi energi.

Tak hanya itu saja, hormon insulin juga membantu mengatur keseimbangan gula darah pada bayi.

Untuk mencegah diabetes, tentu mandi sinar matahari saja tidak cukup. Sebab, penyakit ini juga dipengaruhi pola makan dan gaya hidup anak di kemudian hari.

3. Meningkatkan hormon serotonin

Sinar matahari dalam juga diketahui dapat meningkatkan kadar hormon serotonin.

Serotonin dikenal sebagai hormon yang dapat meningkatkan perasaan bahagia dan aman.

Hal ini pula yang membuat bayi jadi tidak mudah rewel seperti biasanya.

Lalu, hormon serotonin juga berfungsi membantu menjaga kesehatan pencernaan serta membentuk waktu tidurnya.

4. Menurunkan kadar bilirubin

Penanganan bayi kuning yang utama memang dengan fototerapi.

Namun jika kadar bilirubinnya tidak terlalu tinggi, dokter biasanya menyarankan orangtua untuk menjemur bayi.

Alasannya, karena sinar matahari dapat membantu memecah bilirubin atau senyawa kuning yang ada dalam tubuh bayi. Ini bisa membuat organ hati memproses bilirubin dengan lebih mudah.

Jangan jemur bayi di bawah sinar matahari langsung untuk menghindari kulitnya terbakar.

Jika bayi Anda mengalami kulit kuning dengan kadar bilirubin sangat tinggi, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang lebih efektif.

5. Membentuk pola tidur

Dalam penjelasan sebelumnya, diketahui bahwa berjemur dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, yang juga berperan dalam membantu menjaga pola tidur bayi.

Selain itu, ketika bayi baru lahir terkena sinar matahari, ini juga dapat membantu mengatur produksi melatonin.

Tingkat melatonin pada bayi pun dapat membantu memengaruhi pola tidurnya.

Menjemur bayi dengan sinar matahari alami juga bermanfaat untuk membantu mengatur produksi melatonin.

Ketika dijemur, kadar melatonin akan menurun sedangkan serotonin bertambah.

Menurunnya kadar melatonin dapat membuat bayi lebih mudah terjaga.

Baca Juga

  • Berbagai Macam Cara Mengobati Sakit Mata pada Bayi Sesuai Penyebabnya
  • 10 Pantangan Makanan Bayi 8 Bulan Hingga Satu Tahun
  • Ini Bahaya Humidifier untuk Bayi, Orangtua Harus Waspada

Kapan dan berapa lama menjemur bayi yang tepat?

Hingga kini belum ada penelitian yang menentukan perlu berapa lama menjemur bayi di bawah sinar matahari, agar penyerapan vitamin D cukup untuk tubuhnya.

Namun, ada yang menganjurkan untuk menjemur bayi selama 5-15 menit.

Pastikan kedua tangan dan kakinya terkena sinar matahari, sehingga menjaga konsentrasi vitamin D yang masuk ke dalam tubuh.

Ikatan Dokter Anak Indonesia pun merekomendasikan waktu berjemur yang baik untuk bayi adalah antara pukul 10 pagi dan juga 4 sore.

Anda juga bisa melakukannya dua kali sehari sebagai cara menjemur bayi yang benar.

Perlu diperhatikan pula bahwa menjemur bayi sebaiknya dilakukan sebelum ia mandi. 

Cara menjemur bayi yang aman dan benar

Wajar ketika orangtua masih bingung dalam hal merawat bayi baru lahir. Termasuk, saat Anda belum mengetahui bagaimana cara menjemur bayi yang benar. Berikut penjelasannya.

1. Pilih waktu yang tepat

Sebelumnya dijelaskan bahwa waktu berjemur yang baik untuk bayi adalah jam 10 pagi dan juga 4 sore.

Jadi, Anda bisa menyesuaikan waktu sejak matahari terbit hingga jam maksimal yang telah disebutkan. Apabila mau, Anda juga bisa menjemur bayi kembali setelah jam 4 sore. 

IDAI melarang untuk menjemur bayi pada pukul 10-16 karena radiasi matahari pada jam tersebut sangat tinggi. 

2. Hindari paparan sinar matahari langsung

Sebagian besar orangtua mungkin akan menjemur bayi langsung di bawah sinar matahari karena sudah menjadi kebiasaan sejak dulu. 

Padahal, paparan sinar matahari langsung adalah hal yang sebaiknya dihindari bayi baru lahir.

Alasannya, hal ini dapat meningkatkan risiko berkembangnya melanoma dan kanker jenis lainnya pada usia lanjut.

Selain itu, kulit bayi masih sangat sensitif. Terlalu lama terpapar sinar UV justru akan meningkatkan risiko kulit terbakar, kerusakan kulit, kanker kulit, serta kerusakan mata.

3. Gunakan pelindung

Untuk meminimalisasi sinar matahari langsung, cara menjemur bayi yang benar dan telah direkomendasikan dokter adalah dengan memberikan pelindung pada si kecil.

Sebagai contoh, bayi bisa menggunakan topi, penutup mata, serta pakaian berbahan ringan.

Lindungi area kepala, wajah, telinga, dan juga leher dengan menggunakan topi lebar.

Saat Anda menaruhnya di stroller, gunakan penutupnya atau bisa juga dengan menggunakan payung.

4. Pilih lokasi yang tepat

Cara menjemur bayi yang benar lainnya adalah Anda tidak perlu melakukannya di tempat terbuka. Seperti halaman depan rumah atau balkon yang menghadap sinar matahari langsung.

Cukup dengan membuka jendela yang ada di kamar atau ruang tamu, sehingga cahaya matahari bisa masuk.

Lalu, letakkan bayi agar ia bisa merasakan sinar matahari alami. Saat angin terlalu kencang, tidak apa-apa untuk menutup jendela.

5. Pakaikan sunscreen

Mengoleskan sunscreen sebelum menjemur bayi adalah cara yang benar. Namun, sunscreen untuk bayi hanya boleh untuk si kecil yang sudah berusia 6 bulan ke atas.

Bayi berusia di bawah 6 bulan belum boleh menggunakan sunscreen karena metabolisme kulitnya belum sempurna. Kulit mereka belum bisa mengeluarkan bahan kimia yang biasanya ada di dalam produk sunscreen. 

Setelah usianya mencapai 6 bulan, Anda boleh pakaikan tabir surya (sunscreen) khusus bayi sebelum berjemur.

Pilihlah produk khusus bayi dengan tambahan proteksi SPF dan UVA/UVB. Oleskan 30 menit sebelum berjemur atau keluar ruangan.

6. Sedia perawatan kulit sensitif

Pada umumnya, bayi mempunyai jenis kulit yang lebih sensitif daripada orang dewasa.

Namun, ada juga bayi yang kulitnya lebih sensitif. Sebaiknya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter apakah boleh berjemur dan bagaimana cara menjemurnya yang benar.

Lalu, setelah berjemur gunakan krim khusus yang direkomendasikan dokter untuk menghindari efek kemerahan, kulit kering, ruam, atau iritasi.

Hingga kini pun tidak ada aturan pasti bayi dijemur sampai usia berapa. Biasanya, dokter akan merekomendasikan untuk menjemur bayi saat ia sedang pilek atau hidung tersumbat.

Untuk mengetahui lebih banyak mengenai cara menjemur bayi yang benar, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi Kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

bilirubinbayi baru lahirbayi & menyusuimerawat bayi

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved