Menjauhkan yang Dekat: Waspadai Dampak Negatif Media Sosial

Gila likes adalah salah satu dampak negatif media sosial
Salah satu dampak negatif media sosial adalah dapat membuat orang menjadi gila "likes" dan mencari perhatian

Kemunculan media sosial berhasil merubah cara manusia berkomunikasi. Kini siapapun bisa bisa berikirim pesan atau berita, bahkan berbicara tatap muka dengan kilat tanpa harus menunggu lama seperti saat masih menggunakan surat

Media sosial juga memberikan ruang kepada siapa saja untuk berbagi cerita atau kenangan lewat foto dan juga video. Anda dapat berinteraksi dengan cerita orang lain dengan memberikan komentar atau memberikan emoticon.

Bahkan salah satu efek positif dari media sosial adalah mempertemukan kembali teman-teman lama yang sebelumnya sudah hilang kontak.

Namun, di balik manfaatnya, ada dampak negatif dari media sosial yang sedang mengintai dan terkadang diabaikan atau bahkan tidak disadari.

Dampak negatif media sosial

Meski sulit dilepaskan dari kehidupan kita sehari-hari, bila kita tidak bijaksana dalam menggunakannya, kita berisiko terkena dampak negatif media sosial seperti:

  • Gila ‘likes

Sebagian besar kita suka saat foto, video, atau status kita mendapatkan likes atau emoticon love. Dan faktanya memang demikian. Sebuah penelitian menemukan “likes” di media sosial dapat mengaktivasi bagian otak yang berhubungan dengan penghargaan dan situasi sosial. Hal ini berisiko mendorong orang-orang  melakukan hal-hal yang tidak sehat atau berisiko hanya untuk mendapatkan ‘likes’.

Perlahan-lahan, Anda menjadi kecanduan terhadap media sosial.  Sampai-sampai Anda berkeinginan membuat foto atau video aneh yang berbahaya untuk memancing “likes” bahkan dari orang yang Anda tidak kenal.

  • Membandingkan diri dengan orang lain

Melihat foto pakaian, makanan, atau bahkan video liburan orang lain yang lebih baik dari Anda kadang membuat Anda merasa minder atau tidak puas dengan apa yang miliki. Hal ini dapat mengganggu kesehatan mental dan menurunkan keberhargaan diri Anda.

Nyatanya, tidak semua orang yang menampilkan hal-hal tersebut memiliki kehidupan seindah apa yang terlihat di media sosial. Mereka sama seperti Anda dan banyak orang lainnya, yaitu memiliki masalah pribadi yang mungkin saja lebih buruk dari Anda. Namun tidak ditampilkan di media sosial. Jadi Anda tak perlu terpengaruh dengan indahnya hidup orang lain di sosial media.

  • Mengurangi hubungan tatap muka

Istilah ‘mendekatkan yang jauh tetapi menjauhkan yang dekat’ dapat menggambarkan dampak negatif media sosial yang satu ini.

Semakin sering Anda berkutat dengan media sosial, semakin berkurang pula waktu Anda untuk berbicara tatap muka dengan orang-orang terdekat Anda.

  • Menurunkan kemampuan sosial

Sama seperti belajar, kemampuan sosial juga perlu diasah agar makin berkembang. Dampak negatif media sosial yang bisa muncul adalah berkurangnya kemampuan sosial, seperti berempati terhadap orang lain, dan tidak tahu cara berkomunikasi yang baik dengan orang lain.

Hal ini karena Anda akan lebih sering melakukan komunikasi lewat media sosial dibandingkan bertatap muka.

  • Cyberbullying

Dampak negatif media sosial lainnya adalah meningkatkan cyberbullying. Cyberbullying adalah bullying yang dilakukan melalui media sosial, teks, dan perantara teknologi lainnya.

Adanya media sosial tentunya sangat memudahkan kemunculan cyberbullying yang berpeluang membuat korbannya mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

  • Bocornya informasi personal

Sah-sah saja memperlihatkan momen-momen menyenangkan bersama dengan orang-orang sekitar melalui media sosial. Namun, tidak semua informasi perlu diberitahukan kepada orang lain.

Dampak negatif media sosial terkadang terjadi akibat kurangnya pembatasan informasi dari pemakainya, seperti mengunggah nama sekolah, tempat tinggal, nomor telepon, dan sebagainya yang berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain.

  • Body image yang buruk

Terlihat kurus dan langsing selalu dianggap sebagai salah satu tolak ukur gambaran tubuh ideal dan media sosial membantu penyebaran standar kecantikan ini. Padalah, kecantikan adalah suatu hal yang relatif.

Bisa dikatakan kalau dampak negatif media sosial adalah berpotensi membuat seseorang memiliki gambaran terhadap tubuh yang buruk.

Orang-orang yang sering menggunakan media sosial cenderung memiliki gangguan makan yang bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

  • Berpotensi gangguan tidur

Dibandingkan dengan orang yang tidak terlalu sering menggunakan media sosial, orang-orang yang sering melihat media sosial, khususnya 30 menit sebelum tidur, berpotensi mengalami gangguan tidur.

Catatan dari SehatQ

Dampak negatif media sosial sebenarnya dapat dihindari asalkan Anda dapat memisahkan kehidupan sehari-hari dan media sosial. Bila Anda memiliki akun di media sosial, tanyakan kepada diri Anda, apakah media sosial memang memberikan dampak yang baik untuk Anda?

Kalau tidak, maka ada baiknya jika Anda tidak melihat atau menggunakan media sosial terlalu sering. Cobalah untuk melakukan ‘detoks media sosial’ dengan ‘meliburkan’ diri Anda dari melihat media sosial selama seminggu atau sebulan.

Selain itu, saat akan mengunggah sesuatu ke media sosial, pastikan bahwa apa yang akan Anda bagikan ke orang lain adalah sesuatu yang baik, bermanfaat dan tidak berpotensi disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apabila Anda sulit lepas dari media sosial dan merasa bahwa tanpa ‘likes’ maka kehidupan menjadi hampa, Anda dapat mengunjungi psikolog atau psikiater untuk mendapatkan bantuan dalam mengatur media sosial dalam kehidupan sehari-hari.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27161027
Diakses pada 6 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28934521
Diakses pada 6 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27247125
Diakses pada 6 Februari 2020

Psycom. https://www.psycom.net/social-media-teen-mental-health
Diakses pada 6 Februari 2020

 

Stopbullying.gov. https://www.stopbullying.gov/cyberbullying/what-is-it
Diakses pada 6 Februari 2020

University of Colorado Boulder. https://www.colorado.edu/health/2019/12/10/stop-scrolling-4-ways-improve-your-relationship-social-media
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait