Menjaga kesehatan vagina sangat penting untuk menjauhkan Anda dari berbagai gangguan kesehatan
Kesehatan vagina yang terjaga akan menghindarkan Anda dari beragam peyakit

Vagina adalah saluran yang terbentuk dari otot yang menyambungkan leher rahim (serviks) dengan mulut vagina. Bagian luar organ seksual perempuan ini berupa vulva yang melindungi mulut vagina.

Menjaga kesehatan vagina bukan saja menghindarkan organ intim kaum hawa dari penyakit, tapi sekaligus mempertahankan agar fungsinya tetap normal. 

Faktor alami penjaga kesehatan vagina

Vagina mempunyai caranya sendiri untuk membersihkan diri, yaitu dengan bantuan sekresi lendir. Karena itu, Anda sebetulnya tidak perlu menggunakan berbagai produk pembersih vagina.

Beberapa faktor-faktor alami yang turut berperan dalam menjaga kebersihan dan kesehatan vagina meliputi:

1. Sekresi lendir vagina

Selain darah yang keluar di saat menstruasi, lendir berwarna bening atau putih yang sering keluar dari vagina juga termasuk normal. Lendir ini diproduksi secara alami di leher rahim atau serviks, guna membersihkan dan melindungi vagina.

Keluarnya lendir tersebut memang sering disebut keputihan. Tetapi keputihan tidak selalu menandakan adanya penyakit.

Konsistensi, warna, dan jumlah lendir yang keluar dari vagina bisa berubah-ubah, sesuai dengan kondisi hormon tubuh wanita. Dengan kata lain, pengeluaran lendir ini erat hubungannya dengan siklus menstruasi, kehamilan, kondisi stres, dan menopause

Jumlah dan wujud lendir vagina juga akan bervariasi sepanjang siklus menstruasi. Pada saat ovarium melepaskan sel telur atau proses ovulasi, lendir yang keluar akan berwarna bening dengan jumlah cukup banyak dan bisa bertekstur lentur, seperti putih telur mentah.

Ciri dari lendir vagina atau keputihan normal adalah tidak adanya bau dan warna lendir yang bening atau putih. Kadang-kadang lendir vagina memang menyebabkan rasa lembap yang kurang nyaman. Namun lendir ini tidak akan menimbulkan rasa gatal atau sakit di vagina.

Jika ada perubahan yang dirasa abnormal pada lendir vagina dari segi jumlah, warna, bau, apalagi terasa gatal, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, perubahan yang abnormal bisa saja mengindikasikan infeksi pada vagina. 

2. Bakteri di vagina

Secara alami, banyak bakteri yang hidup di vagina. Keberadaannya berfungsi melindungi kesehatan vagina.

Bahkan tidak berlebihan bila dikatakan bahwa vagina dan usus adalah dua organ tubuh manusia yang paling banyak mengandung bakteri. 

Beberapa fungsi bakteri baik yang hidup di vagina meliputi:

  • Mendominasi dalam segi jumlah agar bisa mengalahkan bakteri-bakteri yang berpotensi menimbulkan penyakit di vagina
  • Menjaga tingkat keasaman vagina agar selalu seimbang. Salah satu jenis bakteri baik adalah lactobacilli. Bakteri ini menjaga tingkat keasaman di vagina agar tetap normal dan berada di bawah pH 4,5, sehingga mencegah tumbuhnya organisme lain.
  • Memproduksi bakteriosin, yaitu semacam antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab penyakit yang masuk ke vagina.
  • Memproduksi senyawa yang bisa mencegah bakteri jahat menempel dan berkembang di dinding vagina.

Jika keseimbangan bakteri baik dan bakteri jahat terganggu, akan terjadi infeksi dan peradangan pada vagina yang disebut bacterial vaginosis (BV). 

Tips menjaga kesehatan vagina

Untuk menjaga kesehatan vagina, Anda tidak perlu terlalu repot. Anda cukup melakukan hal-hal berikut ini: 

1. Jaga kesehatan tubuh secara umum

Anda bisa melakukannya dengan makan sehat, menjaga berat badan tetap ideal, dan rutin berolahraga. 

Olahraga (seperti jalan kaki dan lari) bisa membantu menguatkan otot-otot dasar panggul. Sementara senam kegel bisa menguatkan otot vagina. 

Jika terkena penyakit kronis (seperti diabetes), organ seksual bisa terkena dampaknya. Diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan meningkatnya risiko terkena infeksi jamur di vagina dan infeksi saluran kemih.

2. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala

Langkah ini perlu Anda lakukan sesuai dengan rekomendasi dokter dan sesuai kondisi kesehatan Anda. Jangan lewatkan pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi dini kanker leher rahim dan pemeriksaan untuk melihat penyakit menular seksual. 

3. Gunakan kondom

Meminta pasangan Anda untuk menggunakan kondom ketika berhubungan intim bertujuan melindungi diri dari penyakit menular seksual, khususnya bila memiliki pasangan seksual lebih dari satu orang.

4. Cukup gunakan air bersih untuk membasuh vagina

Tidak perlu menggunakan douche atau produk-produk kimia yang diklaim dapat membersihkan vagina dari kuman serta membuatnya harum. Penggunaan produk ini malah bisa mengganggu keseimbangan bakteri di vagina dan menimbulkan infeksi.

Bila Anda tetap ingin membasuh vagina dengan air dan sabun, pilihlah sabun yang lembut dan ringan. Ingat pula bahwa sabun hanya boleh digunakan untuk membersihkan bagian luar vagina. 

5. Jangan pernah mengabaikan perdarahan abnormal dari vagina

Apabila ada perdarahan yang terjadi setelah masa menopause atau di antara siklus haid, segera periksakan diri Anda ke dokter.

Langkah merawat dan menjaga kesehatan vagina cukup sederhana, bukan? Anda bisa menerapkannya tanpa repot.

Anda juga perlu mengenali kondisi vagina Anda dengan cermat. Bila ada hal-hal yang terasa janggal, tak perlu malu untuk konsultasi dengan dokter.

NHS. https://www.nhs.uk/live-well/sexual-health/keeping-your-vagina-clean-and-healthy/
Diakses pada 15 Oktober 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/how-to-keep-your-vagina-happy-healthy/
Diakses pada 15 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed