Meningitis TB, Ketika Bakteri Menginfeksi Membran Selaput Otak

(0)
26 Jun 2020|Azelia Trifiana
mycobacterium tuberculosis dapat menginfeksi otak sehingga menyebabkan meningitis TBMeningitis TB disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis
Salah satu penyakit yang menular dan kerap menyerang paru-paru adalah tuberculosis (TB) yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Terkadang, bakteri ini bisa menyerang meninges, membran tipis yang melindungi otak dan saraf tulang belakang. Penyakit ini dikenal juga dengan nama meningitis TB.Apabila selaput otak sudah terinfeksi, kondisi ini bisa mengancam nyawa penderitanya. Tak hanya itu saja, sebenarnya infeksi akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis ini bisa mengalir ke pembuluh darah dan menginfeksi jaringan dan organ tubuh lainnya.

Siapa yang rentan mengalaminya?

Setiap orang dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa mengalami meningitis TB. Bahkan di negara-negara miskin, bayi baru lahir hingga anak berusia 4 tahun bisa menderita meningitis TB karena vaksinasi yang tidak merata untuk semua anak.
Meski demikian, ada beberapa orang dengan kondisi medis tertentu yang lebih rentan menderita meningitis TB, yaitu:
  • Pernah menderita HIV/AIDS
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Sistem imun lemah
  • Menderita diabetes
Gejala meningitis TB juga berkembang secara perlahan. Namun dalam periode beberapa minggu kemudian, gejalanya bisa menjadi kian parah. Beberapa gejala terjadinya infeksi meningitis TB adalah:
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Tidak sadarkan diri
  • Disorientasi
  • Malaise (pegal-pegal tanpa alasan yang jelas)
  • Lethargy (lemah dan lesu)

Apakah meningitis TB bisa dicegah?

Cara terbaik untuk mencegah terinfeksi meningitis TB adalah dengan melakukan vaksinasi Bacillus Calmette-Guérin (BCG) sehingga penyebaran penyakit lebih terkendali. Utamanya jika dilakukan oleh anak-anak.Namun jika tidak berhasil dicegah dan seseorang telah terinfeksi meningitis TB, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter meski gejala belum terlalu signifikan. Semakin dini deteksi, semakin rendah risiko terjadinya komplikasi.Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta menanyakan rekam medis dan detil gejalanya. Apabila ada tanda-tanda mengalami meningitis TB, bisa juga dilakukan pemeriksaan lumbar puncture untuk mengambil cairan serebrospinal lewat jarum yang dimasukkan pada celah di antara dua tulang belakang.Cairan serebrospinal ini kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk analisis yang lebih pasti. Selain itu, dokter juga bisa melakukan beberapa pemeriksaan lain seperti:
  • Biopsi selaput otak
  • Kultur darah
  • X-ray bagian dada
  • CT scan bagian kepala
  • Skin test
Beberapa pengobatan yang umum diberikan untuk mengatasi TB adalah:
  • Rifampin
  • Ethambutol
  • Pyrazinamide
  • Isoniazid
Pada kasus infeksi meningitis TB, pengobatannya sama seperti yang disebutkan di atas kecuali ethambutol karena tidak efektif memasuki lapisan otak. Selain itu, dokter juga bisa meresepkan steroid sistemik yang bisa mengurangi risiko terjadinya komplikasi.Proses pengobatan meningitis TB bisa berlangsung hingga periode satu tahun, bergantung pada seberapa parah kondisinya. Pada beberapa kasus, penderitanya harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Risiko komplikasi meningitis TB

Infeksi meningitis TB memiliki risiko komplikasi yang tidak main-main. Bahkan pada beberapa kasus, kondisinya bisa mengancam nyawa seseorang. Bahkan menurut WHO, Indonesia termasuk dalam daftar 30 negara dengan catatan kasus infeksi TB tertinggi di dunia.Beberapa risiko komplikasi yang mungkin terjadi adalah:Apabila orang yang menderita gejala meningitis TB merasakan penurunan kemampuan pendengaran dan penglihatan di saat bersamaan, segera hubungi dokter untuk pertolongan medis darurat. Bisa jadi, gejala itu menunjukkan indikasi meningkatnya tekanan di otak.Ketika penderita meningitis TB sudah mengalami peningkatan tekanan di otak, dampaknya bersifat permanen dan akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatannya jangka panjang.Perlu diingat pula, seseorang bisa menderita infeksi TB lebih dari sekali seumur hidupnya. Artinya, kemungkinan terinfeksi kembali itu ada. Itulah sebabnya ketika seseorang dinyatakan sembuh dari infeksi meningitis TB, perlu monitor ketat agar bisa terdeteksi jika ada infeksi serupa yang kembali terjadi.
penyakitpenyakit otakmeningitis
Healthline. https://www.healthline.com/health/meningitis-tuberculosis
Diakses pada 11 Juni 2020
Meningitis. http://www.meningitis.org/disease-info/types-causes/tb-meningitis
Diakses pada 11 Juni 2020
National Organization for Rare Disorders. https://rarediseases.org/rare-diseases/meningitis-tuberculous/#:~:text=Tuberculous%20Meningitis%20(TBM)%20is%20a,TBM%2C%20the%20disorder%20develops%20gradually.
Diakses pada 11 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait