Korset Hamil, Ketahui Manfaat dan Risikonya


Korset hamil pun dianggap bisa meringankan nyeri punggung saat hamil. Namun, ini juga bisa menimbulkan risiko, seperti mengganggu tekanan darah hingga berisiko menghambat pertumbuhan janin.

(0)
24 Dec 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Korset hamil memang bisa memberikan manfaat, tapi juga punya risiko yang tidak bisa diremehkanKorset hamil punya manfaat dan risiko yang perlu dipertimbangkan
Korset hamil adalah salah satu perlengkapan melahirkan untuk mengurangi keluhan ibu hamil, seperti nyeri punggung ataupun rasa tidak nyaman akibat janin yang membesar. Meski demikian, korset untuk ibu hamil juga bisa mendatangkan risiko.

Manfaat korset penyangga ibu hamil

Korset ibu hamil, stagen hamil, atau sabuk hamil dirancang untuk menopang bagian bawah punggung dan perut saat hamil.Sembari melakukan persiapan melahirkan, saat Anda memilih korset, ini tersedia dalam berbagai ukuran, warna, dan bentuk yang tentu saja elastis sehingga bisa menyesuaikan bentuk perut ibu hamil.Karena sifatnya yang fleksibel, korset ini dipercaya bisa memberikan banyak manfaat bagi ibu hamil yang aktif bergerak, terutama selama trimester kedua dan ketiga.Beberapa manfaat menggunakan korset hamil, yaitu:

1. Membantu mengurangi rasa nyeri

Tekanan berlebih pada perut selama kehamilan dapat menyebabkan nyeri punggung bagian bawah.Sebuah penelitian menemukan bahwa 71% ibu hamil melaporkan dirinya mengalami nyeri punggung bawah dan 65% melaporkan nyeri panggul.Mengenakan stagen hamil akan membantu mengurangi rasa nyeri tersebut secara keseluruhan karena mampu menopang bagian perut dan punggung bagian bawah sehingga meminimalisir tekanan.

2. Membuat lebih nyaman

Ketika hamil, tubuh cenderung tidak nyaman saat beraktivitas, terutama jika perut sudah membuncit.Namun, korset hamil dapat membantu menopang rahim sehingga beban perut yang harus ditopang oleh tubuh cenderung lebih ringan. Hal ini dapat membuat ibu menjadi lebih nyaman untuk bergerak.

3. Memperbaiki postur tubuh

Seiring bertambahnya usia kehamilan, postur tubuh dapat berubah karena ketegangan punggung bagian bawah dan beratnya perut.Namun, korset bisa membantu memperbaiki hal tersebut.Dengan menopang punggung bagian bawah dan perut, korset dapat mencegah ketegangan berlebih pada area tersebut sehingga mendorong postur tubuh menjadi lebih baik.

4. Membantu melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman

Sebagian ibu hamil tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari yang biasa dilakukannya, seperti bekerja atau berolahraga, karena rasa nyeri dan tidak nyaman.Menggunakan korset hamil dipercaya dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan tersebut sehingga ibu dapat melakukan aktivitas dengan nyaman.

Risiko menggunakan korset hamil

Di samping manfaat, terdapat pula risiko penggunaan stagen hamil.Artinya, apa boleh ibu hamil menggunakan korset? Sebenarnya boleh, tapi tidak dianjurkan terlalu sering agar tidak pusing dan sakit kepala.Terlalu banyak tekanan pada perut akibat penggunaan korset berisiko mengganggu sirkulasi darah sehingga akan berdampak buruk pada tekanan darah.Hal ini tentu bisa membahayakan ibu dan janinnya.Tak hanya itu, terlalu sering pakai korset pun dapat melemahkan otot-otot punggung sehingga rasa nyeri akan terasa lebih buruk dari sebelumnya, serta dapat memicu terjadinya mulas maupun gangguan pencernaan lain pada ibu hamil.

Risiko menggunakan korset hamil pada janin

Apakah menggunakan korset dapat menggugurkan kandungan? Sejauh ini, belum ada penelitian lebih lanjut terkait dampak langsung korset terhadap keguguran.Namun, perlu diingat, korset kehamilan yang terlalu ketat juga sebenarnya dapat mengganggu perkembangan janin, bahkan bisa membahayakannya.Jika tekanan korset yang berlebih berada terlalu lama pada perut, maka janin tak akan memiliki ruang untuk tumbuh secara normal sehingga perkembangan tubuh pun akan terpengaruh secara langsung.Pada kasus yang parah, penggunaan korset ini bahkan bisa menyebabkan rahim bermasalah.

Perlu atau tidak menggunakan korset hamil?

Perlu atau tidaknya menggunakan korset saat hamil, tentu dikembalikan lagi pada kebutuhan Anda. Namun sebaiknya, korset penyangga perut untuk ibu hamil digunakan tidak lebih dari 2-3 jam per hari untuk mencegah ketergantungan.Selain itu, selalu konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan stagen hamil tersebut sebab ibu hamil yang sirkulasi darahnya terganggu atau tekanan darahnya abnormal mungkin tidak disarankan untuk menggunakannya.Jika dokter telah mengizinkan, gunakanlah korset sesuai dengan instruksi yang diberikan.Tanyakan pada dokter mengenai penggunaan stagen ibu hamil agar tidak membahayakan kandungan. Dokter tentu akan memberi arahan yang tepat untuk Anda.

Cara memakai korset hamil

Agar terpasang dengan benar, ikuti cara memakai korset berikut:
  • Letakkan sisi terlebar korset di bagian tengah perut hingga seluruh baby bump tertutup
  • Kedua tali korset disilangkan di belakang punggung, lalu bawa ke depan lagi menuju perut dengan menariknya.
  • Rekatkan kedua ujung di sisi tali
Tak hanya memakai korset, olahraga juga diperlukan untuk memperkuat otot punggung selama kehamilan untuk menghilangkan tekanan.Selain itu, olahraga juga dapat meningkatkan daya tahan dan mengurangi kejadian hipertensi, depresi, dan diabetes gestasional yang mengancam ibu hamil.Ini pun dinyatakan dalam riset terbitan World Journal of Diabetes.Jika punggung terasa nyeri, cobalah untuk berbaring di alas yang rata dan empuk, serta minum banyak air putih.Perlu diingat bahwa korset hamil hanya meringankan rasa tidak nyaman ataupun nyeri untuk sementara, bukan permanen.Oleh sebab itu, jika Anda merasakan adanya masalah pada kehamilan Anda segera periksakan pada dokter kandungan.Anda juga bisa konsultasi gratis dengan dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Unduh aplikasi SehatQ sekarang di App Store atau Google Play.
perlengkapan kehamilanmelahirkanpersiapan kelahiran
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/belly-band-benefits#support-after-pregnancy
Diakses pada 24 Desember 2019
Baby Med. https://www.babymed.com/blogs/jaclyn-stewart/do-you-need-pregnancy-belt
Diakses pada 24 Desember 2019
World Journal of Diabetes. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4515443/
Diakses pada 23 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait