Menilik Penyebab Global Warming dan Efeknya untuk Kesehatan

Penyebab pemanasan global adalah efek rumah kaca
Penyebab global warming adalah efek rumah kaca

Definisi global warming atau pemanasan global adalah meningkatnya temperatur bumi. Terdengar sederhana bukan? Namun jangan salah, meski terdengar sederhana, peningkatan suhu di permukaan planet tercinta ini bisa menyebabkan berbagai perubahan yang berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup lain yang ada di bumi.

Jika bumi semakin panas, kedalaman laut akan semakin meningkat karena es yang ada di kutub utara dan selatan banyak yang mencair. Akibatnya, risiko banjir akan meningkat. Belum lagi risiko kebakaran hutan, gelombang panas, dan kekeringan yang juga semakin mungkin terjadi.

Apabila masalah lingkungan ini tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin adegan-adegan bencana alam seperti yang ada di film benar-benar menimpa kita. Sebagai langkah pertama penanggulan pemanasan global, ada satu hal yang perlu Anda lakukan, yaitu mengenali lebih jauh seluk beluk fenomena ini mulai dari penyebab hingga dampaknya.

Efek rumah kaca, penyebab global warming yang utama

Diagram efek rumah kaca penyebab pemanasan global
Diagram mekanisme terjadinya efek rumah kaca

Seperti yang kita tahu, kaca bisa memantulkan cahaya. Mekanisme ini dalam skala besar juga terjadi di planet kita tercinta, Bumi.

Saat energi yang dipancarkan matahari masuk ke atmosfer, maka panas dan cahaya tersebut akan diteruskan hingga ke permukaan bumi. Di permukaan, energi matahari akan diolah seperlunya dan sisanya akan diubah menjadi bentuk panas inframerah dan dipantulkan kembali ke atmosfer agar bisa kembali lagi ke luar angkasa.

Namun sayangnya, di atmosfer ada karbon dioksida dan gas-gas polutan lainnya yang bisa menyerap panas inframerah tadi. Akibatnya, energi panas yang seharusnya keluar dari atmosfer bumi, malah terperangkap di atmosfer dan membuat planet ini jadi kepanasan.

Jadi bisa dibayangkan, semakin banyak karbon dioksida dan gas polutan yang ada di atmosfer, maka akan semakin banyak panas juga yang terperangkap. Akibatnya, bumi jadi semakin panas.

Fenomena inilah yang dinamakan sebagai efek rumah kaca. Fenomena ini pula yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global atau yang sering kita sebut juga sebagai global warming.

Hal-hal yang memicu terjadinya efek rumah kaca

Polusi bisa sebabkan pemanasan global
Kendaraan bermotor menyumbangkan banyak gas rumah kaca

Efek rumah kaca akan terus terjadi selama gas rumah kaca yang terdiri dari karbon dioksida dan gas polutan masih terus tercipta. Berikut ini beberapa penyebabnya yang perlu Anda ketahui.

1. Penggunaan bahan bakar minyak (BBM)

Penggunaan bahan bakar minyak atau BBM untuk transportasi dan pembangkit listrik sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian manusia di bumi. Namun, di balik manfaat BBM yang begitu penting untuk kehidupan manusia, hasil pembakaran minyak ini bisa menyebabkan efek rumah kaca dan menyakiti planet ini.

Saat ada proses pembakaran minyak, karbon yang terdapat di dalamnya akan lepas ke udara dan berikatan dengan oksigen di udara, membentuk karbon dioksida. Semakin banyak jumlah manusia menggunakan kendaraan bermotor, maka jumlah karbon dioksida yang ada di udara pun semakin banyak.

Padahal, seperti yang sudah dijelaskan tadi, karbon dioksida merupakan salah satu gas rumah kaca yang bisa memperkuat efek rumah kaca yang ada.

2. Penebangan hutan

Pohon bisa menyerap karbon dioksida dan mengolahnya menjadi oksigen untuk akhirnya dilepaskan ke udara. Karena itu, jika area hijau di Bumi ini semakin berkurang, maka penyerapan karbon dioksida akhirnya juga berkurang dan gas ini akan semakin menumpuk di atmosfer. Akibatnya, Bumi kita semakin panas.

3. Meningkatnya populasi manusia

Peningkatan populasi manusia tanpa perubahan perilaku untuk melindungi lingkungan, bisa jadi sumber kerusakan lingkungan skala besar. Akan semakin banyak kendaraan bermotor yang digunakan, akan ada semakin banyak hutan yang dibabat untuk dijadikan perumahan, dan akan dibutuhkan semakin banyak bahan bakar untuk menghidupkan pembangkit listrik.

4. Pertanian dan peternakan

Bertambahbya populasi juga membuat kebutuhan pangan semakin meningkat. Hal ini berakibat pada bertambahnya lahan pertanian dan peternakan yang ada di dunia.

Padahal, hewan ternak seperti sapi dan domba memproduksi gas methane yang juga merupakan salah satu jenis gas rumah kaca. Jadi, semakin banyak hewan ternak produksi gas rumah kaca juga semakin tinggi.

Sementara itu dalam bidang pertanian, penyubur tanah atau fertilizer yang banyak digunakan oleh petani mengandung nitrous oksida yang juga masuk sebagai salah satu gas rumah kaca.

5. Peningkatan polusi industri dan menumpuknya sampah

Polusi yang dihasilkan dari asap pabrik dan sisa-sisa pengolahan bahan baku pabrik mengandung berbagai gas rumah kaca yang bisa membuat pemanasan global semakin terasa efeknya.

Selain itu, sampah-sampah yang menumpuk di pembuangan akhir juga memproduksi karbon dioksida dan methane. Keduanya adalah gas rumah kaca yang utama.

Dampak pemanasan global untuk kesehatan

Pemanasan global tingkatnya risiko penyakit jantung
Pemanasan global bisa timbulkan gangguan di jantung

Selain dampak lingkungan, pemanasan global juga bisa berdampak buruk untuk kesehatan manusia, seperti berikut ini.

1. Meningkatkan angka penyakit infeksi

Meningkatnya suhu di bumi membuat populasi nyamuk kian meningkat. Hal ini membuat risiko munculnya penyakit infeksi yang ditularkan melalui nyamuk seperti malaria dan demam beradarah jadi meningkat.

2. Munculnya gelombang panas

Meningkatnya suhu bumi bisa menyebabkan terjadinya heatwaves atau gelombang panas. Saat gelombang panas terjadi di suatu area, maka suhu di area tersebut akan meningkat drastis dan membuat banyak orang terserang heatstroke dan hipertermia atau meningkatnya suhu tubuh secara drastis.

Gelombang panas sangat berbahaya, terutama bagi kelompok populasi yang rentan seperti lansia dan orang yang sedang sakit. Pada heatwaves yang menyerang benua Eropa pada tahun 2003, sebanyak 35.000 nyawa melayang akibat peningkatan suhu drastis.

3. Memperparah penyakit pernapasan

Meningkatnya temperatur di bumi membuat konsenterasi di lapisan ozon meningkat. Hal ini bisa menyebabkan rusaknya jaringan paru-paru dan menyebabkan komplikasi bagi para pengidap asma dan penyakit pernapasan lainnya.

4. Memicu penyakit jantung

Suhu lingkungan yang meningkat, bisa menambah beban kerja jantung atau sistem kardiovaskular. Sebab, saat suhu lingkungan meningkat, sistem kardiovaskular akan selalu bekerja untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Sehingga, pada orang yang punya riwayat sakit jantung, pemanasan global berisiko memperparah kondisi.

5. Meningkatkan kemungkinan terjadinya bencana alam

Pemanasan global juga membuat bencana alam seperti banjir, angin topan, dan badai, jadi semakin sering terjadi. Hal ini tentu membahayakan nyawa dan akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit seperti cedera.

Tidak hanya pada saat bencana terjadi, dampak kesehatan juga masih tetap akan ada setelah bencana reda. Banyak penyakit baru bermunculan di pengungsian dan masyarakat yang terdampak bencana bisa lebih rentan terkena penyakit, terutama jika rumahnya hancur dan tidak memiliki akses air bersih dan makanan sehat yang layak.

6. Meningkatkan risiko penularan penyakit melalui air

Waterborne disease atau penyakit yang menular melalui air yang tercemar juga akan bertambah jumlahnya bila pemanasan global terus terjadi. Sebab, meningkatnya suhu bumi juga memengaruhi kualitas air. Belum lagi pencemaran air yang terjadi akibat limbah pabrik dan sampah yang menumpuk di laut.

Beberapa penyakit yang masuk dalam kategori waterborne disease antara lain hepatitis A, demam tifoid, infeksi salmonella, infeksi E.coli, kolera, dan disentri.

7. Memicu gangguan mental

Pemanasan global juga bisa berdampak pada kesehatan mental. Beberapa kondisi mental yang bisa terjadi di antaranya stres, gangguan kecemasan, deprersi, dan post-traumatic stress disorder (PTSD)

Melihat begitu besarnya dampak pemanasan global terhadap kehidupan, sudah semestinya kita mulai peduli untuk menjaga lingkungan. Mulailah usaha ini dari rumah dengan menanam lebih banyak tanaman, mengurangi pemakaian listrik atau membatasi penggunaan kendaraan bermotor.

NRDC. https://www.nrdc.org/stories/global-warming-101
Diakses pada 28 April 2020

NASA. https://climate.nasa.gov/causes/
Diakses pada 28 April 2020

WWF. https://www.wwf.org.au/what-we-do/climate/causes-of-global-warming#gs.4p5826
Diakses pada 28 April 2020

Conserve Energy Future. https://www.conserve-energy-future.com/greenhouseeffectcauses.php
Diakses pada 28 April 2020

Union of Concerned Scientist. https://www.ucsusa.org/resources/global-warming-faq
Diakses pada 28 April 2020

United Nations. https://www.un.org/en/chronicle/article/health-effects-global-warming-developing-countries-are-most-vulnerable
Diakses pada 28 April 2020

Global Change. https://health2016.globalchange.gov/
Diakses pada 28 April 2020

Life Water. https://lifewater.org/blog/7-most-common-waterborne-diseases-and-how-to-prevent-them/
Diakses pada 28 April 2020

Artikel Terkait