Menikah dengan Sepupu, Apakah Sama Berisiko Seperti Perkawinan Sedarah?

(0)
28 Jun 2020|Azelia Trifiana
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Menikah dengan sepupu masih memiliki risiko cacat genetikMenikah sepupu merupakan budaya yang lumrah bagi sebagian orang, namun tabu bagi sebagian yang lain
Ada dua pandangan menarik terkait fenomena menikah dengan sepupu sendiri. Secara universal, fenomena ini dianggap sama tabunya seperti perkawinan sedarah. Namun karena pernikahan ini tidak terjadi dalam taraf first-degree relatives atau saudara kandung, ada pandangan yang menganggap menikah dengan sepupu justru menghasilkan keturunan yang semakin kuat.Terlepas dari pernikahan dengan saudara dekat yang bisa membuat diversitas genetik semakin terbatas dan meningkatkan risiko mutasi genetik atau kecacatan, ada temuan berkata lain. Sebuah penelitian menyebut menikah dengan sepupu berperan dalam kesuksesan reproduksi pada beberapa kelompok masyarakat.

Kelebihan menikah dengan sepupu

Sebelum menganalisis kekurangan atau risiko dari menikah dengan sepupu, beberapa penelitian menemukan kelebihan dari fenomena ini, seperti:
  • Mempertahankan warisan

Apabila pernikahan terjadi masih dalam satu lingkaran kekerabatan, maka semakin besar mempertahankan warisan seperti harta benda atau kepemilikan akan ternak, jika merujuk pada kehidupan masyarakat tradisional. Kelompok keluarga dari kekerabatan yang dekat bisa saling mempertahankan sumber daya mereka.
  • Keturunan lebih kuat

Ada penelitian dari seorang psikolog di Carnegie Mellon University Pittsburgh yang menemukan pandangan menarik. Dalam penelitiannya, dilibatkan 46 kelompok masyarakat kecil untuk membandingkan daya tahan keturunan pada kelompok yang menikah dengan sepupu dibandingkan dengan yang tidak.Hasilnya, pada kelompok masyarakat yang mata pencahariannya bukan berburu atau non-foraging societies, keturunan mereka jauh lebih kuat. Parameter kuat dinilai dari berapa jumlah anak yang bertahan hidup dalam garis keturunan mereka.Namun sebaliknya, pada kelompok masyarakat yang mengandalkan mata pencaharian dengan berburu, lebih sedikit jumlah anak yang bisa bertahan hidup.
  • Mempertahankan status sosial

Pertimbangan lain yang dianggap sebagai kelebihan menikah dengan sepupu adalah bisa mempertahankan status sosial. Ini biasa terjadi pada kelompok masyarakat kerajaan atau menengah ke atas. Ditambah lagi, kesejahteraan mereka juga membantu memastikan keturunan bisa tumbuh dengan layak dan memiliki hak istimewa, sejak lahir sekalipun.

Risiko menikah dengan sepupu

Di sisi lain, ada juga temuan yang memperkuat mengapa menikah dengan sepupu merupakan hal yang tabu dan berisiko, seperti:
  • Risiko cacat genetik

Meskipun bukan perkawinan sedarah, beberapa penelitian tetap menemukan ada risiko terjadinya cacat genetik dan retardasi mental pada keturunan dari pasangan suami istri yang masih kerabat dekat. Dalam penelitian itu, para peneliti menemukan ada 2-3% risiko keturunan mengalami cacat genetik, utamanya yang berpengaruh terhadap proses metabolisme.Lebih jauh lagi, anak-anak yang membawa masalah genetik ini berisiko 5% lebih rentan mengalami sakit parah hinnga kematian di masa kecil mereka, terutama sebelum menginjak usia 10 tahun.
  • Penyakit yang sama berulang

Menikah dengan sepupu juga memperbesar kemungkinan adanya anggota keluarga yang mengalami sakit serupa. Tidak semua orang bisa beruntung, seperti apa yang terjadi pada komedian Gilda Radner yang meninggal dunia karena kanker ovarium pada tahun 1989.Baru pada akhir usianya, diketahui bahwa Radner memiliki sejarah kuat anggota keluarga lain yang juga mengalami kanker ovarium. Sebut saja bibi, sepupu, dan nenek yang meninggal karena penyakit yang sama. Padahal pada kelompok masyarakat luas yang menikah tidak dengan kerabat dekat, risiko mengalami kanker ovarium hanya 1:70.

Pertimbangan sebelum menikah dengan sepupu

Mengingat masih ada risiko keturunan menderita penyakit berulang hingga cacat genetik akibat menikah dengan sepupu, penting untuk melakukan penelusuran latar belakang medis hingga 3-4 generasi terdahulu. Memang ini tidak mudah, terlebih daya ingat seseorang bisa saja salah ketika mengenang apa saja penyakit yang pernah diderita nenek moyang mereka.Meski demikian, sejarah latar belakang medis keluarga besar akan sangat berguna. Ada beberapa penyakit yang bisa ditebak polanya. Kanker payudara diturunkan dalam garis gender. Sementara penyakit lain seperti hemophilia yang hanya akan berpengaruh pada laki-laki, tidak perempuan.Sebisa mungkin, telusuri semua penyakit yang pernah dialami kerabat dalam garis horizontal silsilah keluarga seperti saudara kandung Anda dan saudara kandung orangtua. Kemudian, tambahkan juga kerabat dalam garis vertikal dari kedua belah pihak.Setelah sejarah medis ini tersusun, diskusikan hasilnya dengan dokter apabila memang mempertimbangkan untuk menikah dengan sepupu. Ingat pula bahwa ada beberapa penyakit yang sulit dideteksi meski telah merunut garis kekerabatan. Dari hasil diskusi, bisa dipetakan seberapa besar risiko jika melangsungkan pernikahan dengan sepupu sendiri.Catatan semacam ini mungkin belum umum dilakukan setiap orang. Namun jika sudah terkumpul dan terus diperbaharui, bisa menjadi harta tak ternilai bagi generasi masa depan.
hubungan seksualhidup sehatmenjalin hubungan
WebMD. https://www.webmd.com/healthy-aging/features/know-your-genetic-risk#1
Diakses pada 13 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/news/20020404/study-downplays-risk-of-cousin-unions
Diakses pada 13 Juni 2020
Live Science. https://www.livescience.com/45777-marrying-your-cousin-may-pay-off.html
Diakses pada 13 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait