Mengurangi Berat Badan untuk Cegah Bisul dan Masalah Kulit Lainnya

Bisul dan gangguan kulit lainnya dapat dicegah dengan mengatur pola makan dan mengurangi berat badan
Mengurangi berat badan akan membantu Anda dalam mencegah bisul maupun gangguan kulit lainnya

Mungkin tidak semua orang merasa terganggu dengan postur tubuh yang kegemukan. Tapi berat badan berlebih dan obesitas termasuk faktor risiko munculnya berbagai gangguan kesehatan. Salah satunya adalah bisul.

Oleh sebab itu, mengurangi berat badan bisa menjadi langkah sehat dalam menurunkan kemungkinan Anda untuk terkena bisul, terutama kista pilonidal.

Gemuk termasuk faktor risiko kista pilonidal, apa alasannya?

Bisul adalah masalah kulit yang banyak dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa. Gangguan kulit ini ternyata lebih rentan diderita oleh orang yang kegemukan. Kenapa?

Pasalnya, kegemukan dan obesitas akan meningkatkan jumlah area kulit tubuh yang saling bergesekan dan menyebabkan munculnya lebih banyak lipatan kulit. Risiko iritasi akibat gesekan, keringat berlebih, dan lembap pun akan ikut meningkat. Jika ditambah adanya bakteri, kondisi-kondisi tersebut dapat menimbulkan infeksi kulit. 

Tipe bisul yang rentan dialami oleh orang kegemukan meliputi hidradenitis suppurativa dan  kista pilonidal. Berikut penjelasannya:

  • Hidradenitis suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah jenis bisul yang muncul di area ketiak, selangkangan, atau paha bagian dalam. Area-area ini memiliki banyak kelenjar keringat serta sering mengalami gesekan. 

  • Kista pilonidal

Bisul ini muncul di ujung tulang ekor, tepatnya di atas belahan bokong. Penyebabnya adalah tekanan dan gesekan terus-menerus pada area tersebut.

Kista pilonidal biasanya muncul karena penderita terlalu banyak duduk dan kurang gerak. Contohnya, pada sopir kendaraan antarkota yang menuntut pekerja untuk duduk lama dalam posisi yang sama. 

Selain terlalu banyak duduk, orang yang kegemukan, mudah berkeringat, dan kurang menjaga kebersihan tubuh juga memiliki risiko tinggi untuk menderita kista pilonidal.

Berat badan berlebih akan menyebabkan tekanan dan gesekan di area bokong maupun tulang ekor yang semakin kuat ketika Anda duduk dalam waktu lama. Kulit pun mengalami luka gesekan dan bisul bisa muncul jika luka tersebut terinfeksi oleh bakteri yang ada di kulit. 

Mengurangi berat badan akan kurangi masalah kulit

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan beberapa masalah kulit yang menimbulkan gejala dan keluhan yang lebih parah. Selain bisul, beberapa gangguan kulit di bawah ini juga bisa menjadi alasan kuat bagi Anda untuk memulai proses mengurangi berat badan:

  • Kulit kering dan luka sulit sembuh. Pada orang yang menderita obesitas, hilangnya cairan lewat kulit akan terjadi lebih banyak. Akibatnya, kulit akan tampak lebih kering dan fungsi perlindungan kulit serta kemampuan kulit untuk menyembuhkan diri dari luka juga ikut terganggu.
  • Jerawat lebih mudah muncul. Pasalnya, penyebab jerawat sering berkaitan dengan masalah ketidakseimbangan hormon akibat obesitas.
  • Bakteri lebih mudah berkembang. Lapisan lemak di bawah kulit yang lebih tebal dan lipatan-lipatan kulit yang lebih banyak pada orang kegemukan dapat menyebabkan mereka mudah kepanasan. Sebagai akibatnya, mereka akan berkeringat lebih banyak. Kulit yang lembap akibat keringat akan menjadi tempat ideal bagi bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak.
  • Stretchmark, yakni guratan-guratan di kulit yang terbentuk karena kulit harus meregang akibat kenaikan berat badan yang signifikan. 
  • Acanthosis nigricans, yaitu area-area kehitaman di kulit. Kondisi ini biasa muncul di ketiak, wajah, belakang leher, dan selangkangan. Penampakan area kehitaman di kulit ini juga sering menjadi pertanda adanya resistensi insulin dan diabetes atau  penyakit metabolism lainnya. 
  • Selulit. Meski selulit juga dialami oleh orang dengan berat badan ideal dan bahkan orang kurus, kegemukan akan membuat penampakan selulit menjadi lebih parah. 

Dengan mengurangi berat badan, kondisi-kondisi di atas niscaya bisa membaik. Tidak perlu menguranginya secara drastis. Bisa menurun bobot sebanyak 10 % dari berat badan awal saja sudah bagus. Dampak positifnya terhadap kesehatan maupun kebugaran juga akan terasa. 

Cara mudah memulai program mengurangi berat badan

Bagi yang terbiasa dengan pola makan dengan nutrisi tidak seimbang dan kurang gerak, Anda dapat memulai program diet dan olahraga guna mengikis bobot tubuh. Berikut ini tips yang cukup mudah diikuti:

  • Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat. Bagi yang kegemukan, cara ini biasanya cukup sukses untuk menurunkan berat badan di minggu-minggu pertama program diet. Dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, tubuh akan lebih banyak membakar lemak sebagai sumber energi.
  • Pilih makanan berprotein tinggi dan perbanyak konsumsi sayuran. Protein dan serat akan membuat Anda kenyang lebih lama, sehingga mengurangi dorongan untuk makan lagi atau ngemil.
  • Berolahraga tiga sampai empat kali per minggu, setidaknya 30 menit per sesi. Mulai saja olahraga dengan intensitas ringan, misalnya berjalan kaki, bersepeda, atau berenang. Jangan lupa pula dengan olahraga angkat beban agar tubuh tak kendur saat berat badan turun. 

Pada tahap awal, program mengurangi berat badan mungkin akan terasa berat. Namun janganlah patah semangat demi kesehatan Anda sendiri.

Kurangi bobot Anda dengan cara dengan benar diiringi komitmen tinggi dan kesabaran. Pasalnya, proses penurunan berat badan tidak ada yang instan dan sebaiknya dilakukan secara bertahap.

News Medical. https://www.news-medical.net/health/Obesity-and-skin-problems.aspx
Diakses pada 24 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/how-to-lose-weight-as-fast-as-possible
Diakses pada 24 Juni 2019

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/boils/article.htm
Diakses pada 24 Juni 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed