Mengenal Penyebab Mimisan pada Orang Dewasa


Penyebab mimisan pada orang dewasa biasanya berbeda dengan anak-anak. Mimisan terbagi atas dua jenis, yaitu mimisan anterior dan juga mimisan posterior. Mimisan yang dialami orang dewasa biasanya terjadi pada bagian septum hidung.

0,0
04 Jun 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab mimisan pada orang dewasaKebiasaan mengupil terlalu keras, bisa menyebabkan Anda mengalami mimisan posterior.
Selain anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalami mimisan. Istilah medis untuk mimisan, yaitu epistaksis. Setidaknya, ada dua jenis mimisan yang dapat terjadi. Pertama, mimisan anterior. Kedua, mimisan posterior
Mimisan biasanya merupakan hal yang umum terjadi, tapi dapat pula menjadi tanda dari kondisi yang serius.[[artikel-terkait]]

Perbedaan mimisan anterior dan mimisan posterior

Orang dewasa bisa mengalami mimisan anterior, maupun mimisan posterior. Namun, yang lebih sering terjadi pada orang dewasa adalah mimisan posterior. Berikut ini perbedaan keduanya.

1. Mimisan anterior

Mimisan anterior adalah mimisan yang perdarahannya berasal dari dinding, antara kedua lubang hidung. Dinding tersebut mengandung banyak pembuluh darah halus. Mimisan anterior merupakan mimisan yang umumnya terjadi pada anak-anak.Berikut adalah penyebab mimisan anterior yang perlu Anda ketahui:
  • Demam atau peningkatan suhu tubuh.
  • Sinusitis yang terjadi secara berulang dan mudah kambuh.
  • Pilek atau flu yang mencetuskan hidung tersumbat dan bersin berulang.
  • Cedera ringan, seperti luka karena kebiasaan mengupil atau terbentur.
  • Penggunaan dekongestan secara berlebihan.

2. Mimisan posterior

Mimisan posterior adalah mimisan yang perdarahannya berasal dari bagian hidung dalam. Di sini terdapat cabang-cabang arteri, pemasok darah ke hidung.Mimisan posterior merupakan mimisan yang sering terjadi pada orang dewasa. Mimisan ini umumnya lebih serius dan disertai dengan perdarahan yang lebih berat.Perlu diketahui, kondisi ini lebih sering dialami oleh lansia dan pada seseorang yang mengalami keadaan berikut:
  • Patah pada tulang hidung akibat trauma pukulan atau terjatuh.
  • Operasi hidung.
  • Hereditary haemorrhagic telangiectasia (HHT), yaitu kelainan genetik yang memengaruhi pembuluh darah.
  • Penggunaan obat, seperti aspirin, warfarin, dan heparin.
  • Tumor di rongga hidung
  • Aterosklerosis.
  • Leukemia dan hipertensi.
  • Hemofilia.

Penyebab mimisan pada orang dewasa

Mimisan yang dialami orang dewasa biasanya terjadi pada bagian septum hidung. Septum hidung merupakan salah satu area pembuluh darah yang cukup rapuh. Udara yang kering dan kebiasaan memasukkan jari ke hidung merupakan salah satu penyebab septum hidung rentan mengalami perdarahan.Kebiasaan serta kondisi di bawah ini, bisa menyebabkan mimisan pada orang dewasa. Bahkan, Anda bisa jadi tidak menyadarinya.

1. Mengupil atau mengorek hidung terlalu keras

Mengupil atau mengorek terlalu keras, dapat melukai jaringan hidung Anda. Apalagi jika hal itu sering dilakukan. Tak hanya pada anak kecil, mengupil atau mengorek terlalu keras juga dapat menyebabkan mimisan pada orang dewasa.

2. Cedera atau patah di bagian hidung

Cedera atau patah di bagian hidung, membuat pembuluh darah di hidung menjadi pecah, atau dinding pemisah kedua lubang hidung menjadi bergeser. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

3. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di hidung bagian belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan mimisan yang parah, karena mengeluarkan banyak darah.

4. Mengonsumsi obat pengencer darah

Mengonsumsi obat pengencer darah, tentu akan membuat Anda menjadi lebih rentan mengalami perdarahan, termasuk mimisan. Terlalu sering menggunakan obat jenis ini, bisa memicu mimisan.

5. Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia dapat mengiritasi selaput lendir. Akibatnya, selaput lendir pun mengalami luka iritasi. Hal ini tentu menyebabkan terjadinya mimisan.

5. Alergi atau pilek

Alergi atau pilek dapat membuat jaringan hidung meradang. Kondisi jaringan hidung yang meradang, menyebabkan Anda mengalami mimisan.

6. Gangguan pembekuan darah

Jika memiliki kondisi yang mengganggu pembekuan darah, seperti hemofilia atau leukemia, maka Anda dapat mengalami mimisan. Dalam keadaan ini, mimisan yang terjadi pun cukup sering.Selain tujuh kondisi di atas, ada penyebab-penyebab lain yang bisa mengakibatkan mimisan. Beberapa di antaranya adalah keringnya kulit hidung bagian dalam, terlalu sering menghirup asap tembakau, kekurangan kalsium, tumor, serta komplikasi akibat operasi hidung.

Gejala mimisan pada orang dewasa

Gejala utama dari mimisan yaitu keluarnya darah dari salah sat,u atau kedua lubang hidung. Anda harus lebih memperhatikan mimisan yang terjadi, bila disertai kondisi berikut ini.
  • Pendarahan berat
  • Ketika berbaring, sebagian besar darah tertelan, hingga menyebabkan muntah
  • Menjadi pucat
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak beraturan
Jika Anda mengalami mimisan yang berat seperti itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Cara mengatasi mimisan pada orang dewasa

Dalam mengatasi mimisan, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.
  • Duduk dan condongkan wajah ke depan, agar darah tidak masuk ke tenggorokan.
  • Jepit hidung menggunakan ibu jari dan jari tangan lain, dengan kain bersih atau tisu, untuk menghentikan perdarahan.
  • Jepitlah hidung selama 10-15 menit, hingga perdarahan berhenti.
  • Selain itu, Anda juga dapat menaruh kantong es di atas hidung, untuk membantu menghilangkan rasa sakit.
Akan tetapi, jika mimisan tak kunjung berhenti atau bahkan menjadi parah, maka Anda harus mendapat penanganan medis.
mimisanalergipilekhipertensisesak napas
Healthline. https://www.healthline.com/health/posterior-nosebleed#treatment
Diakses pada 27 Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/164823.php
Diakses pada 27 Mei 2019
WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/causes-nosebleeds
Diakses pada 18 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait