Mimisan posterior yang biasa terjadi pada orang dewasa, bisa disebabkan oleh kebiasaan mengupil terlalu keras.
Kebiasaan mengupil terlalu keras, bisa menyebabkan Anda mengalami mimisan posterior.

Selain anak-anak, orang dewasa juga bisa mengalami mimisan. Istilah medis untuk mimisan, yaitu epistaksis. Setidaknya, ada dua jenis mimisan yang dapat terjadi. Pertama, mimisan anterior. Kedua, mimisan posterior

Mimisan biasanya merupakan hal yang umum terjadi, tapi dapat pula menjadi tanda dari kondisi yang serius.

[[artikel-terkait]]

Mimisan anterior dan mimisan posterior, apa bedanya?

Orang dewasa bisa mengalami mimisan anterior, maupun mimisan posterior. Namun, yang lebih sering terjadi pada orang dewasa adalah mimisan posterior. Berikut ini perbedaan keduanya.

1. Mimisan anterior

Mimisan anterior adalah mimisan yang perdarahannya berasal dari dinding, antara kedua lubang hidung. Dinding tersebut mengandung banyak pembuluh darah halus. Mimisan anterior merupakan mimisan yang sering terjadi pada anak-anak.

2. Mimisan posterior

Mimisan posterior adalah mimisan yang perdarahannya berasal dari bagian hidung dalam. Di sini terdapat cabang-cabang arteri, pemasok darah ke hidung.

Mimisan posterior merupakan  mimisan yang sering terjadi pada orang dewasa. Mimisan ini seringkali lebih serius, dengan perdarahan yang lebih berat.

Penyebab mimisan pada orang dewasa yang kerap terjadi

Kebiasaan serta kondisi di bawah ini, bisa menyebabkan mimisan pada orang dewasa. Bahkan, Anda bisa jadi tidak menyadarinya.

1. Mengupil atau mengorek hidung terlalu keras

Mengupil atau mengorek terlalu keras, dapat melukai jaringan hidung Anda. Apalagi jika hal itu sering dilakukan. Tak hanya pada anak kecil, mengupil atau mengorek terlalu keras juga dapat menyebabkan mimisan pada orang dewasa.

2. Cedera atau patah di bagian hidung

Cedera atau patah di bagian hidung, membuat pembuluh darah di hidung menjadi pecah, atau dinding pemisah kedua lubang hidung menjadi bergeser. Hal tersebut tentu dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

3. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah di hidung bagian belakang. Kondisi ini bisa mengakibatkan mimisan yang parah, karena mengeluarkan banyak darah.

4. Mengonsumsi obat pengencer darah

Mengonsumsi obat pengencer darah, tentu akan membuat Anda menjadi lebih rentan mengalami perdarahan, termasuk mimisan. Terlalu sering menggunakan obat jenis ini, bisa memicu mimisan.

5. Paparan bahan kimia

Paparan bahan kimia dapat mengiritasi selaput lendir. Akibatnya, selaput lendir pun mengalami luka iritasi. Hal ini tentu menyebabkan terjadinya mimisan.

5. Alergi atau pilek

Alergi atau pilek dapat membuat jaringan hidung meradang. Kondisi jaringan hidung yang meradang, menyebabkan Anda mengalami mimisan.

6. Gangguan pembekuan darah

Jika memiliki kondisi yang mengganggu pembekuan darah, seperti hemofilia atau leukemia, maka Anda dapat mengalami mimisan. Dalam keadaan ini, mimisan yang terjadi pun cukup sering.

Selain tujuh kondisi di atas, ada penyebab-penyebab lain yang bisa mengakibatkan mimisan. Beberapa di antaranya adalah keringnya kulit hidung bagian dalam, terlalu sering menghirup asap tembakau, kekurangan kalsium, tumor, serta komplikasi akibat operasi hidung.

Gejala mimisan pada orang dewasa

Gejala utama dari mimisan yaitu keluarnya darah dari salah sat,u atau kedua lubang hidung. Anda harus lebih memperhatikan mimisan yang terjadi, bila disertai kondisi berikut ini.

  • Pendarahan berat
  • Ketika berbaring, sebagian besar darah tertelan, hingga menyebabkan muntah
  • Menjadi pucat
  • Sesak napas
  • Detak jantung tidak beraturan

Jika Anda mengalami mimisan yang berat seperti itu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Langkah sederhana untuk mengatasi mimisan pada orang dewasa

Dalam mengatasi mimisan, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini untuk menghentikan perdarahan yang terjadi.

  • Duduk dan condongkan wajah ke depan, agar darah tidak masuk ke tenggorokan.
  • Jepit hidung menggunakan ibu jari dan jari tangan lain, dengan kain bersih atau tisu, untuk menghentikan perdarahan.
  • Jepitlah hidung selama 10-15 menit, hingga perdarahan berhenti.
  • Selain itu, Anda juga dapat menaruh kantong es di atas hidung, untuk membantu menghilangkan rasa sakit.

Akan tetapi, jika mimisan tak kunjung berhenti atau bahkan menjadi parah, maka Anda harus mendapat penanganan medis.

Healthline. https://www.healthline.com/health/posterior-nosebleed#treatment
Diakses pada 27 Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/164823.php
Diakses pada 27 Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed