Bayi tidur miring tidak disarankan sebelum berusia 1 tahun
Bayi tidur miring berisiko mengalami SIDS

Bayi tidur miring kadang kala tidak terhindarkan. Ada beberapa ibu mengeluhkan bayinya yang hanya bisa memejamkan mata jika ditidurkan dalam posisi tidur tersebut, namun ada juga yang sengaja menidurkan bayi secara menyamping karena berbagai alasan.

Sebetulnya, bolehkah bayi tidur miring? Apa saja risiko yang mungkin terjadi ketika bayi tidur miring? Berikut pembahasannya dari segi medis.

Bolehkah bayi tidur miring?

Asosiasi Dokter Anak Amerika (AAP) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sama-sama tidak merekomendasikan bayi tidur miring. Salah satu alasan kuat di balik anjuran ini adalah menghindari sindrom kematian bayi mendadak atau dikenal dengan sudden infant death syndrome (SIDS).

SIDS adalah sindrom kematian bayi mendadak yang banyak terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun, terutama pada bayi di bawah usia 6 bulan. Penyebab kematian bayi akibat SIDS tidak diketahui secara pasti, meski sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan tempat kejadian, autopsi, dan riwayat penyakit.

Meski demikian, penelitian yang berhubungan dengan SIDS mengungkap bahwa otak pada beberapa bayi belum matang sepenuhnya. Hal ini mengakibatkan bayi di bawah belum bisa bangun dan menangis ketika mengalami bahaya saat tidur, misalnya bila jalan napas tersumbat.

Perlu diketahui bahwa banyak faktor yang mungkin menyebabkan terjadinya SIDS. Selain bayi tidur miring atau tengkurap, SIDS dapat terjadi bila ibu merokok saat hamil atau bayi menjadi perokok pasif, bayi lahir prematur, atau bayi yang jalan napasnya tersumbat karena hidungnya tertutup selimut atau mainan yang ada di sekitarnya.

Meski demikian, AAP tetap berkesimpulan bahwa SIDS sangat erat kaitannya dengan kondisi bayi saat tertidur. Hal ini membuat mereka sangat merekomendasikan bayi di bawah 1 tahun tidur dengan posisi telentang.

Mitos tentang manfaat bayi tidur miring

Anda mungkin mendengar ada manfaat yang bisa didapat oleh bayi ketika tidur miring. Berikut beberapa mitos tersebut dan penjelasannya dari sisi medis.

  • Bayi tidur miring akan terhindar dari tersedak?

Banyak anggapan yang menyatakan bahwa bayi yang tidur telentang rawan tersedak dan muntah. Sebaliknya, bayi tidur miring akan mencegah hal ini.

Faktanya, batuk atau muntah pada bayi yang sampai mengeluarkan susu dari mulutnya adalah respons normal ketika bayi ingin membersihkan jalan napasnya. Penelitian juga mengungkap bahwa bayi yang tidur telentang tidak pernah berisiko mengalami tersedak.

  • Bayi tidur miring dapat terhindar dari kepala peyang?

Anda mungkin pernah mendengar bahwa bayi yang terlalu sering telentang akan mengakibatkan kepalanya rata atau peyang (miring sebelah). Tetapi, tidur miring bukanlah solusi untuk mencegah bentuk kepala bayi tidak rata.

Sebaliknya, Anda dapat memperbanyak tummy time. Tummy time adalah memposisikan bayi seperti tengkurap, namun tetap dalam pengawasan orangtua dan hanya dilakukan saat bayi terjaga dan tidak mengantuk atau lapar.

Perlu diketahui juga bahwa bentuk kepala bayi masih bisa berubah seiring pertambahan usianya. Jadi kepala bayi yang berbentuk rata atau miring sebelah pun tetap bisa kembali bulat saat ia besar nanti.

Kapan bayi boleh tidur miring?

Bila dokter Anda memperbolehkan bayi tidur miring, tanyakan alasannya. Bayi yang memiliki kondisi medis tertentu memang tidak jarang direkomendasikan untuk tidur dalam posisi miring, tapi biasanya dokter akan memberi tahu orangtua mengenai tindakan ini agar orangtua tetap merasa aman

Di luar adanya kondisi medis yang melatarbelakangi bayi boleh tidur miring, Anda sebaiknya tidak mengambil risiko. Bila bayi Anda masih berusia di bawah 4 bulan, kemudian posisi tidurnya miring dengan sendirinya, sebisa mungkin kembalikan ia ke posisi telentang secara perlahan.

Setelah bayi berusia di atas 4 bulan, tetap baringkan ia dalam posisi telentang. Namun bila bayi tidur miring di tengah masa tidurnya, Anda bisa membiarkannya seperti itu asalkan tetap memastikan tidak ada benda yang mungkin dapat menghambat jalan napasnya.

Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya SIDS, selalu pastikan bayi tidur dalam posisi telentang, setidaknya hingga usianya mencapai 1 tahun. Bayi yang sudah berusia di atas 1 tahun sudah bisa berganti posisi dari tengkurap menjadi telentang kembali sehingga dianggap lebih aman dari SIDS.

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/sleep/Pages/Sleep-Position-Why-Back-is-Best.aspx
Diakses pada 12 Januari 2020

IDAI. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/bolehkah-bayi-tidur-tengkurap-di-rumah
Diakses pada 12 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/baby-sleeping-on-side
Diakses pada 12 Januari 2020

NICHD. https://safetosleep.nichd.nih.gov/safesleepbasics/mythsfacts
Diakses pada 12 Januari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed