logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Penyakit

Mengulik Sindrom Kelelahan Kronis, Penyakit yang "Hantui” Hidup Casey Stoner

open-summary

Juara dunia MotoGP asal Australia, Casey Stoner, mengaku sedang “dihantui” penyakit sindrom kelelahan kronis. Akibatnya, pria berusia 34 tahun itu jadi tidak bisa menjalankan aktivitasnya dengan normal. Sebenarnya, apa itu sindrom kelelahan kronis?


close-summary

5 Des 2019

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Casey Stoner mengidap sindrom kelelahan kronis sejak tahun 2009, saat itu ia berusia 24 tahun.

Salah satu sindrom kelelahan kronis yang diidap oleh Casey Stoner adalah hilangnya ingatan dan konsentrasi.

Table of Content

  • Sejauh mana dampak sindrom kelelahan kronis?
  • Penyebab sindrom kelelahan kronis
  • Apa saja gejala sindrom kelelahan kronis?
  • Faktor risiko sindrom kelelahan kronis
  • Penyakit yang memiliki gejala serupa sindrom kelelahan kronis
  • Catatan dari SehatQ

Mantan pebalap profesional MotoGP, Casey Stoner, mengaku sedang "dihantui" penyakit bernama sindrom kelelahan kronis. Pria kelahiran Southport, Australia itu mengaku kesulitan beraktivitas, karena sindrom kelelahan kronis.

Advertisement

Bahkan, akibat penyakit yang pernah menyerangnya pada 2009 itu, sang juara MotoGP dunia sampai tidak bisa melakukan hobinya, seperti karting atau memanah. Separah itu kah sindrom kelelahan kronis?

Sejauh mana dampak sindrom kelelahan kronis?

Casey Stoner membeberkan, rasa lelah yang ia rasakan akibat sindrom kelelahan kronis itu, membuatnya tidak memiliki energi untuk beraktivitas di luar rumah. Sudah setahun lebih, ia tidak menjalani hobi-hobinya. Bahkan, ia frustrasi karena gejala-gejala sindrom kelelahan kronis yang membuatnya “tak berdaya”.

Sindrom kelelahan kronis adalah penyakit yang dianggap rumit. Gejala utamanya adalah rasa letih luar biasa, yang tidak bisa dijelaskan oleh kondisi medis apapun. Rasa lelah itu bisa semakin meningkat, jika penderitanya melakukan aktivitas fisik maupun mental. Beristirahat pun tidak menyembuhkannya.

Sindrom kelelahan kronis memiliki nama lain, yakni penyakit intoleransi aktivitas sistemik atau systemic exertion intolerance disease (SEID) atau myalgic encephalomyelitis (ME). Penyebab dari sindrom kelelahan kronis masih belum diketahui. Namun banyak teori yang menyebutkan, bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus dan tekanan psikologis.

Penyebab sindrom kelelahan kronis

Stres dan frustrasi, mungkin menjadi dua hal yang sangat dirasakan oleh penderita sindrom kelelahan kronis. Bagaimana tidak, ketika rasa lelah biasanya bisa dihilangkan dengan beristirahat, sindrom kelelahan kronis tidak bisa “dipukul mundur” dengan rehat.

Walau sampai saat ini, penyebab sindrom kelelahan kronis masih tidak diketahui, para peneliti berspekulasi, bahwa beberapa faktor di bawah ini, merupakan “dalangnya”:

  • Virus (rubella, virus Epstein-Barr, human herpesvirus 6, Ross River, diyakini memiliki keterkaitan dengan sindrom kelelahan kronis)
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah
  • Stres
  • Ketidakstabilan hormon

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut, mengenai penyebab sindrom kelelahan kronis, yang diderita oleh Casey Stoner.

Apa saja gejala sindrom kelelahan kronis?

Rasa letih yang berkepanjangan dan kunjung pulih, bukanlah satu-satunya gejala sindrom kelelahan kronis. Beberapa gejala di bawah ini, juga bisa dirasakan penderitanya:

  • Kelelahan
  • Hilangnya ingatan dan konsentrasi
  • Sakit tenggorokan
  • Pembesaran kelenjar getah bening di leher atau ketiak
  • Nyeri otot dan persendian yang tak bisa dijelaskan
  • Sakit kepala
  • Tetap merasa letih setelah bangun tidurRasa letih luar biasa yang dapat dirasakan selama 24 jam, setelah melakukan aktivitas fisik atau mental

Rasa letih memang menjadi gejala umum yang bisa muncul akibat kondisi medis tertentu, bukan hanya sindrom kelelahan kronis. Maka dari itu, ketika Anda merasakan lelah berkepanjangan, yang tidak bisa disembuhkan dengan beristirahat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter, untuk mendapatkan solusi tepat.

Faktor risiko sindrom kelelahan kronis

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko sindrom kelelahan kronis, seperti:

  • Usia

Biasanya, orang berusia 40-50 tahun, memiliki risiko terserang sindrom kelelahan kronis. Walau begitu, sindrom kelelahan kronis tidak pandang bulu. Semua kelompok usia bisa mengidapnya. Buktinya, Casey Stoner, telah mengidap sindrom kelelahan kronis sejak 2009. Kala itu, ia masih berusia 24 tahun.

  • Jenis kelamin

Wanita disebut lebih berisiko terkena sindrom kelelahan kronis. Namun, belum ada penelitian terkait ini. Salah satu alasan sindrom kelelahan kronis lebih sering ditemukan pada wanita ialah, karena kaum hawa lebih cenderung memeriksakan kondisi tubuhnya ke dokter, dibandingkan pria.

  • Stres

Kesulitan dalam mengontrol rasa stres, bisa berkontribusi terhadap kemunculan sindrom kelelahan kronis, pada seseorang.

Sindrom kelelahan kronis bisa menyebabkan beberapa komplikasi yang merugikan, seperti depresi (yang dirasakan oleh Casey Stoner), isolasi sosial, gaya hidup yang terkekang (karena tidak bisa banyak beraktivitas), dan menurunnya performa pekerjaan.

Penyakit yang memiliki gejala serupa sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis merupakan “tantangan” bagi para dokter. Sebab, penyakit ini sangat sulit untuk didiagnosis. Selain itu, tidak ada tes medis untuk mendiagnosis kondisi ini. Bahkan, para pengidapnya pun bisa terlihat sehat, tanpa menunjukkan tanda-tanda sakit.

Beberapa penyakit di bawah ini, juga memiliki gejala yang sama seperti sindrom kelelahan kronis:

  • Mononukleosis (demam kelenjar)
  • Lyme (penyakit yang disebabkan oleh bakteri Borellia)
  • Multiple sclerosis
  • Lupus
  • Hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid)
  • Fibromyalgia
  • Gangguan depresi mayor
  • Obesitas
  • Gangguan tidur

Dapat disimpulkan, ketika Anda merasakan rasa letih berkepanjangan, bisa jadi itu bukan sindrom kelelahan kronis. Bisa saja, beberapa penyakit di atas menjadi penyebab dari rasa letih berkepanjangan yang dirasakan seseorang.

Baca Juga

  • Kenali Berbagai Kelainan pada Sistem Gerak Manusia
  • Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengobati Penyakit Moon Face
  • Cara Melakukan Adu Panco dengan Aman dan Risiko Cederanya

Catatan dari SehatQ

Karena sifat sindrom kelelahan kronis sangat sulit didiagnosis, ada baiknya Anda tidak berspekulasi. Untuk mendapatkan jawaban lebih pasti, ada baiknya Anda pergi ke dokter dan berkonsultasi. Di sana, sampaikanlah berbagai macam gejala yang dirasakan, sehingga dokter bisa menganalisis, penyakit yang sedang Anda alami.

Advertisement

penyakitolahragakelelahan

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved