Mengulik Prosedur Kateterisasi Jantung, Apa Saja Fungsinya?

Kateterisasi jantung memiliki banyak fungsi, salah satunya menemukan penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah pasien.
Sebelum melakukan kateterisasi jantung, Anda diharapkan untuk berpuasa setidak 6-8 jam.

Kateterisasi jantung adalah prosedur yang dilakukan dokter untuk melihat kinerja pembuluh darah dalam menyuplai darah ke jantung. Selain itu, kateterisasi jantung juga bisa dilakukan, untuk menangani beberapa kondisi medis yang terjadi pada jantung seseorang.

Kateterisasi jantung dilakukan untuk menemukan sekaligus mengobati penyakit yang ada di jantung. Dalam prosesnya, seseorang akan dibius, tapi tetap terjaga. Ada beberapa prosedur kateterisasi jantung, seperti ablasi, perbaikan atau penggantian katup, yang mengharuskan pasien menjalani bius total. Seperti apa penjelasannya?

Persiapan kateterisasi jantung

Prosedur kateterisasi jantung dilakukan di rumah sakit. Sebelum melakukannya, pasien akan menjalani tes darah dan pemeriksaan elektrokardiografi (rekam jantung). Setelah itu, dokter juga meminta pasien untuk puasa selama 6-8 jam, sebelum kateterisasi jantung dilaksanakan.

Namun, jika Anda mengidap diabetes, ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Sebab, tidak makan bisa berdampak pada gula darah Anda.

Sampaikan informasi mengenai pengobatan atau suplemen herbal yang sedang Anda konsumsi kepada dokter. Sebab, ada beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi (seperti obat pengencer darah), sebelum menjalani kateterisasi jantung. Beri tahu dokter jikalau Anda memiliki alergi terhadap apapun.

Prosedur kateterisasi jantung

Dalam keteterisasi jantung, dokter akan menempatkan tabung panjang yang sempit (kateter), ke dalam pembuluh darah pada tangan atau kaki pasien. Kemudian, tabung itu akan “diarahkan” menuju jantung, dengan bantuan mesin sinar-X khusus.

Selanjutnya, dokter akan menggunakan pewarna kontras, yang disuntikkan ke pembuluh darah, untuk membuat video sinar-X yang memperlihatkan katup, arteri koroner, dan ruang jantung pasien.

Selama prosedur ini berjalan, pasien menerima bius untuk menenangkan, tapi tetap dalam kondisi sadar.
Setelah prosedur kateterisasi jantung selesai, Anda akan diminta untuk tetap terbaring di kasur selama 2-6 jam, untuk mencegah pendarahan. Anda dilarang duduk atau berdiri pada saat ini. Anda baru diperbolehkan beranjak dari tempat tidur, dengan persetujuan dokter.

Prosedur kateterisasi jantung biasanya akan berlangsung selama 30 menit atau lebih. Namun, persiapan dan waktu penyembuhannya bisa berjam-jam. Jadi, persiapkan diri Anda untuk berada di rumah sakit seharian.

Apa saja fungsi kateterisasi jantung?

Kateterisasi jantung dilakukan untuk melihat risiko penyakit jantung pasien. Selain itu, kateterisasi jantung juga bisa diakukan, untuk mengobati penyakit jantung yang didiagnosis, selama prosedurnya berjalan.

Beberapa hal di bawah ini bisa dilakukan melalui kateterisasi jantung:

  • Menemukan penyempitan atau penyumbatan di pembuluh darah pasien, yang bisa menyebabkan nyeri dada (angiogram)
  • Mengukur tekanan dan level oksigen di berbagai bagian jantung pasien (penilaian hemodinamik)
  • Memeriksa fungsi pemompaan jantung (ventrikulogram kanan atau kiri)
  • Mengambil sampel jaringan dari jantung Anda (biopsi)
  • Mendiagnosis cacat jantung yang ada sejak lahir (cacat jantung bawaan)
  • Melihat masalah pada katup jantung

Beberapa gangguan pada jantung di bawah ini, juga bisa ditangani oleh kateterisasi jantung:

  • Melebarkan arteri yang menyempit (angioplasti) dengan atau tanpa penempatan stent
  • Menutup lubang di jantung dan memperbaiki cacat bawaan lainnya
  • Memperbaiki atau mengganti katup jantung
  • Mengobati irama jantung yang tidak teratur dengan ablasi

Risiko kateterisasi jantung

Kateterisasi jantung juga memiliki beberapa risiko, yang bisa terjadi. Namun, komplikasi besar, jarang terjadi saat katerisasi jantung berlangsung. Berikut ini adalah beberapa risiko katerisasi jantung:

  • Memar
  • Serangan jantung
  • Perdarahan
  • Stroke
  • Kerusakan pada arteri, jantung, atau area lain tempat kateter dimasukkan
  • Irama jantung tak teratur (aritmia)
  • Kerusakan ginjal
  • Infeksi
  • Penggumpalan darah
  • Alergi terhadap zat pewarna atau obat

Sebelum Anda menjalani katerisasi jantung, pastikan pada dokter bahwa Anda tidak sedang hamil atau tengah merencanakan kehamilan.

Catatan dari SehatQ

Setelah menjalani kateterisasi jantung, dokter akan memberi tahu pasien, terkait apa saja yang mereka temukan selama prosedur kateterisasi jantung berlangsung. Ketika sudah diperbolehkan pulang, pastikan bahwa Anda telah mengingat setiap anjuran maupun pantangan dari dokter, mengenai aktivitas dan pengobatan yang Anda jalani. Jika gejala-gejala seperti memar timbul, ada baiknya Anda langsung berkonsultasi dengan dokter.

Web MD. https://www.webmd.com/heart-disease/guide/cardiac-catheterization1#1

Diakses pada 3 Desember 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/cardiac-catheterization/about/pac-20384695

Diakses pada 3 Desember 2019

 

Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/programs/heart/resources/preparing-for-cardiac-procedures-and-studies/cardiac-catheterization.html

Diakses pada 3 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed