Mengulik Efektivitas Vaksin Johnson & Johnson, Cegah Covid-19 dalam Sekali Suntikan


Vaksin Johnson & Johnson diklaim dapat membantu mencegah penularan virus corona dalam sekali suntikan. Dari hasil uji coba, efektivitas dari vaksin ini berkisar antara 66 hingga 85 persen.

(0)
Vaksin Johnson & Johnson telah resmi mendapatkan izin penggunaan darurat dari FDAVaksin Johnson & Johnson bantu cegah penularan Covid-19 dalam sekali suntikan (Sumber gambar: oasisamuel/Shutterstock)
Amerika Serikat resmi menyetujui penggunaan vaksin Johnson & Johnson untuk mencegah penularan Covid-19. Izin penggunaan darurat (EUA) vaksin buatan Janssen Pharmaceuticals ini dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 27 Februari 2021. Menariknya, vaksin ini hanya perlu digunakan sekali suntik saja. Bagaimana cara kerjanya? Lalu, seberapa efektifkah vaksin Johnson & Johnson untuk mencegah penularan Covid-19? Adakah efek samping yang ditimbulkan dari pemakaiannya? Simak bahasannya berikut ini.

Bagaimana cara kerja vaksin Johnson & Johnson?

Vaksin Johnson & Johnson bekerja dengan memodifikasi sebuah adenovirus dengan tipe tertentu. Virus ini membawa sebuah materi genetik yang dapat memicu timbulnya "spike" yang menjadi ciri khas dari virus SARS-CoV-2Nantinya, suntikan vaksin ini membuat sistem kekebalan tubuh Anda untuk bereaksi secara defensif saat berhadapan dengan virus corona. Hasilnya, tubuh akan kebal terhadap serangan virus SARS-CoV-2 dan risiko Anda terinfeksi Covid-19 akan berkurang.

Efektivitas vaksin Johnson & Johnson untuk melawan Covid-19

Menurut klaim yang dikeluarkan oleh Johnson and Johnson, efektivitas vaksin buatan mereka dalam mencegah gejala Covid-19 berkisar antara 66-85 persen. Hasil tersebut didapat 28 hari setelah vaksinasi.Sementara itu, efikasi vaksin Johnson & Johnson pada kasus Covid-19 dalam tahap uji coba di beberapa wilayah menunjukkan hasil yang berbeda-beda, Amerika Serikat 72%, Amerika Latin 66%, dan Afrika Selatan 57%. Efikasi vaksin ditunjukkan dengan penurunan angka persentase kasus penyakit pada kelompok orang yang menerima vaksinasi.

Siapa saja yang boleh menerima vaksin Johnson & Johnson?

Vaksin Johnson & Johnson bisa diberikan pada semua orang yang berusia di atas 18 tahun
Vaksin Johnson & Johnson dapat diberikan pada semua orang yang berusia 18 tahun ke atas
Vaksin Johnson & Johnson dapat disuntikkan ke semua orang yang telah berusia 18 tahun ke atas. Namun, ada beberapa kondisi yang mengharuskan Anda berkonsultasi terlebih dulu ke dokter jika ingin menerima vaksin ini. Beberapa kondisi tersebut, antara lain:
  • Menderita demam
  • Memiliki alergi tertentu
  • Sedang dalam masa menyusui
  • Mengalami kelainan perdarahan
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah
  • Sedang atau mempunyai rencana untuk hamil
  • Sudah pernah menerima vaksin Covid-19 jenis lain sebelumnya
  • Sedang menjalani pengobatan yang berpengaruh terhadap sistem kekebalan
Sementara itu, Anda yang punya alergi parah terhadap komponen yang ada di dalam vaksin Johnson & Johnson dilarang untuk menerimanya. Vaksin ini berpotensi memicu reaksi alergi yang dapat berbahaya bagi keselamatan nyawa Anda.

Efek samping yang berpotensi muncul dari penggunaan vaksin Johnson & Johnson

Sama seperti vaksin Covid-19 lainnya, Anda mungkin akan merasakan efek samping setelah menerima suntikan vaksin Johnson & Johnson. Potensi efek samping ini didapat dari hasil uji coba yang telah dilakukan sebelumnya.Sejumlah efek samping yang dirasakan oleh peserta uji coba penerima vaksin buatan Janssen Pharmaceuticals, meliputi:
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (pegal-pegal)
  • Nyeri di bagian tubuh tempat suntikan
Perlu diingat, efek samping yang dirasakan oleh masing-masing penerima vaksin ini mungkin akan berbeda satu sama lain. Ada kemungkinan juga Anda tak merasakan efek samping apa pun setelah menerima suntikan vaksin.

Catatan dari SehatQ

Vaksin Johnson & Johnson merupakan vaksin yang dapat membantu mencegah penularan virus corona dalam sekali suntikan. Penggunaan ini memicu reaksi sistem imun yang membuat Anda kebal terhadap serangan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.Semua orang yang telah berusia 18 tahun ke atas boleh menerima vaksin ini, asalkan tidak mempunyai alergi terhadap komponen di dalamnya. Selain itu, ada beberapa kondisi yang mengharuskan berkonsultasi ke dokter sebelum menerimanya.Untuk berdiskusi lebih lanjut terkait vaksin Johnson & Johnson dan efektivitasnya mencegah Covid-19, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan SehatQ . Download sekarang di App Store dan Google Play.
infeksi viruscoronavirusvaksin corona
FDA. https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/fda-issues-emergency-use-authorization-third-covid-19-vaccine
Diakses pada 3 Maret 2021
Johnson and Johnson. https://www.jnj.com/johnson-johnson-covid-19-vaccine-authorized-by-u-s-fda-for-emergency-usefirst-single-shot-vaccine-in-fight-against-global-pandemic
Diakses pada 3 Maret 2021
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/johnson-and-johnson-covid-19-vaccine-5093160
Diakses pada 3 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait