Selama dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan, tidak ada efek samping MRI yang berbahaya bagi tubuh
Saat proses pemindaian dilakukan, tidak ada rasa apapun yang akan muncul

Terkadang untuk mendapatkan gambaran lebih menyeluruh tentang kondisi kesehatan seseorang, perlu dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging atau MRI. Selama dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan, tidak ada efek samping MRI yang berbahaya bagi tubuh.

Pemindaian dengan MRI dilakukan untuk melihat bagian tubuh mana pun seperti kepala, persendian, bagian perut, kaki, dan lainnya. Kontras jaringan dalam MRI lebih jelas dibandingkan dengan CT scan. Bahkan, bisa dibedakan antara lemak, otot, air, dan jaringan lunak lainnya.

Adakah efek samping MRI?

Sebelum melakukan MRI, semua orang akan diminta mengikuti prosedur keamanan yang sesuai. Bagi yang masih asing dengan konsep MRI, bisa jadi ada kekhawatiran tentang efek samping MRI.

Beberapa efek samping MRI dan klarifikasinya adalah:

  • Benarkah membahayakan kesehatan?

Tidak ada ancaman bahaya terhadap kesehatan dari paparan sementara saat melakukan MRI. Saat prosedur MRI dilakukan, ada bidang magnetik yang bersifat kuat dan statis. Semua teknologi seperti energi radio frekuensi dalam MRI juga dipastikan aman bagi kesehatan. 

  • Benarkah MRI dapat memicu cedera?

Ada kekhawatiran apabila MRI menyebabkan cedera selama prosesnya berlangsung. Kekhawatiran ini mungkin saja menjadi kenyataan apabila seseorang tidak mengikuti prosedur keamanan. Namun hingga kini belum ada laporan yang mengatakan bahwa prosedur MRI menyebabkan cedera.

Bidang magnetik yang kuat dan bersifat statis bisa menarik objek-objek magnetik seperti kunci, ponsel, hingga yang besar seperti tabung oksigen. Itulah mengapa pasien dan pihak medis tidak diperkenankan mengenakan barang-barang yang mengandung logam di sekitar alat MRI.

  • Benarkah MRI membahayakan pendengaran?

Bidang magnetik dalam alat MRI bisa mengeluarkan suara ketukan yang cukup keras. Itulah sebabnya pasien akan mengenakan penutup telinga selama prosedur berlangsung agar tetap merasa nyaman. Namun bila tidak menggunakan penutup telinga, suara tersebut tidak akan sampai membuat rusak pendengaran.

  • Apakah prosedur MRI terasa sakit?

Tak perlu khawatir efek samping MRI bisa menimbulkan rasa sakit. Bahkan, saat proses pemindaian dilakukan, tidak ada rasa apapun yang akan muncul. Pada beberapa kasus, ada pasien yang merasakan sensasi kedutan dan ini masih wajar karena MRI menimbulkan stimulus saraf tubuh.

  • Apakah benar bahwa kita tidak boleh bergerak selama MRI?

Memang benar bahwa untuk mendapatkan hasil pemindaian maksimal, pasien diminta untuk tidak bergerak selama prosedur MRI berlangsung. Bagi pasien yang sekiranya kurang kooperatif selama prosedur seperti anak-anak maupun pasien yang tak bisa berbaring lama, akan diberikan anestesi sehingga MRI berjalan lancar.

Selain beberapa poin di atas, efek samping MRI memang terjadi namun termasuk langka. Dari jutaan pemindaian MRI yang dilakukan di seluruh dunia, umumnya efek samping yang terjadi tidak berhubungan dengan masalah kesehatan jangka panjang.

Keluhan yang paling sering dilaporkan adalah objek magnetik yang tertarik ke alat MRI, jari yang terjepit meja, pasien terjatuh, atau gangguan pada pendengaran sementara.

Bolehkah ibu hamil MRI?

Ketika ibu hamil sakit, dokter akan menentukan diagnosis lewat serangkaian pemeriksaan yang menyeluruh, termasuk, dengan meminta pemindaian MRI. Biasanya, dokter akan merujuk pemeriksaan MRI apabila membutuhkan klarifikasi medis tertentu namun tidak bisa menunggu sampai persalinan.

Lewat MRI, dokter bisa melihat lebih jelas apakah ada masalah medis di tubuh seorang ibu hamil. Tidak ada risiko bagi ibu hamil melakukan MRI, begitu pula untuk janin dalam kandungan.

Dalam 30 tahun terakhir, sudah ada ribuan ibu hamil yang melakukan pemindaian MRI dan tidak mengalami masalah efek samping MRI apapun.

Artinya, ibu hamil tak perlu menolak permintaan dokter untuk melakukan MRI. Dokter memerlukan pemindaian ini untuk melakukan diagnosis terhadap potensi penyakit tertentu.

Ingat, demi melahirkan bayi yang sehat, maka sang ibu juga harus benar-benar sehat. Melakukan prosedur MRI sesuai dengan permintaan dokter termasuk salah satu langkah untuk deteksi dini adakah masalah medis di tubuh sang ibu.

Selain itu, pemindaian MRI juga bisa memberikan gambaran lebih jelas terhadap bagian tubuh tertentu. Berbeda dengan USG yang hasilnya tidak sejelas MRI.

CT scan juga bisa menjadi alternatif. Namun mengingat CT scan menggunakan radiasi, maka USG atau MRI lebih direkomendasikan untuk ibu hamil.

Jadi, jika selama ini MRI terkesan asing dan menyeramkan, sekarang tak perlu lagi takut setelah memahami bahwa efek samping MRI sangat jarang terjadi, bukan?

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mri-scan/what-happens/
Diakses 12 Februari 2020

FDA. https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/mri-magnetic-resonance-imaging/benefits-and-risks
Diakses 12 Februari 2020

Self. https://www.self.com/story/what-to-expect-mri
Diakses 12 Februari 2020

Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=safety-mri-pregnancy
Diakses 12 Februari 2020

Artikel Terkait