Adakah Efek Samping dari MRI Scan Bagi Kesehatan?


Efek samping MRI sangat jarang terjadi. Bahkan bagi ibu hamil, pemindaian MRI merupakan salah satu prosedur yang aman dilakukan ketika dibutuhkan.

(0)
24 Feb 2020|Azelia Trifiana
Efek samping MRI tidak berbahaya bagi tubuh asal dilakukan sesuai prosedurSaat pemindaian dilakukan, Anda tidak merasakan hal apapun
Pemeriksaan lanjutan dengan scan Magnetic Resonance Imaging atau MRI scan kadang diperlukan untuk melihat lebih dalam lagi tentang kondisi kesehatan seseorang. Tindakan medis ini dilakukan dengan daya pancaran magnet yang "ditembakkan" ke tubuh. Bagi yang masih asing dengan konsep ini, bisa jadi ada kekhawatiran tentang efek samping MRI. Lantas, adakah risiko bahaya magnet terhadap kesehatan? Apa saja efek samping MRI yang mungkin muncul dan dirasakan setelah prosedur selesai?

Apakah MRI aman?

Pemindaian dengan MRI dilakukan untuk melihat bagian tubuh mana pun seperti kepala, persendian, bagian perut, kaki, dan lainnya. Kontras jaringan dalam MRI lebih jelas dibandingkan dengan CT scan. Bahkan, bisa dibedakan antara lemak, otot, air, dan jaringan lunak lainnya.Saat MRI dilakukan, ada bidang magnetik yang bersifat kuat dan statis. Selama dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan, tidak ada efek samping MRI yang berbahaya bagi tubuh.Pasalnya sebelum pemeriksaan dimulai pun, teknisi lab akan benar-benar memastikan semua orang yang terlibat untuk menaati aturan. Menurut FDA, tidak ada efek samping yang dapat menimbulkan ancaman bahaya terhadap kesehatan dari paparan magnet sementara.Tak perlu khawatir juga tentang kabar efek samping MRI yang katanya bisa menimbulkan rasa sakit. Ada pula kekhawatiran bahwa MRI dapat menyebabkan cedera selama prosesnya berlangsung. Namun hingga kini, belum ada laporan yang mengatakan bahwa prosedur MRI menyebabkan cedera serius maupun fatal.Demi mendapatkan hasil pemindaian maksimal, pasien akan diminta untuk tidak bergerak selama prosedur MRI berlangsung. Risiko cedera mungkin saja terjadi apabila pasien tidak mengikuti prosedur keamanan. Maka bagi pasien yang sekiranya kurang kooperatif selama prosedur seperti anak-anak maupun pasien yang tak bisa berbaring lama, anestesi akan diberikan sehingga MRI berjalan lancar.Saat proses pemindaian dilakukan, tidak ada rasa apapun yang akan muncul. Pada beberapa kasus, ada pasien yang merasakan sensasi kedutan dan ini masih wajar karena MRI menimbulkan stimulus saraf tubuh.Bidang magnetik yang kuat dan bersifat statis bisa menarik objek-objek magnetik seperti kunci, ponsel, hingga yang besar seperti tabung oksigen. Itulah mengapa pasien dan pihak medis tidak diperkenankan mengenakan barang-barang yang mengandung logam di sekitar alat MRI. Namun, semua teknologi seperti energi radio frekuensi dalam MRI dipastikan aman bagi kesehatanKeluhan yang paling sering dilaporkan adalah objek yang tertarik ke alat MRI, jari yang terjepit meja, pasien terjatuh, atau gangguan pada pendengaran sementara. 

Benarkah efek samping MRI dapat membahayakan pendengaran?

Bidang magnetik dalam alat MRI bisa mengeluarkan suara ketukan yang cukup keras. Itulah sebabnya pasien akan mengenakan penutup telinga selama prosedur berlangsung agar tetap merasa nyaman. Namun bila tidak menggunakan penutup telinga, suara tersebut tidak akan sampai membuat rusak pendengaran.Selain beberapa poin di atas, efek samping MRI memang terjadi namun termasuk langka. Dari jutaan pemindaian MRI yang dilakukan di seluruh dunia, umumnya efek samping yang terjadi tidak berhubungan dengan masalah kesehatan jangka panjang.

Siapa yang perlu melakukan pindai MRI?

Pindai MRI sangat penting bagi beberapa pasien dengan kondisi tertentu. Hal ini berguna untuk mendeteksi penyakit atau masalah yang terjadi pada tubuhnya. Berikut merupakan daftar pasien yang biasanya akan dianjurkan menggunakan MRI.
  • Pasien dengan masalah kelainan otak dan sumsum tulang belakang.
  • Pasien yang memiliki tumor, kista, ataupun anomali lainnya di dalam tubuh.
  • Wanita dengan risiko tinggi kanker payudara.
  • Pasien cedera atau mengalami masalah pada persendian.
  • Pasien dengan beberapa jenis masalah pada jantung.
  • Pasien dengan penyakit hati atau masalah pada organ perut lainnya.

Bolehkah ibu hamil jalani MRI?

Ketika ibu hamil sakit, dokter akan menentukan diagnosis lewat serangkaian pemeriksaan yang menyeluruh, termasuk, dengan meminta pemindaian MRI. Biasanya, dokter akan merujuk pemeriksaan MRI apabila membutuhkan klarifikasi medis tertentu namun tidak bisa menunggu sampai persalinan.Lewat MRI, dokter bisa melihat lebih jelas apakah ada masalah medis di tubuh seorang ibu hamil. Tidak ada risiko bagi ibu hamil melakukan MRI. Tidak ditemukan pula risiko efek samping MRI untuk janin dalam kandungan.Dalam 30 tahun terakhir, sudah ada ribuan ibu hamil yang melakukan pemindaian MRI dan tidak mengalami masalah efek samping MRI apapun.Artinya, ibu hamil tak perlu menolak permintaan dokter untuk melakukan MRI. Dokter memerlukan pemindaian ini untuk melakukan diagnosis terhadap potensi penyakit tertentu.Ingat, demi melahirkan bayi yang sehat, maka sang ibu juga harus benar-benar sehat. Melakukan prosedur MRI sesuai dengan permintaan dokter termasuk salah satu langkah untuk deteksi dini adakah masalah medis di tubuh sang ibu.Selain itu, pemindaian MRI juga bisa memberikan gambaran lebih jelas terhadap bagian tubuh tertentu. Berbeda dengan USG yang hasilnya tidak sejelas MRI.CT scan juga bisa menjadi alternatif. Namun mengingat CT scan menggunakan radiasi, maka USG atau MRI lebih direkomendasikan untuk ibu hamil.Jadi, jika selama ini MRI terkesan asing dan menyeramkan, sekarang tak perlu lagi takut setelah memahami bahwa efek samping MRI sangat jarang terjadi, bukan?
menjaga kesehatanpemeriksaan kehamilanmedical check upusg
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/mri-scan/what-happens/
Diakses 12 Februari 2020
FDA. https://www.fda.gov/radiation-emitting-products/mri-magnetic-resonance-imaging/benefits-and-risks
Diakses 12 Februari 2020
Self. https://www.self.com/story/what-to-expect-mri
Diakses 12 Februari 2020
Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=safety-mri-pregnancy
Diakses 12 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait