Menguak Fakta Seputar Klitoris, Sumber Kepuasan Seksual Wanita

Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan, sehingga penting dalam proses mencapai orgasme pada wanita.
Klitoris adalah salah satu organ seksual wanita yang paling sensitif.

Jika bicara mengenai masalah organ seksual di tubuh wanita, vagina dan mungkin payudara lah yang umumnya menjadi bahasan. Namun tahukah Anda, jika di dalam vagina terdapat organ kecil yang bisa menjadi sumber kepuasan wanita? Organ ini, dinamakan klitoris.

Klitoris wanita memiliki sekitar 15.000 ujung saraf. Sehingga, bagian ini sangat sensitif terhadap rangasangan. Menstimulasi klitoris juga bisa menjadi jalan mencapai orgasme bagi para wanita, selain stimulasi vaginal maupun titik rangsang lainnya.

Fakta menarik seputar klitoris wanita

Bagi para wanita, jangan lagi malu untuk lebih mengeksplorasi organ seksual di tubuh Anda, termasuk klitoris. Kenali lima fakta di bawah ini untuk memulainya.

1. Klitoris sering disamakan dengan penis pada pria

Penis disebut sebagai pusat gairah pada pria. Hal yang sama juga berlaku pada klitoris wanita. Ternyata, klitoris dan penis memang berasal dari struktur anatomis yang sama.

Bagian klitoris yang terlihat secara kasat mata, berbentuk seperti benjolan kecil berwarna merah muda. Namun, sebenarnya, bagian tersebut hanyalah ujung atau kepala dari klitoris, yang strukturnya pun sangat mirip dengan kepala penis.

Di bagian belakang klitoris, terdapat jaringan erektil, mirip dengan yang terdapat pada penis, dan berperan dalam proses ereksi.

2. Bisa membuat wanita orgasme dengan stimulasi yang tepat

Orgasme wanita tidak hanya dapat dicapai dengan penetrasi penis ke vagina. Orgasme dengan stimulasi klitoris, meski belum banyak di eksplor, juga menjamin kenikmatan yang sama, atau bahkan lebih dari biasanya.

Bermodalkan ujung-ujung saraf yang sensitif, stimulasi klitoris dengan mengusapnya menggunakan jari atau bahkan lidah, dapat berujung pada orgasme dengan sensasi yang menggelitik di sekujur tubuh.

3. Ukuran klitoris ternyata lebih besar dari yang dikira

Selama ini, ukuran klitoris umumnya dikira tidak lebih besar dari sebutir kacang polong. Padahal, yang terlihat secara kasat mata, hanya sebagian kecil dari klitoris. Jika diteliti lebih dalam, organ ini ternyata memiliki bagian yang lebih panjang, yang tidak terlihat secara langsung.

Bahkan, bagian dalam klitoris bisa memanjang hingga 9 cm, ke bagian atas vagina dan lubang bukaan vagina.

4. Klitoris juga memiliki kulup atau kulit penutup

Klitoris diselubungi oleh kulit penutup atau kulup untuk melindungi ribuan ujung saraf yang ada di dalamnya. Tanpa adanya penutup tersebut, ujung saraf yang sangat sensitif ini bisa terstimulasi secara berlebihan.

Sama seperti kulup penis, kulit yang melindungi klitoris akan tertarik ke belakang saat seorang wanita merasa terangsang. Sebab saat terangsang, kelenjar yang ada di klitoris akan membesar, sehingga membuat klitoris menjadi lebih terlihat.

5. Klitoris hanya memiliki satu fungsi

Klitoris hanya memiliki satu fungsi, yaitu memberikan kenikmatan seksual pada wanita untuk membantu tercapainya orgasme. Saat klitoris distimulasi, ujung saraf yang terdapat di dalamnya akan mengirimkan sinyal ke sistem saraf pusat.

Sebagai hasilnya, mood wanita untuk melakukan hubungan seksual akan lebih terbentuk. Itulah sebabnya, foreplay sangat penting untuk wanita. Sebab, kebanyaka, pasangan hanya “bermain” di area klitoris saat melakukan sesi pemanasan ini.

Agar mood bercinta terus terjaga dan orgasme lebih mudah tercapai, libatkan klitoris dalam sesi bercinta Anda. Penetrasi vaginal yang disertai dengan stimulasi klitoris, akan menghasilkan orgasme yang lebih hebat dari biasanya.

Jenis-jenis gangguan yang bisa terjadi pada klitoris

Klitoris bisa saja tidak selalu “duduk tenang” di tempatnya. Ada beberapa gangguan yang bisa menimpa organ ini, seperti berikut ini.

• Klitoris terasa gatal

Sama seperti area vagina lainnya, klitoris juga bisa terasa gatal, terutama jika ada infeksi jamur atau alergi kondom. Untuk mengatasinya, tentu Anda harus tahu dulu penyebab pastinya.

Apabila penyebabnya adalah kondom yang digunakan pasangan, cobalah untuk mengganti kondom tanpa kandungan lateks dan parfum.

• Terjadi pembengkakan pada klitoris

Klitoris yang bengkak sebenarnya cukup umum terjadi. Kondisi ini bisa muncul akibat trauma karena stimulasi yang berlebihan maupun benturan. Apabila tidak kunjung mengecil, segera hubungi dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

• Klitoris memar dan berdarah

Apabila Anda mengalami memar dan perdarahan di area klitoris, dan tidak mereda dalam waktu 24 jam, segera hubungi dokter. Untuk membantu meredakan kondisi ini, Anda juga bisa mengompres klitoris dengan es batu yang dibungkus kain.

• Klitoris terasa nyeri

Pada klitoris yang iritasi, rasa nyeri dapat muncul. Kondisi ini juga bisa muncul akibat stimulasi yang dilakukan terlalu kasar, muncul tekanan yang berlebihan, atau bahkan sesederhana menggunakan celana yang terlalu ketat.

Catatan dari SehatQ

Bagi sebagian orang, klitoris memang masih dianggap tabu. Namun, tidak ada salahnya jika Anda, para wanita, ingin lebih mengenal organ yang satu ini demi mencapai kepuasan seksual. Karena tidak bisa dipungkiri, klitoris memang berperan besar.

Tambahkan rutinitias untuk menstimulasi klitoris dalam setiap sesi bercinta, atau saat masturbasi, untuk mencapai hasil akhir yang berbeda, dari yang selama ini Anda rasakan.

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health/clitoral-hood#what-does-it-do
Diakses pada 7 November 2019

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/conditions/sexual-health/a2317/the-clitoris/
Diakses pada 7 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/types-of-orgasms#achieving-orgasms
Diakses pada 7 November 2019

Net Doctor. https://www.netdoctor.co.uk/conditions/sexual-health/a2279/clitoris-problems/
Diakses pada 7 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed