Nutrisi penting dalam buah kawista membuatnya berpotensi meningkatkan kesehatan
Buah kawista mengandung beragam nutrisi penting

Buah kawista atau bael fruit adalah buah yang dipercaya memiliki banyak khasiat bagi tubuh. Namanya mungkin kurang terdengar di telinga Anda. Namun buah ini tidak asing lagi bagi masyarakat Rembang, Jawa Tengah.

Penduduk Rembang mengolah buah kawista menjadi sirup dengan cita rasa menyerupai minuman cola. Karena itulah, buah ini mendapat julukan cola van Java

Buah dengan nama latin Limonia acidissima ini berasal dari India, dan banyak digunakan dalam pengobatan tradisional. Buah kawista dapat dimakan langsung atau diolah menjadi sirup atau selai. 

Kandungan buah kawista

Buah kawista adalah buah dengan nilai gizi dan kalori yang tinggi. Dalam 100 gram buah ini, terkandung nutrisi sebagai berikut:

  • Air: 61,5 gram.
  • Kalori: 88. Jumlah yang lebih tinggi daripada jambu merah, apel, ataupun mangga.
  • Protein: 1,8 gram.
  • Karbohidrat: 31,8 gram.
  • Vitamin B2 (riboflavin): 1,19 miligram.

Kandungan berbagai senyawa berkhasiatnya juga perlu diperhitungkan. Misalnya, tannin, coumarin, dan flavonoid. Senyawa-senyawa ini diketahui bersifat antiradang, antiasma, antidiare, dan dapat menurunkan kadar gula darah

Potensi manfaat buah kawista

Kandungan nutrisi pada buah kawista membuatnya berpotensi memberikan manfaat untuk kesehatan. Namun harap diingat bahwa khasiat buah kawista baru diuji terhadap hewan dan belum ada penelitian yang berkaitan keamanannya untuk dikonsumsi oleh manusia. 

Berikut sederet potensi manfaat buah kawista dalam bentuk ekstrak bagi kesehatan:

  • Antidiabetes

Dalam uji laboratorium pada tikus, ekstrak buah kawista terbukti dapat membantu mengendalikan kadar gula darah. Ekstrak ini yang diberikan sebanyak 200 dan 400 mg per kilogram berat badan tikus.

  • Antidiare

Ekstrak buah kawista ditemukan dapat mengurangi pergerakan saluran cerna. Dengan ini, tikus yang diberi ekstrak ini mengalami penurunan frekuensi buang air besar dan jumlah feses yang cair.

  • Antikanker

Penelitian tertentu dari ekstrak buah kawista dilakukan terhadap sel-sel kanker payudara. Ekstrak buah ini ditemukan dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

  • Antioksidan

Ekstrak buah kawista ditemukan memiliki sifat sebagai antioksidan. Seperti yang Anda ketahui, antioksidan dianggap berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit. Misalnya, kanker dan penyakit jantung.

  • Antibakteri

Buah kawista menawarkan manfaat sebagai antibakteri spektrum luas. Dalam uji laboratorium pada hewan, ekstrak buah ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif maupun Gram negatif. 

  • Penyembuh luka

Buah kawista sering digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Melalui uji laboratorium, ekstrak buah ini dinyatakan dapat mempercepat proses pemulihan luka.

Mengingat data penelitian buah kawista masih terbatas, perlu studi lebih lanjut dan lebih luas mengenai manfaat buah ini bagi kesehatan manusia. Demikian pula dengan standar pengolahan, dosis yang sesuai, serta efek sampingnya. 

Adakah cara aman mengonsumsi buah kawista?

Ada banyak cara untuk mengkonsumsi buah kawista. Buah ini bisa dimakan langsung atau diolah menjadi sirup.

Sementara dalam penelitian yang dilakukan pada hewan, para ahli menggunakan esktrak buah kawista. Namun belum penelitian yang dapat menyimpulkan cara mengekstraksi buah kawista serta dosis konsumsi yang paling efektif untuk kesehatan. 

Efek samping buah kawista

Saat ini, data mengenai efek samping buah kawista belum tersedia. Namun berdasarkan kandungan dan khasiatnya, beberapa hal di bawah ini mungkin perlu Anda perhatikan:

  • Konsumsi buah kawista yang berlebihan

Bila dikonsumsi secara berlebih, buah ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau konstipasi

  • Bagi penderita diabetes

Buah kawista juga diketahui dapat menurunkan kadar gula darah. Bagi penderita diabetes yang sedang menjalani pengobatan antidiabetes, konsumsi buah ini harus disertai dengan pemantauan gula darah yang ketat. Pasalnya, ada kekhawatiran bahwa gula darah bisa saja turun terlalu cepat. 

  • Bagi orang yang hendak menjalani operasi

Untuk orang yang rutin mengonsumsi buah kawista ataupun ekstraknya, dan akan menjalani operasi, disarankan untuk menghentikan konsumsi buah kawista setidaknya 2 minggu sebelum operasi dilakukan. 

  • Kandungan aegeline pada daun kawista

Daun buah kawista diketahui mengandung aegeline. Senyawa ini dapat menyebabkan kerusakan sel hati, kegagalan fungsi hati, hingga kematian.

Sebuah penelitian menemukan bahwa senyawa-senyawa dalam buah kawista juga dapat mengganggu fungsi sel tubuh. Mulai dari menyebabkan kerusakan hati, kerusakan sel saraf, dan berbagai efek samping lainnya. 

Sejak dulu, buah kawista dianggap sebagai obat alami yang memiliki banyak khasiat. Namun penggunaannya dalam dunia medis belum didukung oleh bukti-bukti ilmiah yang memadai.

Ada baiknya Anda lebih cermat dalam mengonsumsi buah kawista maupun produk ekstraknya. Selalu membaca komposisi yang tercantum pada kemasan.

Jangan menunda atau menghentikan pengobatan medis dan menggantinya dengan suplemen buah kawista. Agar lebih aman, senantiasa konsultasikan dengan dokter terlebih dulu sebelum mengonsumsi buah kawista maupun tumbuhan lainnya yang diklaim bermanfaat sebagai obat herbal.

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6189606/
Diakses pada 20 November 2019

Global Research Online. http://globalresearchonline.net/journalcontents/v28-1/36.pdf. Diakses pada 20 November 2019

Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/232734604_ANTIDIARRHOEAL_ACTIVITY_OF_ALCOHOLIC_AND_AQUEOUS_EXTRACTS_OF_LIMONIA_ACIDISSIMA_LINN_STEM_BARK
Diakses pada 20 November 2019

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/the-health-benefits-of-bael-fruit-89602
Diakses pada 20 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-164/bael
Diakses pada 20 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed