Mengonsumsi Alfalfa, Tanaman Herbal yang Kaya Vitamin K dan Antioksidan


Selain menurunkan kolesterol, manfaat tanaman alfalfa juga baik untuk menangkal radikal bebas. Namun, Anda perlu juga diketahui efek samping saat mengonsumsi tanaman ini.

(0)
21 Mar 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tanaman alfalfa sering digunakan sebagai suplemen herbalTanaman alfalfa merupakan tanaman yang mengandung antioksidan
Tanaman alfalfa (Medicago sativa) sebenarnya sering digunakan untuk makanan ternak. Dibandingkan dengan makanan ternak lainnya, alfalfa mengandung vitamin, mineral, dan protein yang lebih tinggi. Melihat kandungan nutrisi yang sangat kaya tersebut, tanaman alfalfa akhirnya dijadikan tanaman herbal yang bisa membantu menunjang kesehatan.

Kandungan nutrisi tanaman alfalfa

Tanaman alfalfa sudah tumbuh selama berabad-abad. Ada pendapat yang bilang bahwa tanaman ini pertama kali ditemukan di Asia Selatan dan Tengah. Namun, sudah banyak orang yang membudidayakan tanaman ini karena diyakini punya segudang manfaat.Bagian daun dan bijinya sering dijadikan bahan baku untuk membuat suplemen herbal. Selain itu, bagian kecambahnya juga sering dimanfaatkan oleh banyak orang. Tanaman alfalfa ini dipercaya mengandung banyak nutrisi.Dalam satu cup alfalfa yang setara dengan 33 gram, terkandung beberapa nutrisi di dalamnya. Berikut nutrisi yang ada dalam tanaman alfalfa:
  • Vitamin B1 
  • Vitamin B2
  • Vitamin B9
  • Vitamin C
  • Vitamin K
  • Magnesium
  • Tembaga
  • Mangan
  • Zat Besi
Tanaman alfalfa mengandung vitamin K dalam kadar yang cukup tinggi. Selain itu, tanaman ini juga mengandung serat dan protein. Sama seperti sayuran lain, alfalfa juga mengandung zat-zat antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Manfaat tanaman alfalfa

Dengan kandungan yang kaya, tentunya alfalfa menyimpan sederet manfaat. Berikut manfaat tanaman alfalfa untuk kesehatan:

1. Membantu menurunkan kolesterol

Sebuah studi menemukan bahwa biji alfalfa mampu menurunkan kolesterol jahat di dalam tubuh. Studi ini melibatkan 15 partisipan yang diminta mengonsumsi 40 gram biji alfalfa sebanyak tiga kali sehari. Dalam 8 minggu, ditemukan adanya penurunan kolesterol jahat sebenar 18 persen.Namun, penelitian yang dilakukan kepada manusia masih terbilang sedikit. Meskipun begitu, para peneliti percaya bahwa tanaman ini bisa menjadi obat yang berkhasiat. 

2. Menurunkan risiko diabetes

Selain pencarian data tentang kadar kolesterol, ada beberapa penelitian yang menemukan adanya kaitan tanaman alfalfa dengan diabetes. Ekstrak alfalfa diyakini bisa membantu meningkatkan pelepasan insulin dari pankreas untuk mengontrol kadar gula darah.Hasil ini sudah dibuktikan pada tikus yang mengidap diabetes. Sayangnya, penelitian lanjutan masih dibutuhkan.

3. Menurunkan gejala menopause

Tanaman alfalfa mengandung senyawa fitoestrogen, sebuah senyawa yang mirip dengan hormon estrogen. Khasiatnya pun terbilang mirip saat ada di dalam tubuh Anda. Salah satunya adalah menurunkan salah satu gejala menopause, yaitu hot flashes atau berkeringat pada malam hari.Fitoestrogen juga memiliki manfaat lain yang diungkap dalam sebuah studi. Penyintas kanker payudara yang mengonsumsi alfalfa bisa mengatasi gangguan tidurnya pada malam hari.

4. Penangkal radikal bebas

Tanaman alfalfa merupakan tanaman yang mengandung antioksidan. Manfaat yang dikandungnya mampu mengobati peradangan dan kerusakan oksidatif pada sel tubuh. Tubuh akan lebih kuat dalam menangkal radikal bebas sehingga mampu mengurangi kematian sel dan dan kerusakan DNA.Untuk jangka panjangnya, antioksidan ini bisa menurunkan kerusakan otak akibat stroke. Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan juga bisa mencegah berkembangnya sel kanker dalam tubuh.

Efek samping konsumsi tanaman alfalfa

Suplemen yang menggunakan ekstrak tanaman alfalfa hadir dalam bentuk bubuk dan tablet. Pastikan yang Anda beli sudah terdaftar di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).Selain menyimpan manfaat, tanaman yang satu ini juga memiliki efek samping jika tidak dikonsumsi dengan baik. Pada ibu hamil, mengonsumsi alfalfa bisa menyebabkan kontraksi sehingga meningkatkan risiko keguguran. Untuk itu, sebaiknya menghindari suplemen berbahan alfalfa saat sedang hamil.Para pengidap penyakit autoimun juga disarankan untuk menghindari suplemen yang memiliki kandungan alfalfa. Pada sebuah studi, ditemukan adanya gejala yang mirip dengan penyakit lupus saat diujicobakan kepada monyet.Selain itu, alfalfa juga bisa menyebabkan kulit menjadi sangat sensitif terhadap matahari. Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi suplemen atau ekstrak tanaman alfalfa.

Catatan dari SehatQ

Kandungan nutrisi yang kaya dalam tanaman alfalfa membuat tanaman ini menyimpan banyak manfaat. Salah satu yang sudah bisa dibuktikan melalui studi adalah penurun kolesterol jahat dalam tubuh. Di sisi lain, Anda pun perlu berhati-hati dengan efek samping yang ditimbulkan.Suplemen tanaman alfalfa ini tidak menggantikan obat dari dokter. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun. Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang tanaman alfalfa serta suplemen ekstrak alfalfa mana yang baik untuk Anda, tanyakan langsung ke dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
nutrisivitamin kantioksidanbuah dan sayuran
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/alfalfa
Diakses pada 10 Maret 2021
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-19/alfalfa
Diakses pada 10 Maret 2021
NCBI. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/3606731/
Diakses pada 10 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait