Mengobati Luka Bakar Akibat Kena Bahan Kimia, Ini Caranya

(4)
Luka bakar kimiaLuka kena bahan bakar kimia
Luka bakar tidak selalu terjadi akibat paparan panas, seperti sinar matahari, api, atau terkena knalpot kendaraan. Bahan kimia di sekitar Anda, seperti produk pemutih, pembersih toilet, pencair cat, dan produk sejenis lainnya juga dapat menimbulkan luka bakar, yang sering disebut luka bakar kimia.
Bahan-bahan kimia tersebut dapat menyebabkan luka bakar yang perlu ditangani dengan serius. Lantas, bagaimana penanganan luka bakar akibat bahan kimia yang perlu dilakukan?

Apa itu luka bakar kimiawi?

Luka bakar kimiawi adalah suatu kondisi yang terjadi ketika mata, hidung, mulut, atau kulit mengalami kerusakan akibat kontak dengan bahan kimia tertentu (iritan), seperti asam atau basa. Biasanya paparan ini akibat terkena zat secara langsung atau terkena uapnya.Luka bakar kimiawi juga dikenal sebagai luka bakar kaustik. Luka bakar akibat bahan kimia bisa menyebabkan reaksi tertentu pada kulit Anda. Jika produk iritan kimia tertelan maka dapat memengaruhi organ tubuh Anda.Umumnya, mereka yang berisiko tinggi terkena paparan zat kimia adalah bayi, orang lanjut usia (lansia), dan orang-orang disabilitas. Pasalnya, mereka tidak memiliki kemampuan dalam mengatasi paparan zat kimia dengan benar.Anda pun dapat berisiko tinggi mengalami luka bakar kimiawi akibat penggunaan zat kimia yang salah atau tidak didampingi oleh orang yang profesional.

Penyebab luka bakar kimiawi yang perlu diketahui

Paparan zat kimia dapat terjadi di mana saja, baik di rumah, di tempat kerja, di sekolah, di lingkungan yang terpapar bahan kimia, dan lainnya akibat kecelakaan atau mungkin pula karena penyerangan.Sebagian besar zat kimiawi yang dapat menimbulkan luka bakar adalah zat kimiawi yang bersifat asam atau basa. Misalnya, asam hydrochloric atau natrium hidroksida. Beberapa contoh produk yang dapat meninggalkan luka bakar kimiawi, antara lain:
  • Produk pemutih.
  • Pembersih toilet.
  • Pembersih kolam renang.
  • Pembersih oven.
  • Pembersih logam.
  • Pencair cat.
  • Asam baterai mobil.
  • Amonia.
Produk lain yang Anda gunakan di rumah dan di tempat kerja mungkin mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan luka bakar. Maka dari itu, simpanlah bahan kimia di tempat yang aman guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Apa saja tanda-tanda jika terkena luka bakar akibat bahan kimia?

Tanda-tanda luka bakar akibat bahan kimia tergantung pada tingkat keparahan luka bakar yang dialami. Luka bakar kimiawi yang merusak kulit dan tertelan tentu memiliki tanda-tanda yang berbeda.Secara umum, tanda-tanda luka bakar kimiawi yang merusak kulit dan mata adalah:
  • Kulit iritasi, kemerahan, atau terbakar.
  • Kulit menghitam atau melepuh.
  • Rasa nyeri dan mati rasa di area tubuh yang terkena.
  • Gangguan penglihatan ketika bahan kimia masuk ke dalam mata.
Jika tak sengaja menelan atau menghirup bahan kimia, berikut adalah tanda-tanda yang mungkin muncul:
  • Sesak napas.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Batuk.
  • Kejang.
  • Otot berdenyut.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Tekanan darah rendah.

Langkah penanganan luka bakar akibat bahan kimia

Penanganan luka bakar akibat bahan kimia harus segera dilakukan. Anda bisa segera menghubungi nomor rumah sakit atau nomor darurat guna mendapatkan layanan gawat darurat dengan segera.Namun, sambil menunggu tim medis datang, Anda dapat melakukan beberapa tindakan penanganan luka bakar kimiawi sebagai berikut:
  • Bilas bagian yang terkena luka bakar dengan air mengalir selama 10-20 menit. Jika bahan kimia bersentuhan dengan mata, bilas mata secara terus-menerus selama minimal 20 menit sebelum mencari penanganan darurat selanjutnya. Tidak perlu digosok-gosok.
  • Lepaskan pakaian atau perhiasan yang terkena bahan kimia di tubuh secara perlahan. Guna menjaga kondisi luka agar tidak menyebar ke area tubuh lain, bungkus area yang terbakar menggunakan perban atau kain bersih.
  • Jika luka bakar kimiawi yang dialami tidak terlalu dalam, Anda dapat mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen atau paracetamol (acetaminophen).
  • Jika luka bakar akibat bahan kimia cukup parah, tunggu petugas medis guna melakukan tindakan selanjutnya atau segera pergi ke unit gawat darurat terdekat.

Kapan harus mencari pertolongan medis ke rumah sakit?

Jika Anda atau orang terdekat Anda terkena luka bakar akibat bahan kimia yang tergolong parah atau serius, segera cari pertolongan medis ke rumah sakit atau unit gawat darurat terdekat.Beberapa tanda-tanda luka bakar akibat bahan kimia yang parah atau membutuhkan tindakan medis segera, di antaranya:
  • Luka bakar yang cukup besar, yakni lebih dari 7 cm.
  • Luka bakar terjadi di sendi besar, seperti lutut.
  • Luka bakar luas yang terdapat di wajah, tangan, kaki, area paha, dan bokong.
  • Rasa nyeri yang muncul tidak dapat dikendalikan menggunakan obat pereda nyeri.
  • Mengalami syok, termasuk pusing, napas pendek, dan tekanan darah rendah.

Pilihan penanganan luka bakar akibat bahan kimia yang dilakukan dokter

Penanganan luka bakar akibat bahan kimia umumnya bervariasi pada setiap kasus. Hal ini tergantung pada tingkat keparahan jaringan yang rusak. Beberapa pilihan penanganan luka bakar kimiawi yang dilakukan oleh dokter, di antaranya:
  • Pembilasan menggunakan cairan infus
  • Penggunaan antibiotik
  • Obat antigatal
  • Debridemen, tindakan perawatan luka yang dilakukan dengan membersihkan atau membuang jaringan yang mati. Prosedur ini bisa dilakukan dengan cara bedah maupun non bedah.
  • Cangkok kulit, tindakan yang dilakukan dengan melekatkan kulit yang sehat dari bagian tubuh lain ke kulit yang terkena luka bakar
Jika luka bakar akibat bahan kimia cukup parah, maka tindakan medis yang perlu dilakukan adalah:
  • Penggantian kulit
  • Penyembuhan rasa nyeri
  • Bedah kosmetik
  • Terapi okupasi untuk membantu mengembalikan kemampuan gerak pada luka bakar yang cukup dalam
  • Konseling
  • Edukasi
Pertolongan pertama luka bakar akibat bahan kimia harus segera dilakukan. Namun, jika luka bakar akibat bahan kimia tergolong parah atau serius, sebaiknya segera cari pertolongan medis ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan luka bakar yang tepat.
penyakitluka bakarpenyembuhan luka
Healthline. https://www.healthline.com/health/chemical-burn-or-reaction
Diakses pada 6 Desember 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/318084.php
Diakses pada 6 Desember 2019
E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/chemical_burns/article_em.htm#chemical_burns_overview
Diakses pada 6 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait

Penyakit CIPA, Saat Seseorang Tak Merasakan Nyeri Atau Berkeringat

Penyakit CIPA adalah singkatan dari congenital insensitivity to pain and andhydrosis, penyakit langka saat penderitanya tak bisa merasakan nyeri. Selain rasa sakit, penderita CIPA juga tidak dapat merasakan temperatur dan sedikit atau bahkan tidak berkeringat sama sekali. Penyakit CIPA juga merupakan penyakit hereditary atau penyakit keturunan.
03 Mei 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Penyakit CIPA, Saat Seseorang Tak Merasakan Nyeri Atau Berkeringat

Penyebab Muntah Darah dan Cara Perawatan yang Tepat

Muntah darah adalah muntah disertai banyak darah keluar yang berwarna merah terang. Penyakit ini disebabkan berbagai kondisi medis dari ringan hingga berat.
09 Mei 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Penyebab Muntah Darah dan Cara Perawatan yang Tepat

Sel Natural Killer, Sel yang Diduga Bisa Atasi Kanker

Sel natural killer atau natural killer cell merupakan bagian imun tubuh. Sel NK ini adalah bagian dari sel darah putih yang dapat membunuh sel kanker atau sel lain yang berpotensi membahayakan tubuh. Bahkan, sel natural killer dianggap lebih efektif daripada terapi imun lainnya.
02 Jun 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Sel Natural Killer, Sel yang Diduga Bisa Atasi Kanker