Mengobati Flu dengan Obat Antivirus, Benarkah Efektif?

Obat antivirus bisa digunakan untuk mengatasi flu
Obat antivirus dinilai efektif untuk mencegah maupun mengatasi flu

Selamat datang di masa pancaroba, saat matahari terik dan hujan lebat bergantian datang tanpa jadwal yang pasti. Di masa ini, munculnya penyakit seperti flu dan batuk sudah jadi langganan. Namun jangan khawatir. Sebab, sudah banyak perawatan yang efektif untuk mengatasinya, termasuk penggunaan obat antivirus.

Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Sehingga, penyakit ini ini tidak dapat diobati menggunakan antibiotik. Obat-obat yang beredar di pasaran yang didapuk dapat mengatasi flu pun, sebenarnya lebih bertujuan untuk meredakan gejalanya.

Lebih jauh tentang obat antivirus

Obat antivirus yang digunakan untuk mengatasi flu, dapat menurunkan kemampuan virus untuk bereproduksi. Selama digunakan sesuai aturan, obat flu ini dapat membantu mengurangi durasi Anda merasakan gejala serta meringankan tingkat keparahannya.

Dengan mencegah virus memperbanyak diri, obat flu ini telah membantu mencegah penyebaran infeksi di sel-sel tubuh kita. Dengan begitu, sistem imun di tubuh akan lebih mudah dan efektif dalam menghilangkan virus tersebut.

Obat antivirus tidak bisa dibeli secara bebas di apotek dan hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Beberapa jenis obat antivirus yang sering diresepkan antara lain:

  • Zanamivir
  • Oseltamivir
  • Peramivir

Agar benar-benar efektif, obat antivirus perlu dikonsumsi setidaknya 48 jam pertama setelah gejala flu mulai muncul. Semakin cepat dikonsumsi, obat ini juga akan semakin efektif dalam memperpendek durasi flu.

Selain untuk pengobatan, obat ini juga dapat digunakan untuk mencegah flu, terutama bagi kelompok individu yang rentan terinfeksi virus. Obat antivirus untuk pencegahan, biasanya akan disertai dengan pemberian vaksin flu.

Berapa lama obat antivirus perlu dikonsumsi?

Durasi penggunaan antivirus dapat berbeda antarindividu, tergantung dari jenis obat yang diresepkan. Untuk obat oseltamivir dan zanamivir, penggunaanya umumnya perlu dilakukan sebanyak dua kali sehari selama lima hari.

Namun, durasi ini pun bisa berubah lagi, apabila obat ini dikonsumsi oleh pasien flu yang dirawat inap di rumah sakit.
Sementara itu untuk obat peramivir, pemberiannya hanya satu kali dilakukan melalui infus, selama 15-30 menit.

Siapa saja yang disarankan mengonsumsi obat antivirus saat flu?

Tidak semua orang yang mengalami flu, perlu mengonsumsi antivirus. Konsumsi obat pereda gejala flu dan istirahat yang cukup, umumnya efektif untuk mengusir virus tersebut dari tubuh.

Karena obat ini tidak bisa dibeli secara bebas, maka jika ingin mendapatkannya, Anda perlu menjalani pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu oleh dokter.

Jika diperlukan, obat ini dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan ibu hamil, dengan dosis sesuai anjuran dokter.
Dokter juga umumnya akan memberikan obat ini untuk mengatasi flu yang cukup parah atau pada penderita flu yang berisiko tinggi mengalami komplikasi, maupun untuk pasien yang sedang dirawat inap di rumah sakit akibat penyakit lain, yang lebih berbahaya.

Berikut ini beberapa kondisi yang dinilai meningkatkan risiko seseorang mengalami komplikasi serius dari flu.

  • Asma
  • Gangguan saraf
  • Penyakit kelainan darah, seperti penyakit sickel cell
  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Penyakit yang menyerang endokrin, seperti diabetes
  • Penyakit jantung, seperti penyakit jantung bawaan dan gagal jantung
  • Gangguan ginjal dan hati
  • Orang dengan kondisi obesitas atau memiliki indeks massa tubuh lebih dari 40
  • Orang yang daya tahan tubuhnya lemah, seperti pada penderita HIV/AIDS atau leukemia

Selain karena riwayat penyakit, risiko komplikasi akibat flu juga akan meningkat pada golongan individu di bawah ini.

  • Lansia berusia 65 tahun ke atas
  • Anak berusia kurang dari dua tahun
  • Ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan hingga sekitar dua minggu sebelumnya
  • Orang yang tinggal dengan banyak orang dalam satu tempat, seperti penghuni panti jompo

Perhatikan juga efek samping obat antivirus

Sama seperti obat lainnya, antivirus juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diwaspadai, seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Hidung berair (seperti pilek)
  • Hidung mampet
  • Diare

Perlu diingat, tidak semua orang bisa cocok mengonsumsi semua jenis antivirus. Zanamivir, misalnya, tidak disarankan untuk digunakan pada penderita asma, PPOK, maupun penyakit paru-paru lainnya. Itulah salah satu alasan obat ini perlu resep dokter. Dokter akan memberikan jenis obat yang paling sesuai dengan kondisi Anda.

Catatan dari SehatQ

Karena obat ini bekerja paling efektif dalam waktu 48 jam pertama setelah gejala muncul, maka Anda perlu segera menghubungi dokter apabila gejala flu mulai muncul. Terutama apabila Anda termasuk dalam kelompok individu yang termasuk berisiko tinggi terkena komplikasi flu.

CDC. https://www.cdc.gov/flu/treatment/whatyoushould.htm?CDC_AA_refVal=https%3A%2F%2Fwww.cdc.gov%2Fflu%2Fantivirals%2Fwhatyoushould.htm
Diakses pada 7 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/cold-and-flu/flu-medications#1
Diakses pada 7 November 2019

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/antiviral-flu-medications-770608
Diakses pada 7 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/flu-treatments
Diakses pada 7 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed