Mengobati Diare dengan Kaolin Pectin, Amankah?


Kaolin pectin adalah obat untuk diare yang bisa dikonsumsi anak-anak usia 3 tahun ke atas hingga lansia. Namun jika dikonsumsi berlebihan, obat ini justru bisa memicu konstipasi atau sembelit.

0,0
07 Dec 2020|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Kaolin pectin merupakan obat untuk mengatasi diareKaolin pectin adalah obat untuk meredakan diare
Kaolin pectin adalah kombinasi yang biasa digunakan untuk meredakan diare. Kaolin dipercaya bisa menangkap dan membawa keluar bakteri penyebab diare dari saluran pencernaan. Bahan ini juga akan menyerap air di usus, sehingga konsistensi tinja bisa kembali mengeras. Kaolin bisa digunakan untuk mengobati diare yang ringan, sedang, hingga berat. Zat ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati kolera.Pada pengobatan-pengobatan tradisional, kaolin juga dioleskan ke permukaan luka untuk membantu meredakan perdarahan. Selain untuk mengobati luka, zat ini juga memiliki manfaat lain untuk kulit yaitu membuat kulit yang terlalu kering menjadi lembap begitupun sebaliknya.

Kaolin pectin dan peringatan pemakaiannya

Meski kaolin pectin masih masuk ke dalam kelompok obat ringan, bukan berarti Anda bisa mengonsumsinya sembarangan. Perhatikan hal-hal di bawah ini sebelum Anda mengonsumsinya agar risiko terjadinya efek samping bisa berkurang.
  • Pastikan Anda tidak memiliki alergi kaolin maupun pectin.
  • Obat ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak yang berusia di bawah 3 tahun.
  • Untuk lansia, pastikan penggunaannya disertai dengan konsumsi cairan yang memadai.
  • Kaolin pectin bisa berinteraksi dengan obat lain dan mengganggu cara kerjanya, sehingga perhatikan jenis obat yang saat ini sedang Anda konsumsi.
  • Konsumsi kaolin pectin dengan alkohol juga berisiko memicu munculnya interaksi.
  • Pastikan bahwa yang Anda alami adalah diare biasa, dan bukan kondisi yang parah seperti disentri. Sebab, mengonsumsi obat ini untuk disentri justru akan memperparah kondisi.
  • Obat ini masuk sebagai kategori B untuk ibu hamil. Artinya, kaolin pectin aman dikonsumsi selama kehamilan.

Dosis konsumsi kaolin pectin yang tepat

Dosis untuk mengonsumsi kaolin pectin berbeda-beda tiap orangnya. Untuk mengatasi diare, berikut ini dosis yang tepat apabila Anda mengonsumsi obat dalam bentuk suspensi atau cairan.
  • Orang dewasa: 4-8 sendok makan (60-120 ml) setiap selesai buang air saat tinja masih cair
  • Anak-anak berusia 12 tahun ke atas: 3-4 sendok makan (45-60 ml) setiap selesai buang air besar
  • Anak-anak usia 6-12 tahun: 2-4 sendok makan (30-60 ml) setiap selesai buang air besar
  • Anak-anak usia 3-6 tahun: 1-2 sendok makan (15-30 ml) setiap selesai buang air besar
  • Anak-anak usia 3 tahun ke bawah: tidak disarankan, kecuali jika memang diresepkan oleh dokter.
Perlu diingat bahwa dosis di atas bisa berbeda tergantung dari kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu sebelum mengonsumsi obat ini, ada baiknya jika Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan membaca aturan pakai di kemasan secara teliti.

Sebaiknya jangan konsumsi kaolin bersamaan dengan obat ini

Konsumsi kaolin bersamaan dengan obat lain bisa menimbulkan interkasi obat. Interaksi obat terjadi akibat bahan yang ada di salah satu obat, mengubah kerja obat lainnya.Akibatnya, akan ada kenaikan risiko efek samping obat hingga penurunan efektivitas obat.
Beberapa obat yang bisa memicu interaksi dengan kaolin antara lain:

• Clindamycin

Jika Anda mengonsumsi kaolin dan antiobiotik clindamycin secara bersamaan, maka penyerapan obat clindamycin di tubuh akan melambat. Namun, hal ini tidak mengurangi jumlah antibiotik yang akan diserap di tubuh.

• Digoxin

Digoxin adalah obat untuk penyakit jantung yang apabila dikonsumsi bersamaan dengan kaolin, efektivitasnya akan berkurang. Untuk menghindari risiko interaksi, beri jarak konsumsi keduanya setidaknya selama 2 jam.

• Quinidine

Sama seperti digoxin, quinidine juga akan mengalami penurunan efektivitas apabila dikonsumsi bersamaan dengan kaolin. Obat ini adalah obat untuk jantung dan sebaiknya konsumsinya diberi jarak setidaknya 2 jam dengan kaolin.

• Trimethoprim

Antibiotik trimethoprim juga bisa terganggu cara kerjanya apabila dikonsumsi bersamaan dengan kaolin karena dapat menurunkan penyerapan dan menurunkan efektivitas dari trimethoprim. Sama seperti obat-obatan di atas, untuk meminimalisir risiko terjadinya interaksi, sebaiknya beri jarak setidaknya 2 jam anta waktu konsumsi.

Efek samping kaolin yang mungkin muncul

Kaolin pectin secara umum aman digunakan. Sejauh ini, belum ada laporan yang menyebutkan bahwa konsumsi obat ini memicu efek samping yang serius. Namun jika dikonsumsi terlalu banyak, obat ini bisa memicu konstipasi.Risiko efek samping tersebut lebih rentan muncul pada anak-anak dan lansia yang mengonsumsinya. Jadi, pastikan mereka banyak minum air putih selama diare masih berlangsung. Jika Anda masih punya lebih banyak pertanyaan tentang kaolin pectin maupun obat diare lainnya, konsultasikan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
diaremasalah pencernaangangguan pencernaan
Drugs. https://www.drugs.com/cons/kaolin-and-pectin.html
Diakses pada 25 November 2020
MIMS. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/kaolin?mtype=generic
Diakses pada 25 November 2020
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-44/kaolin
Diakses pada 25 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait