logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Wanita

Mengintip Langkah Marsupialisasi oleh Dokter untuk Atasi Kista Bartholin

open-summary

Marsupialisasi adalah tindakan medis untuk mengatasi kista, terutama kista Bartholin. Kista Bartholin terjadi ketika adanya benjolan berisi cairan pada salah satu kelenjar Bartholin yang terletak di pembukaan vagina. Marsupialisasi dapat membantu mengalirkan cairan dari kista tersebut.


close-summary

4.33

(6)

24 Agt 2020

| Arif Putra

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Marsupialisasi adalah tindakan medis untuk mengatasi kista Bartholin

Kista yang terdapat pada kelenjar Bartholin di vagina dapat diangkat dengan prosedur marsupialisasi

Table of Content

  • Mengenal apa itu marsupialisasi dan kegunaannya
  • Langkah-langkah prosedur marsupialisasi oleh dokter
  • Perhatikan ini setelah menjalani marsupialisasi
  • Do’s dan don'ts setelah menjalani marsupialisasi
  • Alternatif untuk marsupialisasi
  • Catatan dari SehatQ

Di dekat vagina, terdapat dua kelenjar yang disebut dengan kelenjar Bartholin. Kelenjar ini berfungsi dalam sekresi cairan untuk melindungi jaringan vagina saat hubungan seksual. Beberapa wanita berisiko mengalami kista pada kelenjar Bartholin yang disebut kista Bartholin. Beberapa kasus kista Bartholin akan perlu diatasi dengan tindakan medis yang disebut marsupialisasi. Kenali marsupialisasi lebih jauh.

Advertisement

Mengenal apa itu marsupialisasi dan kegunaannya

Marsupialisasi adalah tindakan medis yang dilakukan dokter untuk menyingkirkan kista, yakni benjolan yang berbentuk kantung berisi cairan, zat semipadat, atau gas tertentu. Marsupialisasi dilakukan dokter untuk mengalirkan cairan dari dalam kista tersebut.

Marsupialisasi biasanya dilakukan untuk menangani kista Bartholin. Kista Bartholin ditandai dengan benjolan berisi cairan di salah satu kelenjar Bartholin, kelenjar yang terletak di dekat labia di pembukaan vagina. Kista ini utamanya terjadi apabila saluran kecil dalam kelenjar Bartholin tersumbat oleh cairan. 

Kista Bartholin yang kecil biasanya tidak akan menimbulkan rasa sakit. Namun, kista dapat membesar dan memicu rasa sakit dan tak nyaman. Pada beberapa kasus, kista Bartholin dapat terinfeksi atau berubah menjadi abses – sehingga akan memerlukan penanganan dokter.

Selain kista Bartholin, marsupialisasi juga mungkin ditawarkan dokter untuk mengatasi kista lain seperti kista Skene. Kista ini bisa terjadi di dekat pembukaan uretra wanita. Kista pilonidal di tulang ekor, yang umum terjadi pada pria, juga dapat diatasi dengan marsupialisasi.

Artikel ini akan lebih fokus pada marsupialisasi untuk kista Bartholin.

Langkah-langkah prosedur marsupialisasi oleh dokter

Prosedur marsupialisasi dilakukan untuk mengangkat kista
Setelah membuat sayatan pada kista, dokter akan menjahit tepi kulit

Prosedur marsupialisasi dapat sedikit berbeda antara satu dokter dengan dokter lain. Namun umumnya, prosedur marsupialisasi dapat dilakukan dokter dengan langkah berikut ini:

  • Dokter akan memberikan anestesi lokal pada pasien, namun pada beberapa kasus tertentu, dokter akan memilih anestesi umum.
  • Selanjutnya, dokter membersihkan kista dan area sekitarnya. Dokter lalu membuat sayatan pada kista untuk mengeluarkan cairan.
  • Kemudian, dokter akan menjahit tepi kulit namun meninggalkan lubang kecil yang permanen agar cairan dapat mengalir dengan bebas.
  • Setelahnya, dokter akan menggunakan kain kasa untuk mencegah perdarahan. Beberapa dokter akan menaruh selang kateter selama beberapa hari untuk mengalirkan cairan lebih banyak.

Prosedur marsupialisasi dapat berlangsung selama 10-15 menit. Namun, dokter akan meminta Anda untuk berdiam di ruang pemulihan selama beberapa jam sebelum pulang. 

Pastikan ada kerabat yang menemani Anda ketika menjalani prosedur marsupialisasi karena pasien biasanya tidak bisa mengemudikan kendaraan setelah prosedur dilakukan. 

Perhatikan ini setelah menjalani marsupialisasi

Setelah menjalani marsupialisasi, pasien mungkin akan merasakan nyeri ringan selama beberapa hari yang dapat diatasi dengan pereda nyeri. Dokter mungkin juga akan memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. 

Setelah menjalani marsupialisasi, Anda mungkin akan melihat adanya cairan atau perdarahan kecil selama beberapa minggu. Kondisi ini normal dan dapat ditangani dengan panty liner.

Apabila mengalami kondisi berikut ini setelah marsupialisasi, Anda disarankan untuk segera menemui dokter:

  • Demam
  • Perdarahan berlebihan
  • Adanya gejala-gejala infeksi
  • Munculnya keputihan yang tidak biasa
  • Merasakan sakit yang semakin parah

Do’s dan don'ts setelah menjalani marsupialisasi

Setelah menjalani prosedur marsupialisasi, pasien harus berhati-hati saat buang air di toilet
Anda harus berhati-hati saat menggunakan toilet setelah melakukan marsupialisasi

Untuk mengoptimalkan pemulihan, Anda dianjurkan untuk menerapkan do’s berikut ini:

  • Mencoba bersikap tenang setelah beberapa hari
  • Mengenakan pakaian dalam yang nyaman 
  • Berhati-hati saat menggunakan toilet
  • Mengikuti saran dari dokter untuk mempercepat pemulihan

Sebaliknya, hal berikut ini tidak boleh Anda lakukan setelah menjalani marsupialisasi sampai dokter mengizinkannya:

  • Melakukan aktivitas seksual
  • Menggunakan tampon
  • Menggunakan bedak atau produk serupa 
  • Menggunakan sabun yang keras atau produk mandi yang mengandung pewangi

Baca Juga

  • Inilah Bentuk Vagina dan Anatominya yang Perlu Anda Kenali
  • Cara Menjaga Kesehatan Reproduksi Wanita dan Pria agar Tetap Subur
  • Mengenal Blue Waffle, Penyakit Seksual Fiktif yang Sempat Populer

Alternatif untuk marsupialisasi

Marsupialisasi biasanya tidak menjadi penanganan lini pertama untuk kista Bartholin, terlebih jika Anda tidak merasa terganggu atau tidak adanya infeksi. Bahkan, walau kista Bartholin terasa sakit, dokter belum tentu menawarkan marsupialisasi.

Sebelum marsupialisasi, penanganan berikut ini bisa saja direkomendasikan dokter terlebih dahulu jika Anda mengeluhkan kista Bartholin:

1. Berendam dengan air hangat

Dokter akan menyarankan agar Anda duduk berendam di air hangat selama 10-15 menit, beberapa kali dalam sehari selama 3-4 hari. Berendam dengan air hangat dapat membantu kista pecah dan mengeluarkan cairannya. 

Alternatif lain yaitu dengan menempelkan kompres hangat di area kista. 

2. Drainase bedah

Drainase bedah dilakukan dokter dengan membuat insisi kecil untuk memasukkan kateter. Kateter diletakkan di kista selama 4-6 minggu untuk mengalirkan cairan. Setelah dalam jangka waktu tersebut, pasien akan kembali ke rumah sakit agar dokter bisa mengeluarkan kateter.

3. Obat-obatan

Dokter mungkin juga akan memberikan obat pereda nyeri. Apabila dokter melihat tanda infeksi, pasien akan diberikan antibiotik.

Catatan dari SehatQ

Marsupialisasi adalah tindakan yang membantu mengatasi kista, terutama kista Bartholin. Namun, marsupialisasi cenderung tidak menjadi tindakan lini pertama untuk menangani kista, terlebih jika pasien merasa tidak terganggu dengan kondisi tersebut.

Advertisement

kista bartholinabses bartholinkesehatan vagina

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved