logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Menghukum Anak Ternyata Bisa Membawa Dampak Buruk

open-summary

Menghukum anak secara fisik maupun nonfisik dapat berdampak buruk bagi perkembangannya. Sebaiknya, terapkan metode disiplin yang tepat dalam mendidik anak.


close-summary

3.07

(15)

16 Mar 2021

| Dina Rahmawati

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Hukum anak secara fisik dapat memberi dampak buruk padanya

Memarahi dan menghukum anak secara fisik bisa membuatnya ketakutan dan gelisah

Table of Content

  • Dampak buruk menghukum anak secara tidak tepat
  • Cara mendisiplinkan anak

Tidak sedikit orangtua yang menghukum anak ketika mereka menunjukkan perilaku buruk. Jenis hukuman yang diberikan orangtua umumnya bervariasi, mulai dari memarahi, memberikan time out, bahkan hingga memukul atau melakukan kekerasan fisik lainnya.

Advertisement

Cara menghukum anak lewat kekerasan fisik, seperti memukul atau menendang, dapat memberikan dampak buruk terhadap anak, apalagi jika cara hukum anak ini dilakukan tanpa menjelaskan kesalahan anak terlebih dahulu.

Dampak buruk menghukum anak secara tidak tepat

Cara menghukum anak dapat berpengaruh terhadap perkembangan Si Kecil, terutama jika hukuman yang diberikan berupa hukuman fisik. Berikut adalah sejumlah dampak buruk menghukum anak yang dapat terjadi.

  • Merasa tidak berharga dan dicintai

Hukuman fisik yang diberikan kepada anak tanpa alasan yang jelas dapat membuatnya merasa tidak berharga dan dicintai orangtuanya. Alhasil, anak memiliki harga diri yang rendah. Ia juga akan merasa kesulitan untuk menyesuaikan diri di sekolah.

  • Sulit berkonsentrasi

anak mengalami kesulitan belajar
Anak sulit berkonsentrasi dan berprestasi

Harga diri dan rasa percaya diri yang rendah akibat sering mendapatkan hukuman, juga bisa membuat anak kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini tentunya dapat mengurangi potensinya untuk berprestasi secara akademis.

  • Ketakutan dan gelisah

Sering menghukum anak bisa membuatnya ketakutan dan gelisah. Misalnya, jika Anda sering mengunci anak di ruang gelap, maka ia akan terus merasa ketakutan saat berada di ruangan yang gelap dan ketakutan ini bisa bertahan hingga dewasa kelak.

  • Menganggap menyakiti orang lain merupakan hal yang wajar

anak marah dan menyakiti orang lain
Anak akan menganggap menyaikit orang lain merupakan hal wajar

Saat anak sering mendapat hukuman baik fisik maupun nonfisik, ia akan menganggap bahwa itu merupakan hal yang wajar. Anggapan ini bisa membuatnya menyakiti orang lain tanpa merasa bersalah.

  • Berniat bunuh diri

Anak seharusnya merasa terlindungi dengan adanya orangtua. Namun, jika orangtua terlalu sering menghukum anak, rasa aman tersebut akan hilang. Tak jarang, ada kasus di mana anak-anak berniat untuk bunuh diri untuk mengakhiri penderitaan yang dirasakannya.

Supaya terhindar dari berbagai dampak buruk menghukum anak, orangtua harus menerapkan cara mendidik yang tepat bagi Si Kecil. Jangan sampai cara yang dilakukan malah memperburuk perilaku dan mengacaukan masa depannya.

Baca Juga

  • Tingkatkan Kemampuan Sosial, Ini 7 Manfaat Main Boneka untuk Anak-Anak
  • Pentingnya Melatih Kesabaran Anak, Ini 5 Cara yang Harus Dilakukan Orang Tua
  • Mengenal 4 Tipe Pola Asuh Anak dan Pengaruhnya terhadap Perkembangan

Cara mendisiplinkan anak

Banyak yang salah kaprah jika menghukum anak merupakan cara yang tepat untuk membuatnya disiplin. Padahal keduanya jelas berbeda. Mendisiplinkan bukan berarti menghukum, apalagi melibatkan kekerasan fisik atau nonfisik.

Memberi hukuman hanya mengajarkan anak jika melanggar peraturan, maka ia akan mendapat konsekuensi yang buruk. Hal ini juga dilakukan tanpa mengajarkan anak mengapa aturan itu diterapkan, dan bagaimana harus bertanggung jawab terhadap masalah yang ditimbulkannya.

Oleh sebab itu, American Academy of Pediatric mendorong orangtua untuk menggunakan strategi disiplin, bukan hukuman fisik atau verbal. Adapun cara mendisiplinkan anak-anak dan remaja yang bisa diterapkan, yaitu:

  • Puji perilaku yang baik

Ketika anak melakukan perilaku yang baik, berikan pujian yang sesuai. Pujian akan membuatnya merasa berharga dan dicintai. Katakan juga padanya untuk mempertahankan perilaku tersebut sehingga anak tahu bahwa itu merupakan hal yang positif.

  • Jadilah panutan

orangtua menjadi panutan bagi anak
Orangtua harus menjadi panutan bagi anak

Orangtua harus menjadi panutan yang baik bagi anak. Jangan memberikan contoh yang buruk, seperti melakukan kekerasan atau berkata kasar, karena anak bisa menirunya. 

Contohkan hal yang baik-baik, seperti membantu sesama, berkata sopan, dan lainnya, sehingga bisa ditiru anak.

  • Tegur jika anak salah

Jika anak salah, bukan berarti Anda bebas menghukumnya. Tegurlah bahwa hal itu tidak sepatutnya ia lakukan. Apalagi jika sampai merugikan orang lain, misalnya, anak suka menjahili temannya. 

Ingatkan kepada anak bahwa jika sikap tersebut tidak dihentikan, maka tidak akan ada yang mau menjadi temannya.

  • Tetapkan batasan

Beri batasan pada anak
Beri batasan yang jelas pada anak

Berikan batasan yang jelas mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak. Hal ini bisa membantu anak belajar memahaminya. Misalnya, Anda dapat menerapkan jam malam bagi anak remaja supaya ia tidak terlambat pulang ke rumah.

Jika anak melanggar batasan tersebut, Anda bisa mendisiplinkannya dengan meminta anak merenungi kesalahan yang dilakukannya atau tidak memperbolehkan anak melakukan hal yang disukainya untuk sementara.

  • Arahkan anak menjauhi perilaku buruk

Alih-alih melakukan cara hukum anak secara fisik, arahkan ia untuk menjauhi perilaku buruk dengan kata-kata yang baik. Jangan memaki atau bahkan memukulnya karena bisa melukai hati Si Kecil. Ajak anak bicara dengan baik dan buat ia mengerti.

Anda juga bisa menerapkan contoh hukuman yang bersifat mendidik, misalnya saat anak malas bersih-bersih, Anda bisa menerapkan hukuman padanya untuk membersihkan kamar mandi atau mengepel.

Dengan begitu anak dapat mengenali dan mengontrol perilakunya. Hal ini tentu saja bisa membawa pengaruh positif terhadap perkembangan Si Kecil. 

Meski memberi hukum anak dapat membuatnya jera dengan cepat, metode ini tidak selamanya efektif. Justru anak-anak yang mendapat hukuman fisik atau verbal cenderung mengembangkan perilaku fisik dan verbal yang negatif. 

Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut seputar kesehatan anak, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

tips mendidik anakorangtuamembesarkan anakcara mendidik anak

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved