Cara menghilangkan kutil kelamin antara lain bisa dilakukan dengan menggunakan gel lidah buaya.
Mengoleskan gel lidah buaya bisa menjadi cara menghilangkan kutil kelamin.

Kutil adalah infeksi kulit yang mengganggu dan bisa muncul di bagian tubuh mana saja, termasuk di sekitar kelamin. Tenang, pada dasarnya kutil kelamin bisa hilang dengan sendirinya.

Kutil kelamin juga merupakan kasus umum yang dialami oleh jutaan orang setiap tahunnya, baik laki-laki maupun perempuan. Kabar baiknya, menghilangkan kutil ternyata bisa dilakukan secara alami.

Ada sejumlah bahan alami yang bisa Anda manfaatkan untuk mengusir kutil kelamin dari tubuh. Bahan-bahan tersebut bahkan mungkin selama ini sudah tersedia di dapur Anda.

Daftar bahan alami untuk menghilangkan kutil kelamin

Mengonsumsi sayuran hijau bisa menjadi cara
menghilangkan kutil kelamin secara alami.

Anda tak perlu berbelanja mahal untuk mencari bahan-bahan alami ini. Coba periksa isi dapur dan lemari Anda. Siapa tahu Anda bisa menemukan berbagai bahan alami berikut ini sebagai cara menghilangkan kutil kelamin.

  1. Tea tree oil

    Sejak lama, tea tree oil telah digunakan untuk mengatasi masalah kulit. Kandungan antijamur di dalamnya menekan pertumbuhan virus, termasuk yang menyebabkan tumbuhnya kutil kelamin. Namun ingat, terkadang penggunaan tea tree oil bisa memunculkan sensasi panas pada kulit. Jika kondisi ini terjadi, maka Anda sebaiknya melarutkannya terlebih dulu dengan minyak kelapa atau minyak zaitun, dan gunakan kapas untuk mengoleskannya ke kulit.
  2. Bawang putih

    Kandungan antivirus dalam bawang putih juga bisa menekan penyebaran sel yang terinfeksi virus HPV. Untuk memanfaatkan bumbu dapur dalam mengusir kutil kelamin, hancurkan bawang putih hingga teksturnya menyerupai pasta. Oleskan pada kutil kelamin dan biarkan selama 20-30 menit sebelum membilasnya dengan air bersih. Cara ini bisa dilakukan setiap hari.
  3. Lidah buaya

    Lidah buaya mengandung malic acid, zat asam yang bisa menghilangkan kutil kelamin. Oleskan 1-2 sendok teh ekstrak gel lidah buaya pada kutil dan diamkan selama kurang lebih 15-20 menit. Metode ini bisa dilakukan dua kali sehari.
  4. Cuka apel

    Cuka apel tidak hanya dimanfaatkan untuk perawatan kulit. Lebih dari itu, kandungan asam pada cuka apel juga bisa membasmi virus. Oleskan cuka apel pada kutil kelamin menggunakan kapas.
  5. Sayuran hijau

    Selain beberapa cara menghilangkan kutil alami menggunakan empat bahan alami di atas, konsumsi sayuran hijau juga membantu. Pilihlah sayuran yang kaya serat. seperti brokoli, kembang kol, kale, dan kubis. Anda sangat disarankan untuk mengonsumsi sayur 4-5 kali per harinya.

Bagaimana cara mengidentifikasi kutil kelamin?

Anda mungkin selama ini hanya mencari foto maupun gambar kutil kelamin, untuk mendapatkan gambaran. Untuk mengidentifikasi gangguan kulit yang satu ini, Anda bisa melakukan perabaan untuk mencari benjolan lunak tumbuh di sekitar area genital atau selangkangan.

Jika Anda menemukan benjolan lunak di lokasi tersebut, maka kemungkinan benjolan itu adalah kutil kelamin. Istilah medis kutil kelamin adalah condylomata acuminate. Kondisi ini disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV.

Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology menyatakan, ada jutaan kasus kutil kelamin setiap tahun. Angka tersebut belum termasuk yang tidak terdiagnosis.

Mengapa kulit kelamin bisa terjadi?

Penyebaran utama virus HPV adalah melalui kontak kulit yang bisa terjadi saat sedang berhubungan seksual, termasuk seks oral, vaginal maupun anal. Gesekan yang terjadi ketika berhubungan seksual, berpotensi menimbulkan luka gores, terutama pada kulit area selangkangan, yang biasanya sensitif.

Meskipun kecil, dari luka inilah virus bisa masuk dan menyebabkan timbulnya kutil. Penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom, juga tidak seratus persen bisa menghindarkan Anda dari infeksi kulit ini. Sebab, virus human papilloma bisa menginfeksi bagian-bagian sekitar selangkangan yang tidak tertutup oleh kondom.

Untuk orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, kebiasaan yang juga bisa membuat tertular virus HPV adalah bertukar pakaian atau handuk dengan penderita kutil kelamin, termasuk dari dari fasilitas gym.

Virus HPV penyebab kutil kelamin, berisiko 
menginfeksi area selangkangan.

Maka, pastikan Anda selalu menjaga kebersihan dan sebisa mungkin hanya gunakan barang-barang pribadi saat berada di tempat umum, untuk mengurangi kemungkinan terpapar virus yang bisa menyebabkan infeksi.

Walaupun sebagian besar kasus kutil kelamin tidak menimbulkan rasa sakit pada penderitanya, namun keberadaannya cukup mengganggu aktivitas dan memicu rasa tidak nyaman.

Memang ada kaitan antara virus HPV dengan kanker seperti kanker serviks. Meski demikian, kutil kelamin tidak menyebabkan kanker.

Gaya hidup sehat bisa cegah kutil kelamin

Langkah yang tak kalah pentingnya sebagai cara menghilangkan kutil kelamin adalah dengan menjalani gaya hidup sehat. Selalu cuci tangan dan jagalah kebersihan barang-barang pribadi yang digunakan.

Selain itu, selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual, dan hindari berganti-ganti pasangan. Sebab, infeksi virus HPV bisa menyebar melakui kontak seksual. Selain itu, virus penyebab kutil kelamin ini dapat bertahan di dalam tubuh jangka panjang, serta ada potensi untuk berkembang.

Catatan dari SehatQ

Pemberian vaksin HPV bisa menghindarkan Anda dari kutil kelamin. Namun jika kutil kelamin terlanjur muncul, Anda tentu harus melakukan perawatan.

Sebelum mencoba beberapa cara menghilangkan kutil kelamin di rumah, pastikan untuk menggunakan bahan-bahan alami berkualitas baik. Jika gangguan kulit tersebut tak kunjung hilang, berkonsultasilah dengan dokter.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321036.php
Diakses 5 Mei 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1744388108000595
Diakses 5 Mei 2019

Style Craze. https://www.stylecraze.com/articles/home-remedies-for-genital-warts/#gref
Diakses 5 Mei 2019

Health Line. https://www.healthline.com/health/std/genital-warts-home-remedies
Diakses 5 Mei 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3390234/
Diakses 5 Mei 2019

Artikel Terkait