Terbiasa Menggunakan Snooze Alarm? Ternyata Justru Bisa Picu Stres


Menekan tombol snooze untuk berbaring beberapa menit lagi adalah hal yang wajar. Namun jika ini menjadi kebiasaan, bisa-bisa tubuh akan terasa lebih lelah saat beraktivitas di siang hari.

0,0
06 Jul 2021|Azelia Trifiana
Kebiasaan menekan tombol snooze dan tidur lagi bisa mengganggu siklus tidurKebiasaan menekan tombol snooze dan tidur lagi bisa mengganggu siklus tidur
Rasanya belum cukup tidur semalaman, namun alarm sudah terdengar nyaring di pagi hari. Konsekuensinya, tentu kecenderungan untuk snooze alarm lebih besar. Padahal, ini bisa jadi akar masalah kacaunya siklus tidur seseorang.Sebenarnya normal-normal saja ketika seseorang menekan tombol snooze untuk berbaring beberapa menit lagi. Namun jika ini menjadi kebiasaan, bisa-bisa tubuh akan terasa lebih lelah saat beraktivitas di siang hari.

Bahaya kebiasaan snooze alarm

Idealnya, tahapan tidur berawal dengan light sleep, yaitu ketika detak jantung menjadi lebih pelan dan temperatur tubuh perlahan turun.Kemudian, masuklah ke dalam fase deep sleep. Ini adalah tahapan yang sangat penting karena di saat inilah tubuh bekerja keras melakukan regenerasi jaringan, membangun otot dan tulang, serta memperkuat imunitas.Setelah itu, berlanjut ke fase rapid eye movement atau REM. Di fase ini, otak sangat aktif dan Anda mulai merasakan mimpi intens. Umumnya fase REM terjadi sekitar 90 menit sejak pertama kali mulai terlelap dan berulang beberapa kali sepanjang malam.Tahapan ini sangat penting karena berperan dalam performa keesokan harinya. Sayangnya, kebiasaan menekan tombol snooze alarm bisa saja membuat seseorang terbangun saat sedang berada di tengah-tengah fase REM. Alhasil, akan sulit untuk tetap fokus dan berpikir tajam keesokan harinya.Analoginya begini. Saat alarm berbunyi di pagi hari, sebenarnya siklus REM sudah berakhir. Namun ketika tombol snooze ditekan, maka Anda kembali terlelap dan masuk lagi ke fase REM.Kemudian ketika alarm kembali berbunyi beberapa menit kemudian, bunyi ini justru membangunkan di tengah-tengah REM. Akibatnya, Anda sangat mungkin merasa bingung dan linglung.

Bagaimana dengan dampak jangka panjang?

Bukan hanya mengganggu siklus tidur, terbiasa memencet snooze alarm juga dapat mengganggu jam biologis tubuh. Ketika terjebak dalam kebiasaan menekan snooze berkali-kali saat pagi tiba, sistem sirkadian tubuh akan kebingungan.Dalam jangka panjang, ini akan membuat tubuh tidak yakin betul kapan waktunya terjaga dan kapan waktunya terlelap.Akibatnya, mungkin saja seseorang terus bergerak dan gelisah saat tidur. Kualitas tidur pun menurun. Hanya kurang tidur selama satu minggu saja sudah akan berdampak buruk bagi kesehatan, seperti:
  • Kekebalan tubuh menurun
  • Stres meningkat
  • Rentan mengalami peradangan
  • Sulit fokus
  • Mudah tersinggung
  • Lebih mudah jatuh sakit
Hal yang lebih buruk dari kacaunya siklus tidur ini adalah meningkatkan risiko seseorang menderita masalah serius seperti penyakit jantung, kanker, stroke, hingga penurunan fungsi kognitif.

Bagaimana menghindarinya?

Demi bisa menghentikan kebiasaan menekan snooze alarm setiap hari, ada baiknya telusuri terlebih dahulu apa pemicunya. Apakah ada yang salah dari rutinitas tidur? Ada kondisi medis yang berpengaruh? Apapun bisa menjadi pemicu.Selain itu, berikut ini beberapa langkah yang bisa dilakukan demi menghindari kebiasaan buruk snooze alarm terlalu sering:
  • Buat rutinitas teratur

Sebisa mungkin, atur jadwal tidur dan bangun di saat yang sama setiap harinya. Cara ini akan membuat Anda lebih mudah terbangun di pagi hari. Konsistensi ini juga membuat terlelap jauh lebih mudah sehingga kualitas tidur meningkat.Rata-rata kebutuhan tidur setiap harinya adalah 7-9 jam. Jika masih sulit menggeser waktu tidur menjadi lebih awal, coba geser perlahan mulai dari 15 menit lebih awal dan bertahap hingga waktu tidur tercukupi.
  • Jaga sleep hygiene

Menjaga sleep hygiene meliputi makan bergizi, menjaga asupan cairan, dan berolahraga teratur. Semua ini bisa membantu meningkatkan kualitas tidur. Sebelum tidur, pilih aktivitas yang menenangkan seperti membaca buku dan hindari mengakses ponsel.
  • Mengobati masalah tidur

Apabila kedua cara di atas sudah diupayakan namun masih saja terjebak menekan snooze alarm terus menerus, mungkin perlu konsultasi masalah tidur ke dokter. Mungkin ada kondisi medis yang turut berpengaruh dan perlu penanganan profesional.
  • Cahaya

Sangatlah penting membiarkan cahaya masuk di pagi hari ketika saatnya terjaga tiba. Ini memberi sinyal bagi tubuh untuk benar-benar bangun dan beraktivitas.

Catatan dari SehatQ

Mungkin menekan snooze alarm sesekali terlihat sederhana, namun jika menjadi kebiasaan setiap hari, maka ada dampak negatifnya bagi kesehatan. Mulai dari terganggunya fase rapid eye movement hingga stres meningkat.Sistem kekebalan tubuh pun juga pasti ikut terdampak ketika siklus tidur berantakan. Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara menjaga sleep hygiene, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan tidurmasalah tidurhidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sleep/sleeping-through-alarm
Diakses pada 21 Juni 2021
Amerisleep. https://amerisleep.com/blog/negative-impact-snooze-button/
Diakses pada 21 Juni 2021
Cleveland Clinic. https://newsroom.clevelandclinic.org/2019/03/08/is-hitting-the-snooze-button-bad-for-your-health/
Diakses pada 21 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait