Menggunakan Buff Masker untuk Tangkal Corona, Efektifkah?

Buff masker banyak digunakan masyarakat Indonesia
Ilustrasi buff masker

Dalam sebulan terakhir, pemakaian masker kain untuk menangkal virus SARS-COV2 alias corona semakin populer. Tidak sedikit pula orang yang menggunakan buff masker alias penutup hidung dan mulut yang biasa dipakai oleh para pengendara motor.

Buff masker biasanya terbuat dari bahan katun atau sintetis dengan panjang masker yang bisa menutupi wajah hingga leher. Masker ini digunakan dengan cara dimasukkan lewat kepala, kemudian disesuaikan berdasarkan kontur wajah Anda.

Nah, seberapa besar efektivitas penggunaan buff masker untuk menahan penyebaran virus corona? Berikut penjelasannya secara medis.

Efektivitas buff masker untuk menangkal virus corona

Dibanding masker kain lainnya, buff memiliki lapisan yang sangat tipis. Hal ini berhubungan dengan fungsi utama buff, yakni melindungi Anda selama berkendara, namun memastikan Anda tetap dapat bernapas dengan baik selama berada di atas roda dua.

Dengan kata lain, kemampuan buff masker untuk menahan laju droplet ketika Anda bersin tidak seefektif dibanding masker kain lainnya yang lebih tebal. Sama halnya ketika ada orang yang bersin di dekat Anda, droplet-nya kemungkinan besar tetap bisa masuk ke kulit wajah mengingat lapisan buff yang sangat tipis.

Selain itu, penggunaan buff masker dari bahan sintetis (bisa melar) atau polyester, apalagi spandex, juga tidak disarankan. Menurut peneliti dari Columbia University, Dr. Daniel Griffin, virus corona yang mungkin menempel di bagian luar masker bisa bertahan lebih lama pada bahan-bahan tersebut.

Meskipun demikian, buff masker tetap bisa digunakan sebagai bagian dari upaya menahan laju penyebaran virus corona dengan cara:

  • Pilih buff masker yang terbuat dari bahan 100 persen katun woven
  • Lipat dua buff masker sehingga membentuk lapisan yang lebih tebal. Anda juga dapat menambahkan tissu di bagian tengahnya.
  • Buff masker harus langsung dicuci setelah digunakan

Sekalipun menggunakan masker, Anda tetap harus melakukan physical distancing dan mencuci tangan sesering mungkin. Penting juga untuk mengetahui cara penggunaan masker yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu:

  • Cuci tangan dengan sabun dan bilas di air mengalir sebelum memakai masker, termasuk buff masker
  • Hindari menyentuh masker ketika Anda menggunakannya. Jika ingin menyentuh buff masker, cuci tangan terlebih dahulu atau gunakan hand sanitizer
  • Segera ganti buff masker dengan yang baru ketika ia sudah lembab, basah, atau kotor
  • Untuk melepaskannya, pegang bagian belakang buff masker lalu tarik melewati kepala Anda

Buff masker yang sudah digunakan harus langsung dimasukkan dalam keranjang baju kotor. Jangan lupa untuk mencuci tangan Anda setiap kali usai menggunakan masker.

Info lainnya tentang virus corona

Alternatif buff masker

Ingat, lebih baik menggunakan masker wajah jenis apa pun daripada tidak menggunakan masker sama sekali. Jika Anda tidak ingin menggunakan buff masker, ada jenis masker lain yang bisa menjadi pilihan, di antaranya:

1. Masker kain

Sama seperti buff masker, masker kain dianjurkan untuk digunakan oleh orang yang sehat atau tidak memiliki gejala infeksi COVID-19. Masker kain dapat dipakai untuk kegiatan sehari-hari yang mengharuskan Anda keluar rumah, misalnya saat belanja kebutuhan pokok atau ke apotek.

Masker kain dapat dibuat dari berbagai jenis bahan, bahkan kaus atau bandana dari bahan katun yang sudah tidak digunakan. Namun, tetap ada syarat pembuatan yang harus dipenuhi agar masker kain dapat menurunkan risiko Anda terkena virus corona, yaitu:

  • Terdiri dari beberapa lapisan
  • Tidak kendur, terutama di bagian samping dan bawah masker
  • Memiliki tali pengait untuk disangkutkan ke telinga maupun diikatkan melingkari kepala
  • Tidak membuat Anda sesak napas ketika memakainya
  • Bisa dicuci dan digunakan kembali tanpa mengubah bentuknya

Sama seperti buff masker, Anda juga tidak diperkenankan menyentuh bagian depan masker kain selama menggunakan maupun ketika melepasnya.

2. Masker bedah

Masker ini bertujuan menghalangi cairan atau droplet yang keluar dari hidung atau mulut penggunanya. Meskipun demikian, masker ini hanya boleh digunakan oleh tenaga medis dan tidak disarankan untuk pemakaian sehari-hari mengingat masker bedah hanya boleh digunakan satu kali, bukan berulang-ulang.

3. Masker debu

Sepintas, masker ini berbentuk mirip dengan masker N95, hanya saja masker debu hanya efektif untuk menangkal debu. Masker seperti ini banyak dijual di toko bahan bangunan karena memang lebih sering dipakai oleh para pekerja konstruksi.

4. Masker N95

Masker inilah yang paling efektif menangkal virus, bakteri, debu, dan polutan (particulate matter) lainnya. Sama seperti masker bedah, masker N95 juga tidak reusable dan akan membuat pemakainya merasa pengap sehingga sangat hanya disarankan untuk dipakai oleh tenaga medis maupun pekerja laboratorium.

Itulah jenis-jenis masker lainnya yang bisa Anda pilih. Ingat, selalu lindungi Anda dengan menggunakan masker saat harus keluar rumah. Apabila tidak ada aktivitas yang mendesak, sebaiknya Anda tetap di rumah untuk menghindari dampak terburuk yang mungkin terjadi.

UHS Berkeley. https://uhs.berkeley.edu/coronavirus/health-information/masks-information
Diakses pada 3 Mei 2020

NPR. https://www.npr.org/sections/goatsandsoda/2020/04/03/826996154/coronavirus-faqs-is-a-homemade-mask-effective-and-whats-the-best-way-to-wear-one
Diakses pada 3 Mei 2020

FDA. https://www.fda.gov/medical-devices/personal-protective-equipment-infection-control/n95-respirators-and-surgical-masks-face-masks
Diakses pada 3 Mei 2020

WHO. https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public/when-and-how-to-use-masks
Diakses pada 3 Mei 2020

CDC. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/prevent-getting-sick/diy-cloth-face-coverings.html
Diakses pada 3 Mei 2020

Artikel Terkait