Mengetahui Puting Susu Normal dan Perubahan yang Abnormal


Puting susu normal terkadang bisa mengalami perubahan. Yang perlu diwaspadai adalah jika terjadi perubahan tertentu pada puting dan areola, terutama bila hanya terjadi di salah satu payudara.

(0)
06 Nov 2019|Armita Rahardini
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Puting susu normal bisa mengalami perubahanBentuk puting susu aneh tidak selalu menandakan adanya penyakit
Ada beberapa hal yang bisa mengubah bentuk, ukuran, dan tekstur puting susu Anda. Perubahan ini terkadang hanya sementara dan merupakan hal normal.Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa perubahan pada puting payudara Anda menjadi tanda masalah kesehatan tertentu. Karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui kondisi puting susu normal dan abnormal.

Kondisi puting susu normal

Beberapa hal di bawah ini merupakan kondisi normal yang bisa terjadi pada puting susu:

1. Puting susu tenggelam

Puting susu yang tidak menonjol dan tampak tenggelam ke dalam payudara merupakan kondisi yang normal jika memang sudah demikian sejak lahir. Ada juga orang yang memiliki perbedaan bentuk puting susu antara payudara kanan dan kiri.Puting payudara yang tenggelam juga kadangkala bisa berubah menjadi menonjol setelah masa menyusui.

2. Ada rambut yang tumbuh di puting dan areola

Di bagian puting serta areola juga terdapat folikel rambut. Jadi, wajar saja jika ada ada rambut yang tumbuh di area ini.Bila merasa tidak nyaman dengan keberadaan rambut tersebut, Anda boleh saja mencabut, menggunting, atau mencukurnya. 

3. Ukuran puting susu

Berdasarkan suatu riset terhadap puting payudara dari 300 wanita, rata-rata diameter areola adalah 4 cm dan mayoritas diameter puting payudara adalah 1,3 cm. Sedangkan ukuran tinggi puting payudara secara rata-rata adalah 0,9 cm. Meski begitu, setiap wanita mungkin saja memiliki ukuran puting yang berbeda-beda.

4. Ukuran puting susu bisa berubah

Kondisi ini paling sering terjadi akibat kehamilan. Sebagian perempuan hamil akan mengalami perubahan bentuk puting susu yang makin besar dan menonjol keluar. Bagian areola juga biasanya melebar dan warnanya makin gelap. 

5. Benjolan di sekitar puting susu

Benjolan di sekitar puting susu disebut kelenjar Montgomery. Fungsi kelenjar ini adalah memproduksi cairan lipoid untuk menjaga kelembapan pada area puting dan areola.Selain perubahan puting payudara yang termasuk proses normal, ada pula perubahan pada puting susu yang tidak normal dan harus dicermati.

Kondisi puting susu yang abnormal dan perlu diwaspadai

Mengenali perubahan-perubahan yang terjadi pada puting payudara bisa menjadi patokan apa yang normal dan apa yang tidak, serta kapan mesti memeriksakan payudara ke dokter. Berikut adalah kondisi puting payudara yang perlu Anda perhatikan:

1. Puting susu tertarik ke dalam atau tenggelam

Memiliki puting payudara yang seperti tenggelam atau tertarik ke dalam bisa jadi merupakan bawaan sejak lahir. Yang mesti Anda waspadai adalah jika puting susu Anda yang sebelumnya menonjol berubah dan melesak ke dalam (puting terbalik). Perubahan bentuk puting payudara bisa saja terjadi akibat proses penuaan, tapi kondsi ini akan memengaruhi puting susu di kedua payudara. Jika Anda terlahir dengan dua puting susu yang menonjol, kemudian salah satunya berubah bentuk, puting yang tiba-tiba tertarik ke dalam bisa menjadi salah satu gejala kanker. Anda sebaiknya memeriksakannya ke dokter. 

2. Keluar cairan abnormal dari puting payudara

Keluarnya cairan dari puting susu selain air susu ibu (ASI) di masa menyusui, biasanya mengindikasikan hal yang tidak normal. Cairan yang keluar memang mengalir dari saluran yang sama dengan ASI.Warna cairan bisa putih susu, bening, kuning, kehijauan, kecokelatan, atau seperti darah. Konsistensi cairan juga bisa bervariasi, dari kental hingga encer. Cairan abnormal dari puting susu bisa disebabkan oleh tumor jinak atau infeksi pada payudara. Cairan tak normal dari puting yang termasuk gejala kanker payudara seringkali disertai darah, dan hanya terjadi pada salah satu payudara. 

3. Benjolan pada puting susu

Puting payudara bisa mengeras dan terasa ada benjolan-benjolan kecil saat disentuh atau terkena udara dingin. Ini merupakan respons tubuh yang normal dan biasanya akan menghilang jika stimulasinya berhenti.Di masa kehamilan, kelenjar Montgomery pada bagian areola juga akan membesar sebagai persiapan menyusui. Akan tetapi, jika Anda dalam keadaan tidak hamil dan mengalami pembesaran kelenjar atau ada benjolan di bawah bagian puting dan areola, segeralah periksakan diri ke dokter.Benjolan tersebut bisa merupakan sumbatan di saluran susu atau infeksi yang mudah diobati. Namun benjolan di area puting susu dan areaola bisa pula menjadi gejala ductal carcinoma in situ, yakni jenis kanker payudara yang dapat diobati apabila terdeteksi dini. 

4. Perubahan ukuran puting dan areola

Masih normal jika ukuran puting dan areola payudara Anda membesar sesuai dengan siklus menstruasi, di masa kehamilan, atau selama menyusui. Namun jika perubahan ukuran puting susu dan areola hanya terjadi pada salah satu payudara, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter.Salah satu gejala kanker payudara adalah perubahan ukuran pada salah satu payudara, baik secara perlahan maupun secara mendadak. Cara mudah mengetahuinya adalah dengan merasakan perubahan saat memakai bra.Cermati apakah salah satu cup  bra Anda terasa lebih sesak dari biasanya. Jika iya, kemungkinan terjadi perubahan ukuran pada salah satu payudara Anda. 

5. Rasa sakit pada puting susu

Di luar masa menstruasi, hamil, dan menyusui, rasa sakit atau nyeri pada puting payudara merupakan kondisi yang tidak wajar. Jika tidak ada luka pada puting, namun ada rasa nyeri dan gatal yang tak kunjung hilang atau sakit saat tersentuh, ada baiknya Anda memeriksakan payudara Anda ke dokter. Perubahan apapun yang terjadi pada puting payudara sebaiknya tidak diabaikan, apalagi jika perubahan hanya terjadi pada salah satu payudara. Memang kondisi ini belum tentu akibat penyakit tertentu atau gejala kanker, tetapi Anda sebaiknya tetap berjaga-jaga.Anda dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri sebagai langkah awal deteksi dini kanker payudara. Pemeriksaan manual ini dinamakan dengan SADARI atau periksa payudara sendiri yang dapat dilakukan di hari-hari terakhir menstruasi Anda dengan cara menyentuh payudara dengan 3 jari, telusuri secara melingkar mulai dari ketiak sampai ke putting, jika ditemukan benjolan maka segeralah ke dokter.Bila terjadi kemungkinan terburuk dan Anda mengidap kanker atau kondisi kesehatan lainnya, kesempatan untuk sembuh akan lebih besar jika penyakit bisa terdeteksi sedini mungkin.
penyakit wanitakanker payudaraasi eksklusifpayudara
Healthline. https://www.healthline.com/health/nipple-facts-male-and-female#
Diakses pada 6 November 2019
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/nipple-and-areola-changes-430663
Diakses pada 6 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait