logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Mengetahui Struktur dan Fungsi Hati Manusia, serta Gangguannya

open-summary

Fungsi hati manusia beragam dan penting untuk tubuh, mulai dari menghancurkan racun di dalam darah, menghasilkan protein, memproduksi cairan empedu, hingga membantu proses pencernaan.


close-summary

9 Mar 2020

| Atifa Adlina

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

struktur dan fungsi hati manusia

Ketahui struktur, fungsi, dan gangguan organ hati

Table of Content

  • Berbagai fungsi hati bagi tubuh manusia
  • Struktur anatomi hati manusia
  • Penyakit yang berhubungan dengan organ hati
  • Apakah manusia bisa hidup tanpa organ hati?

Hati merupakan salah satu organ terbesar dalam tubuh manusia. Hati alias liver berukuran sebesar bola sepak dan memiliki berat sekitar 1,5 kg. Fungsi hati yang paling utama adalah menjaga metabolisme serta sistem kekebalan tubuh.

Advertisement

Pelajari lebih dalam mengenai fungsi, struktur anatomi, hingga gangguan yang bisa terjadi pada organ hati manusia di bawah ini.

Berbagai fungsi hati bagi tubuh manusia

Mengutip dari Medicinet, organ hati sebetulnya merupakan bagian dari kelenjar, karena berfungsi untuk mengeluarkan cairan kimia yang nantinya akan digunakan organ lainnya.

Sebagai organ, hati mempunyai banyak fungsi. Liver berperan dalam 500 jenis proses metabolisme dalam tubuh manusia. Berikut adalah tiga fungsi utama organ hati, yaitu:

  • Membuat cairan kimia agar tubuh berfungsi secara normal.
  • Memecah dan membuang racun zat dalam tubuh.
  • Menyimpan cadangan energi dan nutrisi. 

1. Mengeluarkan racun

Fungsi utama hati adalah untuk membersihkan darah dari limbah hasil metabolisme obat-obatan dan zat-zat lainnya yang berpotensi berbahaya bagi tubuh.

Hati akan mengubah limbah-limbah ini menjadi molekul yang larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine.

Selain itu, hati juga akan mengubah amonia menjadi urea dan membuangnya lewat urine. Amonia itu sendiri adalah limbah yang dihasilkan dari proses pemecahan protein dan berpotensi beracun jika disimpan terlalu banyak dalam tubuh. 

Hati juga berfungsi untuk menetralkan kadar alkohol dari aliran darah.

2. Memproduksi empedu

Salah satu fungsi organ hati adalah memproduksi empedu. Empedu terdiri dari garam, kolesterol, bilirubin, elektrolit, dan juga air.

Di bagian bawah hati, ada organ kecil berwarna hijau yaitu kantong empedu. Kantong empedu berfungsi untuk menampung empedu sebelum digunakan. 

Nantinya, empedu akan membantu usus kecil dalam proses pencernaan

Empedu sendiri perannya adalah untuk memecah lemak, kolesterol, dan beberapa vitamin menjadi gumpalan kecil sehingga bisa diserap oleh usus halus.

Organ liver juga memproduksi kolesterol dan protein khusus yang dapat membawa lemak ke seluruh tubuh, serta albumin untuk menjaga keseimbangan cairan dalam sistem sirkulasi tubuh.

3. Meregenerasi sel darah merah

Sel darah merah hanya akan “bertahan hidup” sekitar 120 hari di dalam tubuh. Setelah itu, sel darah merah yang sudah tua dan rusak akan dirombak di dalam liver untuk digantikan dengan sel darah merah baru. 

Untuk menjalankan fungsinya, hati akan memecah hemoglobin dalam sel darah merah tersebut bersama dengan zat lainnya hingga berubah menjadi bilirubin. Bilirubin kemudian dibawa ke ginjal untuk disaring dan dikeluarkan lewat urin.

Pada saat yang bersamaan, hati dan sumsum tulang akan menyimpan zat besi yang dilepas dari hemoglobin tadi dalam bentuk ferritin. Ferritin nantinya bermanfaat untuk membuat sel darah merah baru.

4. Membantu proses pembekuan darah

Selain meregenerasi sel darah merah, hati fungsinya juga menghasilkan protein yang berperan sebagai faktor pembekuan darah.

Peran liver yang satu ini dibantu oleh empedu. Apabila hati atau liver tidak menghasilkan empedu, proses pembekuan darah akan terganggu.

Pasalnya, empedu sangat penting untuk penyerapan vitamin K. Ini adalah vitamin yang diperlukan tubuh untuk membantu pembekuan darah.

5. Menyimpan cadangan energi, vitamin, dan mineral

Hati berfungsi untuk menyimpan energi dalam bentuk glikogen, yang dihasilkan dari proses pencernaan karbohidrat dalam makanan.

Ketika kadar gula darah turun, hati akan mengubah simpanan glikogen tersebut menjadi glukosa yang dialirkan ke dalam darah untuk dipakai sebagai energi.

Tak hanya itu saja. Hati berfungsi untuk menyimpan vitamin A, D, E, K, dan B12, s yang didapat dari proses pencernaan makanan. Organ hati juga menyimpan dan melepaskan tembaga.

6. Melawan infeksi

Hati mengandung sel tertentu yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Sel-sel ini mampu melawan infeksi dengan membuat sistem imun, lalu menghilangkan bakteri dari aliran darah. 

Baca Juga

  • Mengenal Golongan Darah Emas yang Sangat Langka di Dunia
  • Buah Kundur, Si Winter Melon yang Kaya Antioksidan
  • 4 Cara Membedakan Telur Busuk dan Telur Segar

Struktur anatomi hati manusia

Gambar struktur dan anatomi organ hati
Gambar struktur dan anatomi organ hati

Organ hati, liver, atau hepar berbentuk seperti kerucut berwarna cokelat kemerahan yang terlihat gelap. Pada bagian luarnya, organ ini dibungkus oleh lapisan seperti kapsul, yaitu Glisson’s capsule atau kapsul Glisson. 

Letak organ hati manusia berada di dalam rongga perut kanan atas, di bawah diafragma bagian kanan. Tepatnya, hati terletak di sisi kanan bawah tulang rusuk. Di bawah hati terdapat kantung empedu, pankreas, dan usus.

Struktur anatomi hati manusia dan bagian-bagian penyusunnya secara garis besar adalah:

1. Lobus

Liver manusia memiliki dua bagian, yaitu bagian kiri dan kanan. Oleh karena itu, sebagian letak organ hati manusia juga masuk ke area perut bagian kiri atas. Sekilas, hati terlihat hanya memiliki lobus kanan dan kiri yang terpisahkan oleh pita jaringan. Namun pada kenyataannya, masih terdapat dua lobus tersembunyi di bagian belakang.

Berikut ini beberapa lobus yang termasuk ke dalam struktur anatomi hepar:

  • Lobus kanan, berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
  • Lobus kiri, berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus kanan.
  • Lobus kaudatus, bagian hati independen (lobus Spiegel). Darah dari lobus ini mengalir langsung ke vena besar.
  • Lobus kuadrat, lobus kecil yang letaknya di bawah lobus kanan dan di sebelah kiri celah untuk kantung empedu. 

Setiap bagian lobus dibatasi oleh jaringan ikat pemisah (ligamen). Ada pula ligamen yang juga berperan untuk memisahkan hati dengan lambung dan usus besar

2. Lobulus

Struktur hati bagian dalam jika dilihat secara mikroskopik disusun oleh hampir 100.000 unit lobulus berbentuk segi enam atau hexagonal.

Setiap lobulus terhubung dengan pembuluh yang masuk maupun keluar dari liver melalui saluran bernama sinusoid, supaya bisa berinteraksi dengan sel hati.

Sinusoid terdiri dari dua macam sel utama, yaitu sel kupffer dan hepatosit. Sel kupffer berperan dalam menyaring sel darah merah. Hepatosit berperan dalam hampir semua fungsi hati, mulai dari metabolisme, pencernaan, hingga penyimpanan.

2. Saluran empedu

Saluran empedu menghubungkan hati dengan kantung empedu. Saluran ini jumlahnya cukup banyak dan susunannya bercabang menyerupai pohon.

Saluran empedu akan, menyatu di bagian tertentu dan membentuk duktus hepatikus. Duktus hepatikus berperan sebagai saluran keluar masuknya cairan empedu.

3. Pembuluh darah

Hati memiliki susunan pembuluh darah yang unik karena organ ini memiliki dua sumber utama.

Seperti vena portal yang berfungsi membawa darah kaya nutrisi dari sistem pencernaan. Lalu, ada arteri hepatika yang membawa darah dengan kandungan oksigen dari jantung.

Pembuluh darah terbagi menjadi kapiler kecil yang masing-masing akan berakhir di lobulus.

Penyakit yang berhubungan dengan organ hati

Seperti organ tubuh lainnya, liver rentan mengalami gangguan atau penyakit yang memengaruhi fungsi hati.

Beberapa penyakit atau masalah yang umum berhubungan dengan gangguan fungsi hati manusia, di antaranya adalah:

1. Hepatitis

Hepatitis adalah peradangan hati yang umumnya disebabkan oleh infeksi virus. 

Namun, jenis hepatitis tertentu dapat disebabkan oleh gaya hidup, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan obesitas, atau karena reaksi alergi.

Ada beberapa jenis hepatitis, yaitu hepatitis A, B, dan C.

2. Sirosis hati

Sirosis adalah kerusakan organ hati akibat pembentukan jaringan parut yang menggantikan jaringan hati sehat.

Ada beberapa kondisi yang menjadi penyebab sirosis hati, seperti konsumsi alkohol berlebihan dalam jangka panjang, hepatitis kronis, hingga kelainan genetik langka.

3. Perlemakan hati

Penyakit perlemakan hati umumnya terjadi pada penderita obesitas dan pecandu alkohol. Lemak berlebih menutupi sel-sel hati, sehingga hati tidak dapat berfungsi seperti yang seharusnya.

4. Kanker hati

Jenis kanker hati yang paling umum terjadi adalah karsinoma hepatoseluler dan kolangiokarsinoma.

Penyebab utama kanker hati belum dipastikan, tapi risikonya bisa dipengaruhi oleh konsumsi alkohol berlebihan, obesitas, hingga penyakit seperti diabetes dan infeksi hepatitis kronis.

5. Gagal hati

Ketika sebagian besar bagian dari organ hati rusak, tidak berfungsi, dan tidak dapat diperbaiki, ini bisa menyebabkan gagal hati. Ada dua jenis gagal hati, yaitu kronis dan akut.

Sebagian besar penyakit atau gangguan pada fungsi hati bisa diminimalisir atau bahkan dicegah dengan cara menjaga kesehatan organ hati sebaik mungkin.

Apakah manusia bisa hidup tanpa organ hati?

Sama seperti jantung, Anda tidak bisa hidup apabila organ hati tidak berfungsi. Kemungkinan besar, kematian akan terjadi dalam hitungan hari.

Namun, Anda masih bisa hidup apabila masih tersisa sebagian. Faktanya, jaringan dalam organ hati dapat meregenerasi atau tumbuh kembali dalam hitungan bulan. 

Ini bisa terjadi setelah jaringan yang rusak dihilangkan terlebih dahulu. Organ hati mulai tumbuh dengan memperbesar sel, lalu berkembang.

Ingin mengetahui lebih banyak mengenai cara menjaga fungsi organ hati? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App store dan Google Play.

Advertisement

penyakit hatipencernaangagal hatihidup sehatfungsi organ

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved