Ini Bedanya Keputihan Tanda Hamil dan Keputihan Haid


Keputihan tanda hamil dan keputihan haid bisa dibedakan berdasarkan volume, waktu kemunculan, tekstur, dan warnanya. Keputihan yang merupakan tanda hamil juga biasanya akan disertai gejala lain seperti mual dan kram perut.

(0)
03 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Keputihan tanda hamil bedanya dengan keputihan haid bisa dilihat dari warna hingga teksturkeputihan tanda hamil dengan keputihan haid bisa dilihat dari waktu datangnya
Keputihan terjadi bukan hanya menjelang menstruasi, tapi juga kehamilan. Jika dilihat, perbedaan antara ciri keputihan tanda hamil dan keputihan haid memang tidak terlalu jelas. Namun, masih terdapat beberapa perbedaan karakteristik yang dapat Anda kenali.Anda juga perlu ingat bahwa keluar lendir seperti putih telur tanda hamil bukanlah satu-satunya ciri Anda sedang mengandung. Perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter, untuk memastikan keputihan yang Anda alami memang benar merupakan tanda kehamilan.Agar Anda tidak salah dalam mengenali beda keputihan sebelum haid dan hamil, kenali ciri khasnya keduanya seperti berikut ini.

Perbedaan keputihan tanda hamil dan keputihan haid

Saat periode menstruasi telah selesai tapi keputihan justru muncul, maka keputihan yang Anda alami bisa jadi merupakan tanda awal kehamilan. Terutama, apabila kondisi ini disertai dengan berbagai tanda kehamilan lainnya, seperti mual dan lemas. Secara medis, keputihan yang muncul pada awal kehamilan, terjadi karena peningkatan kadar hormon estrogen dan aliran darah ke vagina.Baca juga: Mirip Tanda-Tanda PMS, Ini Tanda-Tanda Kehamilan yang MembedakanLebih lanjut, perbedaan keputihan mau haid dan hamil bisa dilihat dari ciri-cirinya sebagai berikut:

1. Volume

Salah satu perbedaan keputihan biasa dan keputihan tanda kehamilan yang cukup mencolok adalah dari sisi volume. Keputihan yang merupakan tanda hamil umumnya memiliki volume yang lebih banyak daripada keputihan sebelum haid. Banyaknya volume keputihan ini berfungsi untuk mencegah bakteri maupun virus penyebab infeksi, masuk ke rahim dan menimbulkan gangguan pada janin.

2. Waktu kemunculan

Untuk lebih memastikan bahwa keputihan yang timbul merupakan tanda awal kehamilan, Anda dapat memperhatikan waktu kemunculannya. Keputihan tanda hamil umumnya muncul satu hingga dua minggu setelah pembuahan, dan volumenya akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.Baca juga: Waspadai Keputihan Seperti Keju Hancur, Ini Penjelasannya

3. Tekstur

Memang tidak mudah membedakan keputihan tanda hamil dari keputihan menjelang menstruasi. Namun, dari segi tekstur, keputihan sebelum haid tanda hamil umumnya lebih kental dibandingkan keputihan biasa

4. Warna

Berbeda dari keputihan berwarna putih susu tanda hamil, keputihan yang terjadi sesaat sebelum menstruasi berwarna sedikit kekuningan. Apabila keputihan yang muncul berwarna sedikit kehijauan dan disertai bau tidak sedap, maka kondisi ini bisa saja menandakan adanya infeksi jamur di vagina.Keputihan juga bisa muncul disertai dengan bercak darah. Sebab, tanda keputihan sebelum hamil dapat mulai muncul sejak usia kandungan satu minggu. Di usia awal kehamilan ini, dinding rahim yang masih menyimpan sisa sel telur yang tidak terbuahi, akan luruh dan digantikan dengan dinding rahim yang dipersiapkan untuk menyambut kehamilan. Apabila mengalami tanda serupa seperti di atas, coba hitung kembali waktu terakhir kali Anda berhubungan seksual dan berakhirnya masa subur Anda. Untuk lebih memastikan yang dialami adalah keputihan tanda hamil, Anda sebaiknya juga memeriksakan diri ke dokter kandunganBaca Juga: Kenali Ciri Keputihan yang Berbahaya dari Warnanya

Perhatikan juga tanda-tanda awal kehamilan yang lain

Keputihan yang muncul sebagai tanda awal kehamilan, dapat juga disertai dengan tanda-tanda lain, seperti:

1. Payudara menjadi lebih lembek atau justru membengkak

Perubahan hormon di tubuh wanita hamil, membuat payudara menjadi lebih sensitif dan sedikti nyeri. Umumnya, rasa tidak nyaman ini akan hilang saat usia kandungan sudah mulai bertambah, karena tubuh sudah mulai menyesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

2. Lebih sering buang air kecil

Salah satu tanda kehamilan yang paling umum adalah sering buang air kecil. Rahim wanita hamil akan membesar, untuk mempersiapkannya sebagai tempat berkembangnya janin. Hal ini membuat kandung kemih menjadi tertekan, sehingga Anda akan lebih sering ingin buang air kecil.

3. Mual, dengan atau tanpa disertai muntah

Morning sickness, atau kondisi mual pada ibu hamil memang umumnya baru muncul saat usia kandungan memasuki usia 6 minggu. Meski begitu, ada beberapa wanita yang sudah merasakannya lebih awal.

4. Tubuh terasa lelah terus-menerus

Semua tanda-tanda awal kehamilan di atas, umumnya juga akan didampingi dengan rasa lelah yang cukup hebat dan tidak kunjung hilang.

5. Kram perut

Pada usia kehamilan awal, seperti di minggu pertama, tanda-tanda kehamilan yang muncul sangat mirip dengan gejala saat akan haid. Kondisi seperti kram perut, naik turunnya kadar hormon, hingga meningkatnya nafsu makan, bisa terjadi.

Lakukan hal ini apabila Anda mengalami keputihan saat hamil

Sebenarnya, keputihan yang muncul sebagai tanda hamil tidak memerlukan perawatan khusus. Namun, apabila ibu hamil merasa terganggu dengan volume keputihan yang meningkat, maka penggunaan panty liners tanpa parfum, atau lebih sering mengganti celana dalam, dapat dilakukan.Selain itu, dikutip dari Baby Centre, Anda juga dapat melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk menjaga kesehatan area genital selama mengalami keputihan.
  • Menjaga kebersihan area genital Anda dengan baik
  • Saat ingin membersihkan area genital, gunakan air dan sabun yang tidak mengandung pewangi.
  • Jangan membersihkan area genital menggunakan tisu basah maupun produk kecantikan lain, seperti sabun dan deodoran khusus vagina, yang mengandung parfum.
  • Mengenakan pakaian dalam yang berbahan katun
Anda juga tidak disarankan untuk membasuh vagina dengan semprotan air yang kencang. Cara tersebut dapat menimbulkan iritasi, dan mengganggu keseimbangan bakteri  yang secara alami berada di vagina.Baca juga: Berbagai Ciri Vagina Sehat, Kaum Hawa Perlu TahuSecara umum, keputihan memiliki sifat asam. Sehingga, bakteri baik serta antibiotik alaminya, dapat membantu untuk mencegah terjadinya infeksi yang disebabkan oleh bakteri jahat. Apabila keseimbangan bakteri ini terganggu, maka muncul risiko peradangan serta iritasi.Selain itu, segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami keputihan berwarna hijau atau abu-abu dengan bau tidak sedap atau rasa nyeri hebat. Sebab, itu bisa menjadi tanda infeksi.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang keputihan yang normal atau tidak normal maupun tanda awal kehamilan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilanhaidmenstruasikeputihan
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/can-cervical-mucus-tell-you-if-youre-pregnant-1960286
Diakses pada 18 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/vaginal-discharge-during-pregnancy#1
Diakses pada 18 April 2019
Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a270/vaginal-discharge-in-pregnancy
Diakses pada 18 April 2019
Baby Med. https://www.babymed.com/am-i-pregnant/vaginal-discharge-early-pregnancy-symptoms-and-signs
Diakses pada 18 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321116.php
Diakses pada 4 September 2019
Flo. https://flo.health/getting-pregnant/trying-to-conceive/signs-of-pregnancy/mucus-sign-of-pregnancy
Diakses pada 6 November 2109
The Bump. https://www.thebump.com/pregnancy-week-by-week/1-weeks-pregnant
Diakses pada 10 Desember 2019
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/1-week-pregnant-4158813
Diakses pada 10 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait