Mengenali Keputihan Berbahaya dari Warnanya

(0)
29 Jun 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Gejala keputihan berbahaya dapat ditandai dari warnanyaIlustrasi seorang wanita yang mengalami keputihan
Keputihan adalah hal normal yang dialami oleh nyaris setiap wanita di antara dua siklus menstruasinya. Kendati demikian, Anda tetap harus mengenali tanda-tanda keputihan berbahaya, baik dari warna keputihan maupun ciri-ciri lain yang menyertainya.Keputihan dikatakan normal ketika cairan yang keluar dari vagina tersebut memiliki warna yang putih atau bening. Keputihan normal juga memiliki konsistensi yang kental dan lengket serta tidak akan meninggalkan bau yang menyengat, apalagi sampai menyebabkan gatal-gatal.Wanita hamil dan perempuan yang sedang dalam masa subur biasanya mengalami menstruasi yang lebih banyak dari biasanya. Anda tidak perlu panik saat mengalaminya, namun tetap waspada jika sewaktu-waktu keputihan menunjukkan tanda-tanda berbahaya seperti dijelaskan berikut ini.

Warna keputihan berbahaya dan penyebabnya

Tahukah Anda bahwa warna keputihan bisa dijadikan sebagai indikasi keputihan berbahaya? Seperti disebutkan di atas, keputihan yang normal akan berwarna bening atau putih, bahkan sedikit kekuningan, tanpa disertai keluhan lain.Ketika warna keputihan Anda berubah warna atau ada gejala lain yang menyertainya, bisa jadi itu adalah tanda keputihan berbahaya. Warna tersebut misalnya:
  • Merah

Keputihan berwarna merah, baik merah gelap atau merah terang, mengindikasikan adanya darah yang keluar dari vagina. Bila hal ini terjadi di antara dua masa menstruasi, bisa jadi hal itu mengindikasikan adanya kanker endometrium, terlebih jika Anda telah memasuki masa menopause selama lebih dari 1 tahun.Meskipun demikian, tidak semua bercak darah ini berarti keputihan berbahaya. Untuk memastikannya, Anda harus memeriksakan diri ke dokter.
  • Abu-abu

Keputihan berbahaya juga bisa berwarna abu-abu yang menandakan Anda terkena vaginosis bakteri. Keputihan ini biasanya juga ditandai dengan gejala lain, seperti rasa gatal di area kemaluan, iritasi, bau tidak sedap, dan kemerahan di sekitar vulva atau pintu vagina.Wanita yang melakukan seks oral atau kerap gonta-ganti pasangan seksual memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami keputihan berbahaya dengan tanda-tanda seperti ini.
  • Putih dan berbau

Keputihan yang berwarna putih tidak selamanya mengindikasikan kondisi vagina yang sehat. Bila cairan putih keluar dari vagina dengan konsistensi seperti keju cottage, berbau menyengat, serta menimbulkan gatal atau iritasi, bisa jadi itu menandakan keputihan berbahaya karena infeksi ragi.Infeksi ragi bisa terjadi karena banyak hal, mulai dari stres, diabetes, kehamilan, hingga minum pil KB. Minum antibiotik yang tidak sesuai rekomendasi dokter, terutama ketika Anda minum antibiotik selama lebih dari 10 hari, juga bisa mengakibatkan keputihan ini.
  • Hijau

Keputihan berbahaya lainnnya bisa ditandai dengan warna hijau atau kuning pekat, bentuknya menggumpal, dan disertai bau menyengat. Kondisi ini bisa mengindikasikan adanya infeksi penyakit menular seksual, seperti klamidia, gonore, maupun trikomoniasis yang hanya bisa didiagnosis bila Anda memeriksakan diri ke dokter.Gonore, klamidia, dan trikomoniasis bisa Anda derita lewat berhubungan seksual dengan pasangan yang juga memiliki penyakit yang sama. Khusus untuk trikmoniasis, penyakit ini juga bisa menular lewat penggunaan handuk yang bergantian dengan penderita penyakit ini.

Bagaimana penanganan pada keputihan berbahaya?

Penanganan pada keputihan berbahaya bergantung pada gejala dan penyebab munculnya kondisi itu sendiri. Pada infeksi ragi misalnya, dokter akan memberikan obat berbentuk krim atau gel yang dioles ke vagina maupun supositoria yang harus dimasukkan ke dalam vagina.Sementara itu, vaginosis bakteri dapat diatasi dengan pemberian obat oral (diminum) berbentuk pil maupun obat oles berbentuk krim. Sementara itu, keputihan berbahaya yang disebabkan oleh penyakit menular seksual, misalnya trikomoniasis, biasanya diobati dengan obat yang mengandung metronidazole atau tinidazole.Keputihan berbahaya dapat kembali, sekalipun Anda sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Untuk meminimalisir kemungkinan ini, Anda dapat melakukan beberapa langkah preventif, seperti:
  • Jaga kebersihan vagina dengan membersihkannya menggunakan sabun formula ringan, kemudian membilasnya dengan air hangat. Jangan mengaplikasikan sabun langsung ke vagina.
  • Hindari penggunaan sabun yang mengandung pewangi untuk digunakan pada area vagina.
  • Pakai celana dalam yang berbahan katun sehingga vagina tidak lembap.
  • Hindari menggunakan celana yang terasa sempit, terutama di area selangkangan.
  • Setelah buang air kecil atau besar, pastikan Anda mengeringkannya dengan membasuh dari depan ke belakang agar terhindar dari infeksi bakteri.
  • Hindari berhubungan seksual dengan banyak orang.
Jika Anda memiliki keluhan seputar vagina seperti beberapa gejala keputihan berbahaya di atas, konsultasikan masalah ini dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
keputihan
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
Diakses pada 12 Juni 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322232
Diakses pada 12 Juni 2020
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge
Diakses pada 12 Juni 2020
WebMD. https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal
Diakses pada 12 Juni 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait