Mengenal Gejala Gangguan Mental Skizofrenia Hebefrenik


Skizofrenia hebefrenik umumnya digejalai dengan emosi yang tidak sesuai dan juga halusinasi yang singkat. Kondisi juga biasa disebut skizofrenia disorganisasi.

(0)
Gejala skizofrenia hebefrenikPenderita skizofrenia hebefrenik sering menunjukkan perilaku tak bertanggung jawab seperti anak-anak
Istilah skizofrenia mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Skizofrenia sendiri merupakan gangguan mental serius yang paling sering terjadi. Lebih dari 23 juta penduduk di dunia menderita skizofrenia. Kondisi gangguan mental ini lebih banyak menimpa laki-laki ketimbang perempuan, khususnya laki-laki usia muda. Salah satu yang akan dibahas kali ini, yakni skizofrenia hebefrenik.

Mengenali skizofrenia hebefrenik

Salah satu tipe skizofrenia yang ada adalah skizofrenia hebefrenik. Tipe ini dicirikan dengan kelakuan liar atau konyol, emosi yang tidak sesuai, dan waham juga halusinasi yang singkat. Skizofrenia hebefrenik juga disebut skizofrenia disorganisasi.Tipe skizofrenia ini seringkali menampilkan adanya perubahan perilaku ke arah primitif, kekanak-kanakan, dan tidak terstruktur. Biasanya skizofrenia hebefrenik mulai muncul sebelum usia 25 tahun.Penderita skizofrenia hebefrenik juga tergolong aktif (tidak diam), tetapi tidak memiliki tujuan dan tidak terstruktur. Gangguan berpikir mereka terlihat jelas dan kontak mereka terhadap realita tergolong buruk.

Gejala umum pada penderita Skizofrenia Hebefrenik

Skizofrenia hebrefrenik adalah salah satu jenis skizofrenia yang ditandai dengan pola pikir tidak teratur. Skizofrenia ini diyakini sebagai bentuk yang paling parah. Skizofrenia sendiri pada umumnya akan memiliki gejala sebagai berikut:

1. Delusi

Delusi adalah keyakinan yang salah terhadap suatu hal yang tidak didasari oleh kenyataan. Misalnya, Anda merasa sedang dirugikan atau dilecehkan, Anda merasa dilecehkan akibat komentar negatif yang ditujukan kepada Anda, Anda memiliki kemampuan atau ketenaran yang luar biasa, merasa orang lain jatuh cinta pada Anda. Delusi terjadi pada kebanyakan orang dengan skizofrenia.

2. Halusinasi

Halusinasi umumnya membuat Anda melihat atau mendengar hal-hal yang tidak nyata. Namun bagi penderita skizofrenia, mereka memiliki kekuatan dan pengaruh penuh dari pengalaman normal. Halusinasi dapat terjadi pada indera mana saja, namun mendengar suara adalah halusinasi yang paling umum ditemukan.

3. Disorganized thinking (pidato)

Menurut ahli, pemikiran yang tidak teratur umumnya juga turut disimpulkan dari ucapan yang tidak teratur. Komunikasi yang seharusnya efektif justru dapat terganggu, dan jawaban atas pertanyaan yang mungkin ingin diketahui menjadi tidak terkait. Terkadang, pidato mungkin akan mencakup kata-kata atau kalimat-kalimat yang tidak berarti dan sulit untuk dipahami.

4. Perilaku motorik yang sangat tidak teratur atau tidak normal

Kondisi ini mungkin terlihat dalam beberapa cara, dari kekonyolan seperti anak kecil hingga agitasi yang tak terduga. Perilaku ini tidak terfokus pada tujuan, sehingga sulit untuk melakukan suatu tugas. Perilaku dapat mencakup penolakan terhadap instruksi, postur tubuh yang tidak tepat, kurangnya respons, atau gerakan yang tidak berguna dan berlebihan.

5. Gejala negatif

Ini mengacu pada berkurangnya kemampuan untuk berkegiatan secara normal. Misalnya, penderita gejala negatif tersebut mungkin mengabaikan kebersihan pribadinya atau tampak kurang emosi (tidak melakukan kontak mata, tidak mengubah ekspresi wajah, atau berbicara dengan nada datar).Selain itu, orang tersebut juga mungkin kehilangan minat dalam aktivitas sehari-hari, menarik diri secara sosial, atau tidak memiliki kemampuan untuk mengalami kesenangan.Kemungkinan seseorang menderita skizofrenia hebefrenik jika didapati beberapa gejala di atas dalam waktu 2-3 bulan. Skizofrenia tipe ini pun dapat disembuhkan seperti skizofrenia pada umumnya. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mengembalikan kondisi penderita bahkan sampai dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari seperti orang pada umumnya.Jika Anda menemukan ciri-ciri tersebut pada orang di sekitar Anda, maka segera ajak ke dokter terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Segera bawa penderita jika ia mulai melakukan hal yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
gangguan mentalkesehatan mentalskizofreniahalusinasi
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/schizophrenia
Diakses 18 April 2019
Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia IIIKaplan and Sadock's Synopsis of Psychiatry 11th editionMayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/schizophrenia/symptoms-causes/syc-20354443
Diakses 18 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait